Telset.id – Samsung dikabarkan meningkatkan target produksi Galaxy Z Fold 8 Wide secara signifikan menjelang peluncuran. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap persaingan ketat di pasar foldable global dan antisipasi kehadiran iPhone Ultra dari Apple.
Menurut laporan dari outlet Korea ETNews, Samsung berpotensi menambah 200.000 hingga 300.000 unit dari rencana produksi awal tiga bulan untuk Galaxy Z Fold 8 Wide. Keputusan ini menunjukkan optimisme tinggi perusahaan terhadap perangkat lipat pertamanya dengan form factor lebar tersebut.
Informasi yang beredar di supply chain mengindikasikan bahwa Samsung akan secara dinamis menyesuaikan volume produksi untuk setiap model berdasarkan performa penjualan awal ritel setelah periode tiga bulan pertama.
“Samsung’s internal testers are actually very fond of this device,” cuit leaker Ice Universe di platform X pada 28 Mei 2026, merujuk pada Galaxy Z Fold 8 Wide. Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa dummy model berkualitas rendah yang beredar online sebaiknya hanya dijadikan referensi kasar.
Yang menarik, angka produksi awal untuk Galaxy Z Fold 8 Wide dilaporkan mendekati volume produksi Galaxy Z Fold 8 reguler. Hal ini menandakan bahwa ekspektasi internal Samsung terhadap perangkat ini sangat besar.
Nasib Galaxy Z Flip 8 Mulai Dipertanyakan
Berbeda dengan Galaxy Z Fold 8 Wide, situasi untuk Galaxy Z Flip 8 tidak semeriah itu. Laporan yang sama menyebutkan bahwa volume produksi untuk perangkat clamshell tersebut tidak mengalami peningkatan.
Sumber industri memperkirakan target konservatif ini merupakan respons langsung terhadap penurunan penjualan yang dilaporkan untuk Galaxy Z Flip 7 tahun lalu. Meskipun angka pasti belum difinalisasi, indikasi awal menunjukkan Samsung mulai menggeser prioritas dari seri Flip ke seri Fold Wide.
Strategi ini patut dicermati mengingat data dari Counterpoint Research memproyeksikan bahwa 2026 akan menjadi tahun besar bagi perangkat foldable. Pertumbuhan untuk perangkat lipat tipe buku (book-like) diperkirakan mencapai 20% secara global.
Counterpoint juga memperkirakan Apple akan “menggerogoti” sebagian pengaruh Samsung di pasar AS. Namun, Samsung masih diproyeksikan mempertahankan sekitar 31% pangsa pasar foldable global tahun ini, turun dari 40% tahun lalu.
Baca Juga:
Jika proyeksi ini terealisasi, keputusan Samsung untuk memprioritaskan solusi foldable tipe buku tampaknya merupakan langkah yang tepat. Perusahaan tampaknya ingin memanfaatkan momentum pertumbuhan pasar tersebut dengan menghadirkan inovasi form factor baru.
Respon Publik dan Tantangan Form Factor Baru
Meskipun optimisme internal Samsung tinggi, opini publik tentang Galaxy Z Fold 8 Wide ternyata terbelah. Komunitas pengguna mengungkapkan kekhawatiran bahwa form factor lebar ini mungkin membuat tampilan aplikasi menjadi tidak sempurna.
Beberapa pengguna juga mempertanyakan apakah desain passport-style ini akan membuat perangkat terlalu tidak nyaman digenggam dengan satu tangan. Kekhawatiran ini menjadi tantangan tersendiri bagi Samsung dalam meyakinkan konsumen.

Samsung dikabarkan akan mengumumkan perangkat foldable terbarunya pada acara Galaxy Unpacked 22 Juli 2026. Informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi lengkap dan harga terbaru diperkirakan akan diungkap pada acara tersebut.
Perusahaan patut diapresiasi karena berani memecah tradisi dengan menghadirkan form factor baru. Meskipun demikian, langkah ini disebut-sebut sebagai respons langsung terhadap rumor kehadiran foldable buatan Apple.

Pada akhirnya, kesuksesan Galaxy Z Fold 8 Wide akan ditentukan saat perangkat benar-benar dirilis. Jika form factor terbukti sukses dan harganya terjangkau, keputusan Samsung untuk meningkatkan unit produksi awal akan terbukti sebagai langkah yang diperhitungkan dengan matang, bukan sekadar perjudian.
Samsung juga terus mengembangkan inovasi lain seperti pendingin cair untuk perangkat flagship masa depan, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi terdepan.






Komentar
Belum ada komentar.