Telset.id – Samsung meluncurkan iklan kontroversial di Brasil yang menampilkan bola mata raksasa tanpa tubuh untuk mempromosikan fitur Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra. Iklan tersebut memperlihatkan bola mata mengerikan yang mengikuti seorang pria di seluruh kota, sebelum akhirnya dihancurkan oleh seorang wanita di kafe dengan mengaktifkan fitur privasi di ponselnya.
Iklan ini, yang digambarkan seperti sesuatu dari novel Stephen King, sengaja dirancang untuk menimbulkan rasa tidak nyaman. Dalam video tersebut, bola mata raksasa muncul di gedung-gedung tinggi dan berbagai sudut kota, menciptakan atmosfer pengawasan yang mencekam. Samsung jelas ingin menyampaikan pesan bahwa privasi adalah hal yang perlu dilindungi, dan cara paling efektif adalah dengan menggunakan teknologi yang tersemat di Galaxy S26 Ultra.
Cara Kerja Privacy Display Galaxy S26 Ultra
Fitur Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra bekerja dengan cara yang cukup cerdas. Ponsel ini memiliki grid hitam yang terintegrasi ke dalam layarnya. Ketika fitur privasi diaktifkan, sebagian piksel pada layar dimatikan, dan grid tersebut naik untuk menyembunyikan tampilan dari sudut pandang tertentu.
Teknologi ini bekerja dengan baik pada tingkat kecerahan rendah. Namun, saat kecerahan layar dimaksimalkan, efektivitasnya bisa berkurang. Untungnya, ada solusi untuk masalah ini. Pengguna dapat mengatur rutinitas khusus sehingga fitur Privacy Display aktif di aplikasi tertentu dan secara bersamaan menurunkan kecerahan layar.
Baca Juga:

Galaxy S26 Ultra Laris Manis di Pasaran
Terlepas dari iklan yang aneh, Galaxy S26 Ultra terbukti menjadi produk yang sukses. Data pasar terbaru dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa Galaxy S26 Ultra terjual lebih baik dibandingkan pendahulunya. Penjualan seri S26 tumbuh 29% year-over-year dibandingkan seri Galaxy S25.
Pertumbuhan ini terjadi di tengah prediksi bahwa pasar smartphone secara keseluruhan akan menyusut tahun ini. Meskipun belum bisa dipastikan apakah fitur Privacy Display menjadi faktor utama di balik lonjakan penjualan, fitur ini jelas berhasil menarik banyak perhatian dan menjadi bahan pemberitaan di berbagai media.

Apakah Privacy Display Benar-benar Game-Changer?
Menurut analisis dari PhoneArena, Privacy Display bukanlah fitur yang revolusioner, melainkan fitur yang “nice-to-have”. Sebenarnya, hampir semua ponsel bisa diubah menjadi perangkat yang melindungi privasi dengan menggunakan pelindung layar privasi fisik. Namun, kelemahan pelindung fisik adalah tidak bisa dimatikan.
Bagi pengguna biasa yang tidak bekerja dengan data sensitif di ponsel, terutama jika tidak melakukannya di tempat umum, fitur ini mungkin tidak akan terasa dampaknya. Namun, bagi individu yang berorientasi pada bisnis dan sering mengoperasikan data sensitif saat bepergian, Privacy Display bisa menjadi penyelamat, terutama jika diatur dengan benar.

Waktu yang Tepat untuk Membeli Galaxy S26 Ultra
Terlepas dari iklan yang aneh, ini adalah waktu yang tepat untuk membeli flagship terbaru Samsung. Perusahaan telah memotong harga sebesar $250 dari model ini dan akan memberikan hingga $720 jika pengguna menukarkan perangkat yang layak.
Samsung juga sedang bersiap untuk meluncurkan Galaxy Z Flip 8 dan Galaxy Z Fold 8 pada musim panas ini. Namun, bagi pengguna yang tidak tertarik dengan ponsel lipat dan menginginkan flagship solid yang akan berfungsi dengan baik dalam tujuh tahun ke depan, Galaxy S26 Ultra adalah pilihan yang patut dipertimbangkan.
Dengan segala kelebihan yang ditawarkan, termasuk fitur Privacy Display yang unik, Galaxy S26 Ultra membuktikan diri sebagai ponsel terbaik Samsung saat ini. Fitur privasi ini mungkin tidak akan mengubah cara Anda menggunakan ponsel secara drastis, tetapi memberikan lapisan keamanan tambahan yang sangat berarti di era digital yang semakin rentan terhadap pengintaian.






Komentar
Belum ada komentar.