Telset.id β Samsung kembali dikritik karena kebiasaan lamanya. Bocoran terbaru menunjukkan Galaxy Tab S12 Ultra akan hadir dengan desain yang nyaris identik dengan pendahulunya, memicu pertanyaan tentang urgensi perilisan tahunan tablet premium ini.
Bocoran gambar berbasis CAD yang dirilis oleh @OnLeaks bekerja sama dengan Smartphone Checker pada 16 Juli 2026 memperlihatkan bahwa Samsung sepertinya tidak berniat melakukan perubahan kosmetik signifikan pada tablet ultra-tingginya. Ini akan menjadi kali kelima berturut-turut Samsung merilis tablet premium dengan tampilan yang sama.
Galaxy Tab S12 Ultra diprediksi akan mempertahankan layar raksasa 14,6 inci dengan notch yang sama seperti pendahulunya. Meskipun ukuran notch sempat diperkecil pada generasi sebelumnya, keberadaannya masih dianggap mengganggu oleh banyak pengguna.
βSetiap edisi Galaxy Tab Ultra hadir dengan panel Dynamic AMOLED 2X 14,6 inci yang sangat besar, dan notch yang menurut saya tidak perlu,β tulis Adrian Diaconescu dari PhoneArena dalam laporannya.
Ketebalan tablet ini juga disebut tetap sama, yaitu hanya 5,1mm. Samsung memang berhasil menipiskan bodi dari 5,5mm pada Galaxy Tab S8 Ultra, namun setelah itu tidak ada lagi perubahan berarti dalam hal dimensi.

Spesifikasi yang Hampir Sama
Dari segi spesifikasi, hampir tidak ada peningkatan berarti selain prosesor. Baterai 11.600mAh kemungkinan besar tidak akan berubah, terutama jika dimensi perangkat tetap identik. Dukungan pengisian daya 45W juga disebut akan dipertahankan.
Kamera belakang ganda juga disebut tampak sama dengan Galaxy Tab S11 Ultra, yang berarti tidak ada peningkatan di sektor tersebut. Opsi penyimpanan dan RAM juga diprediksi akan dimulai dari 256GB dan 12GB, hingga 1TB dan 16GB, sama seperti generasi sebelumnya.
Satu-satunya area yang hampir pasti mendapatkan peningkatan adalah prosesor. Chip MediaTek Dimensity 9400+ pada Tab S11 Ultra kemungkinan akan digantikan dengan Dimensity 9500 di Tab S12 Ultra. Namun, performanya diperkirakan masih belum bisa menyaingi iPad Pro bertenaga Apple M5 (2025) atau OnePlus Pad 4 dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Pertanyaan besarnya adalah: apakah peningkatan prosesor saja cukup untuk membenarkan perilisan tahunan? Banyak pengamat menilai Samsung seharusnya lebih fokus pada inovasi desain dan fitur daripada sekadar memperbarui chipset setiap tahun.

Harga yang Lebih Mahal
Salah satu kekhawatiran terbesar adalah harga. Galaxy Tab S11 Ultra sebelumnya dijual dengan harga awal $1.199 di AS, namun kemudian naik menjadi $1.299. Galaxy Tab S12 Ultra diperkirakan akan meluncur dengan harga $1.299 tersebut.
Dengan harga yang lebih mahal namun desain dan spesifikasi yang hampir sama, Samsung dinilai akan kesulitan bersaing dengan Apple, Huawei, dan Lenovo di pasar tablet global. Lenovo khususnya disebut memiliki portofolio tablet yang lebih inovatif dan menarik.
βDan kemudian Samsung akan bertanya-tanya mengapa tidak bisa mengejar Apple dan mengapa kehilangan pangsa pasar dari Huawei dan Lenovo,β tulis Diaconescu.
Beberapa pengguna bahkan menyarankan agar Samsung membatalkan perilisan Galaxy Tab S12 Ultra dan memperpanjang masa pakai Galaxy Tab S11 Ultra dengan diskon permanen. Namun, hal itu tampaknya tidak akan terjadi.
Galaxy Tab S12 Ultra diperkirakan akan melakukan debut komersial pada musim gugur 2026. Dengan pendekatan yang minim inovasi, Samsung tampaknya kembali mengandalkan loyalitas pengguna setianya daripada menarik konsumen baru.

Bagi pengguna yang menginginkan pengalaman Android tablet terbaik dan tidak keberatan dengan desain yang stagnan, Galaxy Tab S12 Ultra tetap bisa menjadi pilihan. Namun, bagi mereka yang mencari inovasi dan nilai tambah, mungkin lebih bijak untuk menunggu atau beralih ke merek lain. Pastikan juga untuk selalu melindungi data pribadi saat berbelanja online.
Samsung perlu segera mengevaluasi strategi tablet premiumnya jika tidak ingin terus tertinggal. Inovasi desain dan fitur harus menjadi prioritas, bukan sekadar peningkatan prosesor tahunan yang tidak signifikan. Bagi yang penasaran dengan berita game terbaru, kami juga punya informasi menarik lainnya.
Dengan persaingan yang semakin ketat di pasar tablet, Samsung sepertinya perlu belajar dari kesalahan masa lalu. Mengulang formula yang sama selama lima tahun berturut-turut bukanlah strategi yang berkelanjutan, terutama ketika kompetitor terus berinovasi.





Komentar
Belum ada komentar.