Robot vacuum Matic yang dirakit di AS dengan komponen impor

Larangan Robot Vacuum Impor di AS: Keamanan atau Hambatan?

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • FCC melarang robot vacuum impor di AS dengan alasan keamanan nasional
  • Kebijakan tidak menilai keamanan produk, hanya tempat produksi
  • Tidak ada produsen besar yang memproduksi robot vacuum di AS
  • Konsumen akan menghadapi lebih sedikit pilihan dan harga lebih mahal
  • Produsen China seperti Dreame, Ecovacs, Roborock pernah alami pelanggaran data
  • iRobot bangkrut dan dimiliki mitra manufaktur China
  • Matic satu-satunya robot vacuum dirakit di AS, harga naik ke $1.495
  • Eufy dan Narwal berkomitmen tetap di pasar AS
  • Ahli menyarankan regulasi keamanan siber, bukan larangan manufaktur

Telset.id – Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat baru saja mengeluarkan kebijakan yang melarang masuknya robot buatan luar negeri, termasuk robot vacuum, ke pasar AS. Larangan ini diterapkan untuk mengatasi “risiko yang tidak dapat diterima terhadap keamanan nasional Amerika Serikat atau keselamatan dan keamanan warga negara Amerika Serikat”. Namun, kebijakan ini memicu perdebatan karena dinilai tidak menilai keamanan produk secara langsung, melainkan hanya berdasarkan tempat produksinya.

Larangan ini secara efektif menghentikan masuknya robot vacuum baru dari perusahaan-perusahaan besar ke pasar AS, kecuali mereka diproduksi di dalam negeri. Sayangnya, saat ini tidak ada satu pun perusahaan besar yang memproduksi robot vacuum di AS. Akibatnya, konsumen Amerika akan menghadapi lebih sedikit pilihan model baru, inovasi yang lebih lambat, dan harga robot vacuum yang lebih mahal.

Kebijakan ini juga mencakup robot pemotong rumput, robot pendamping, robot humanoid, dan berbagai jenis robot lainnya. Namun, para pengamat menilai bahwa keamanan siber dan manufaktur adalah dua hal yang berbeda. Jika tujuannya adalah robot vacuum yang lebih aman, kebijakan ini dinilai meleset dari sasaran.

## Risiko Keamanan yang Nyata

Kekhawatiran tentang privasi dan keamanan robot vacuum bukanlah hal yang berlebihan. Banyak produsen besar industri ini, termasuk Dreame, Ecovacs, Roborock, iRobot, dan Shark, pernah mengalami kerentanan keamanan atau pelanggaran data. Fakta ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan terletak pada tempat produksi, melainkan pada lemahnya persyaratan keamanan siber.

Sebagai gantinya, para ahli menyarankan penerapan standar keamanan yang lebih bermakna, seperti enkripsi penyimpanan peta, audit keamanan, pengungkapan kerentanan, dan kebijakan retensi data yang jelas. Pemerintah AS sebenarnya memiliki program Cyber Trust Mark yang dirancang untuk tujuan ini, namun program tersebut belum ada dan jika pun ada, sifatnya akan sukarela.

Catatan kaki dalam pemberitahuan publik FCC menunjukkan bahwa China menjadi perhatian khusus. Pemerintah asing dikhawatirkan dapat memanfaatkan kerentanan pada robotika canggih untuk mengakses data sensitif. Kementerian Perdagangan China telah menyebut kebijakan ini sebagai tindakan “diskriminatif dan menekan terhadap perusahaan dan produk China”.

## Dampak pada Industri dan Konsumen

Larangan ini sebenarnya bukan kebijakan baru. FCC telah menerapkan larangan serupa pada router Wi-Fi dan drone dalam beberapa bulan terakhir. Namun, efektivitas kebijakan ini masih dipertanyakan karena FCC telah memberikan beberapa pengecualian kepada perusahaan router yang tidak memindahkan produksinya ke AS.

Saat ini, jutaan robot vacuum yang sudah ada di rumah-rumah Amerika tetap tidak terpengaruh oleh larangan ini, begitu pula model yang masih dijual. Pertanyaannya, jika produk-produk ini benar-benar berisiko, mengapa sumber risiko terbesar justru dibiarkan tetap ada?

Mehul Nariyawala, presiden dan salah satu pendiri Matic, satu-satunya robot vacuum yang saat ini dirakit di AS, melihat sisi positif dari kebijakan ini. Menurutnya, kebijakan ini “menciptakan kondisi bagi perusahaan rintisan Amerika untuk mendesain, merekayasa, dan membangun semua jenis robot yang dapat dipercaya dalam skala besar”. Namun, ia juga mengakui bahwa transisi ini akan memakan waktu bertahun-tahun.

Harga Matic sendiri akan naik menjadi $1.495 pada bulan September, menunjukkan betapa jauhnya produksi dalam negeri dari harga robot vacuum $300 yang bisa dibeli di Walmart. Sementara itu, pembatasan impor produk baru berarti rumah tangga AS akan kehilangan gelombang inovasi berikutnya dalam kategori yang bergerak cepat ini.

## Persaingan dan Masa Depan Robotika

Produsen China mungkin memulai sebagai pengikut cepat, tetapi mereka telah mengubah industri robot vacuum selama dekade terakhir. Persaingan ketat membawa navigasi yang lebih baik, penghindaran rintangan yang lebih baik, dock yang dapat mengosongkan diri, dan sistem pel basah yang jauh lebih baik. Persaingan ini juga mendorong produsen Amerika keluar dari bisnis; iRobot, pelopor Amerika di bidang ini, mengajukan kebangkrutan tahun lalu dan kini dimiliki oleh mitra manufaktur Chinanya.

Tanpa tekanan kompetitif tersebut, kemajuan di pasar AS akan melambat dan harga akan naik. Colin Angle, salah satu pendiri dan mantan CEO iRobot yang sekarang mengembangkan startup Familiar Machines & Magic, mendukung tujuan kebijakan ini. “Kami melihat ini sebagai bagian dari momen yang lebih luas untuk robotika AS, di mana peluangnya terletak pada membangun kepemimpinan domestik,” katanya.

Sementara itu, produsen robot vacuum China dan pengguna mereka di AS berada dalam ketidakpastian. Produk saat ini akan terus berfungsi dan dijual, tetapi jalan ke depan masih belum jelas. Kabar baiknya, produk yang ada saat ini dapat terus menerima pembaruan keamanan karena FCC tidak mengatur tambalan perangkat lunak kecuali mengubah karakteristik radio perangkat.

Kristen Marion, pimpinan PR global di Eufy yang dimiliki Anker, mengatakan bahwa mereka berencana untuk terus menjual, mendukung, dan memperbarui produk yang ada. “Seperti orang lain di seluruh industri, kami mencari kejelasan lebih lanjut tentang bagaimana aturan itu akan diterapkan pada produk masa depan,” tambahnya.

Yunlin Kong, presiden Narwal Overseas Business, lebih optimis. “Kami tidak akan pergi ke mana-mana. AS adalah salah satu pasar terpenting kami, dan komitmen kami di sini tidak berubah,” ujarnya.

Kekhawatiran yang mendorong kebijakan ini memang sah. Robot vacuum layak mendapatkan pengawasan lebih dari yang mereka terima, terutama karena AI memperluas kemampuan mereka jauh melampaui tujuan awal membersihkan lantai. Namun, larangan manufaktur yang luas yang mengabaikan apa yang sudah ada di rumah Anda dan tidak bisa membedakan produk yang aman dari yang tidak aman tidak menyelesaikan masalah itu. Kebijakan ini hanya memperlambat satu-satunya hal yang benar-benar berhasil: persaingan.

Jika pemerintah ingin robot vacuum yang lebih aman, seharusnya regulasi difokuskan pada cara kerja yang aman, bukan tempat pembuatannya. Perkembangan ini juga menarik untuk dicermati bagi industri robotika secara lebih luas, termasuk perkembangan Zoox Robotaxi dan robotika medis yang terus berkembang, serta robot rumah Samsung Ballie yang mulai menunjukkan tanda-tanda kehadirannya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.