Ilustrasi chip memori DRAM CXMT yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi lama

Harga RAM CXMT Ternyata Lebih Mahal dari Samsung dan SK hynix

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Modul memori 64GB DDR5-5600 RDIMM berbasis chip CXMT dijual 18.999 CNY ($2.805) di JD.com
  • Modul serupa dari Samsung/SK hynix dijual 18.595 CNY ($2.745), selisih 2,2%
  • CXMT menggunakan teknologi fabrikasi usang sehingga konsumsi daya lebih tinggi dan overclockability rendah
  • Subsidi pemerintah China tidak langsung menekan harga eceran karena faktor rantai pasok
  • Proses validasi ketat dari perusahaan besar seperti Apple dan Corsair menambah biaya
  • Harga akhir tergantung persaingan pasar, kondisi supply-demand, dan strategi pricing distributor

Telset.id – Harapan banyak pengguna bahwa kehadiran memori CXMT akan membuat harga RAM DDR5 semakin murah ternyata tidak sepenuhnya benar. Data terbaru dari pasar China justru menunjukkan modul memori berbasis chip CXMT dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan produk serupa dari Samsung dan SK hynix.

Seorang pengamat pasar melalui akun @harukaze5719 mengungkapkan temuan menarik di platform e-commerce JD.com. Modul memori 64GB DDR5-5600 RDIMM berbasis chip CXMT dibanderol seharga 18.999 CNY atau sekitar $2.805. Sementara itu, modul dengan spesifikasi identik namun menggunakan DRAM dari Samsung atau SK hynix dijual dengan harga 18.595 CNY atau $2.745.

Selisih harga sekitar $60 atau 2,2% ini mungkin terlihat kecil, namun cukup signifikan mengingat banyak pihak memperkirakan produk CXMT akan jauh lebih murah. Di Amerika Serikat, Samsung menjual modul RDIMM 64GB DDR5-5600 buatannya sendiri dengan harga $2.425 di Amazon.com.

Fenomena ini mematahkan asumsi umum bahwa kehadiran pemain baru dari China pasti akan menekan harga memori global secara drastis. CXMT sendiri merupakan produsen DRAM asal China yang telah memasuki rantai pasokan konsumen mainstream melalui kerja sama dengan merek-merek ternama.

Meskipun CXMT mendapat subsidi besar dari pemerintah China, beberapa faktor teknis justru membuat biaya produksinya lebih tinggi. CXMT masih menggunakan teknologi fabrikasi yang lebih tua dibandingkan para pesaingnya. Akibatnya, chip DRAM CXMT mengonsumsi daya lebih besar, memiliki potensi performa lebih rendah, dan kemampuan overclocking yang biasa saja.

“Karena CXMT memproduksi chip memori menggunakan teknologi fabrikasi yang usang, IC DRAM-nya mengonsumsi lebih banyak daya daripada yang dibuat dengan proses manufaktur terbaru, memiliki potensi kinerja yang lebih rendah, dan overclockability yang biasa-biasa saja,” tulis laporan dari Tom’s Hardware yang dikutip Telset.id.

Subsidi pemerintah China memang memungkinkan CXMT dan YMTC menjual produk dengan harga lebih rendah dari biaya produksi sebenarnya. Namun dalam praktiknya, harga jual chip ke produsen modul belum tentu lebih murah secara signifikan.

“Kami tidak tahu penawaran harga CXMT, mereka mungkin setinggi harga dari pabrikan lain dan satu-satunya alasan produsen modul membelinya adalah karena itu satu-satunya chip yang tersedia,” jelas laporan tersebut.

Selain itu, perusahaan cenderung menentukan harga produk berdasarkan apa yang dapat ditanggung pasar, bukan semata-mata pada biaya produksi atau karakteristik produk. Dalam kondisi kapasitas produksi yang terbatas seperti saat ini, CXMT tidak memiliki insentif besar untuk menjual DRAM-nya jauh di bawah harga pabrikan ternama.

Meskipun CXMT mungkin menjual chip dengan harga lebih rendah, dampaknya terhadap harga eceran modul memori di pasaran tidak langsung terasa. Potensi penghematan biaya dari chip yang lebih murah seringkali tidak sampai ke konsumen akhir karena berbagai faktor rantai pasok.

“Apakah potensi penghematan sampai ke pelanggan akhir tergantung pada persaingan pasar, kondisi permintaan-penawaran, dan strategi penetapan harga dari pembuat modul, distributor, dan pengecer,” ungkap laporan tersebut.

Proses validasi yang ketat juga menjadi faktor penambah biaya. Ketika perusahaan besar seperti Apple, Dell, atau Corsair menggunakan SKU chip memori tertentu, chip tersebut harus melalui proses validasi yang ketat dan biasanya diuji secara internal atau oleh kontraktor manufaktur. Proses ini menambah biaya dan menghilangkan perbedaan harga antar pemasok.

CXMT

Sebagai hasilnya, chip memori CXMT mungkin mempermudah kehidupan produsen perangkat keras, namun tidak diharapkan berdampak signifikan pada harga eceran yang dibayar konsumen. Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa kehadiran pemain baru di pasar semikonduktor tidak selalu berarti harga lebih murah bagi pengguna akhir.

Fenomena ini juga menunjukkan kompleksitas rantai pasok memori global. Meskipun ada dorongan untuk menggunakan chip buatan China seperti CXMT, realitas pasar menunjukkan bahwa faktor teknis, biaya produksi, dan strategi harga perusahaan masih menjadi penentu utama harga akhir.

Bagi konsumen yang menantikan RAM DDR5 murah dari CXMT, kenyataan ini mungkin mengecewakan. Namun, persaingan di pasar DRAM tetap akan berlanjut dan bisa saja terjadi perubahan harga di masa mendatang seiring dengan peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi CXMT.

[IMAGE]

Vengeance RGB DDR5 Memory

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.