Hands-on Samsung Galaxy Fold: Layar Lipat Super Premium

hands on Samsung Galaxy Fold Indonesia

Telset.id, Jakarta – Setelah sempat tertunda, Samsung akhirnya merilis Galaxy Fold untuk pasar global, termasuk Indonesia. Tim Telset mendapat kesempatan mencoba langsung smartphone layar lipat tersebut. Bagaimana first impression setelah hands on Samsung Galaxy Fold?

Terpesona, adalah kata yang pas untuk kesan pertama melihat dan menggenggam Galaxy Fold. Bagaimana tidak, Galaxy Fold tampak begitu cantik dengan tampilan layar lipatnya yang begitu inovatif.

{Baca juga: Mewahnya Servis dari Samsung untuk Pengguna Galaxy Fold}

Sebelum berpanjang kalam, yuk langsung simak saja hands-on Samsung Galaxy Fold dari tim Telset.id secara langsung dari lapangan. Enjoy!

Desain

Hands-on Samsung Galaxy Fold

Sudah menjadi kebiasaan Samsung untuk memperkenalkan inovasi di tiap smartphone flagship terbarunya. Tak terkecuali dengan apa yang mereka lakukan pada Samsung Galaxy Fold.

Secara desain, jelas Galaxy Fold tampil berbeda dibanding smartphone lain pada umumnya. Maka dari itu, menurut Samsung, smartphone ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menjadi trendsetter dan juga memiliki eksklusifitas.

“Samsung Galaxy Fold Ini ditunjukkan untuk orang-orang yang menginginkan eksklusifitas dengan desainnya yang baru,” jelas Annisa Maulina, Product Marketing Manager Samsung Mobile Indonesia.

Sebuah inovasi yang paling kentara dari Galaxy Fold sudah pasti adalah layarnya yang bisa dilipat. Galaxy Fold menggunakan sebuah teknologi layar lipat yang disebut sebagai Infinity Flex. Samsung mengaku telah mengembangkan layar ini sejak tahun 2011.

Hands-on Samsung Galaxy Fold

Layar lipat milik Galaxy Fold telah didesain sedemikian rupa dengan engsel yang kuat dan bisa digunakan dalam waktu yang lama. Pihak Samsung mengklaim bahwa layar lipat ini bisa digunakan hingga 200.000 kali proses buka-tutup. Jika layar dibuka-tutup 100 kali per hari, kurang lebih sekitar 5 tahun penggunaan.

Smartphone ini memiliki dua layar, di bagian dalam dan juga luar. Pada bagian dalam, terbentang layar “Infinity Flex” berukuran 7,3 inci beresolusi 1,536 x 2.153 pixel. Layar ini juga sudah menggunakan panel Dynamic AMOLED. Sementara pada bagian luarnya terpasang layar AMOLED 4,6 inci yang dilapisi Corning Gorilla Glass.

{Baca juga: Samsung Klaim Sudah Jual Sejuta Galaxy Fold}

Berbekal ukuran layarnya yang lebar, Samsung juga ingin memaksimalkan produktifitas penggunanya melalui fitur Multi Active Window. Melalui fitur ini, pengguna dapat menjalankan tiga aplikasi sekaligus secara bersamaan dalam satu layar.

Perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut juga memperkenalkan sebuah fitur yang disebut App Continuity. Fitur ini memungkinkan transisi aplikasi dapat tetap berjalan saat Anda beralih dari layar kecil ke layar yang lebih lebar.

Misalnya saat Anda membuka aplikasi Google Maps menggunakan layar kecil di bagian luar. Saat membutuhkan tampilan yang lebih luas, Anda cukup membuka layar bagian dalam dan aplikasi yang sama juga akan terbuka.

Sayangnya pada bagian belakang bodi Galaxy Fold sangat mudah meninggalkan noda sidik jari. Dipastikan Anda harus sering-sering memolesnya. Atau sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan case khusus yang sudah disiapkan Samsung dalam paket penjualannya.

Spesifikasi

Tak hanya ingin bergaya di luar, Samsung Galaxy Fold juga gahar di dalam.  Smartphone lipat ini dijejali chipset Qualcomm Snapdragon 855. Kinerjanya juga akan ditopang melalui RAM 12GB dan memori internal sebesar 512GB.

Spesifikasi yang ditawarkan memang sesuai dengan kelasnya sebagai ponsel flagship. Tak hanya itu saja. Untuk memudahkan penggunanya, Samsung telah menanamkan total enam buah kamera di perangkat Galaxy Fold.

Yup, benar, enam kamera, Rinciannya adalah, pertama, tiga kamera di bagian belakang. Kamera utama dengan resolusi 12MP, kamera telephoto 12MP, dan kamera ultra-wide angle 16MP. Di bagian dalam terpasang dua kamera ganda dengan resolusi 10MP+8MP. Sementara satu kamera sisanya berada di atas layar bagian luar dengan resolusi 10MP.

Bagi Anda yang mencari sensor sidik jari, Anda tidak akan menemukannya di bagian belakang ataupun di dalam layar. Samsung menanamkan sensor sidik jari di bagian sisi samping bodi Galaxy Fold.

Sebagai sumber daya untuk menghidupinya, Galaxy Fold menggendong dual-battery system berkapasitas 4.380 mAh. Berdasarkan penjelasan Samsung, dual-battery ini terpasang di kedua sisi bodi Galaxy Fold, sehingga mampu memberikan daya yang seimbang di layar lipatnya.

Samsung Galaxy Fold resmi hadir di Indonesia dengan banderol harga yang cukup tinggi, yakni Rp 30.888.000. Mengingat harganya yang selangit, Samsung juga menjanjikan layanan purna jual terbaik yang disebut Premier Services.

Premier Services ini menghadirkan layanan customer service selama 24 jam jika pengguna mengalami masalah pada Galaxy Fold. Pengguna Galaxy Fold juga akan memperoleh asuransi layar gratis selama 1 tahun penuh.

Sedikit kabar kurang baik bagi Anda yang menginginkannya tapi belum mendapatkannya, Galaxy Fold sudah ludes terjual di hari pre-order pertama hanya dalam waktu 31 menit. Sehingga Anda mesti lebih bersabar lagi sampai Samsung mengumumkan ketersediaan selanjutnya.

{Baca juga: Samsung Galaxy Fold Ludes dalam 31 Menit di Indonesia}

“Produk Galaxy Fold ini harus dibuat sedetail mungkin dan juga produk ini diimport dari Korea. Kita tidak bisa memberikan tanggal detainya. Kalo kita buka, nanti bisa diliat aja di samsung.com,” jelas Taufiq Furqan, Product Marketing Manager Samsung Mobile.

Samsung mengungkapkan bahwa Galaxy Fold akan mulai dijual secara pre-order di Indonesia mulai hari ini, Jumat, 13 Desember 2019. Nah, buat Anda yang tertarik untuk meminangnya, siap-siap merogoh kocek dalam-dalam. (HLM/HBS)

Simak Video “Review Samsung Galaxy Fold: Communicator Zaman Now”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here