Telset.id ā Framework kembali memperbarui lini laptop termurahnya. Framework Laptop 12 kini hadir dengan peningkatan spesifikasi signifikan, menggunakan chip Intel Core Series 3 terbaru yang menjanjikan efisiensi daya lebih baik. Pembaruan ini menjadi sorotan utama bagi pengguna yang mencari laptop kompak dengan performa modern.
Setelah memperkenalkan model kelas atas dari laptop 13 inci, Framework kini mengalihkan perhatian ke saudara kandungnya yang lebih berwarna dan ringkas. Laptop 12 yang baru diperbarui ini mengusung chip Intel Core Series 3 terbaru serta opsi keyboard backlit dan pembaca sidik jari. Ini merupakan peningkatan hardware yang substansial dari model pertama yang menawan namun harganya cukup mahal.
Framework memanfaatkan peningkatan efisiensi yang dibawa Intel Core Ultra Series 3 pada Framework Laptop 13 Pro. Perusahaan menyatakan bahwa chip non-Ultra level pemula ini membawa manfaat serupa untuk Framework Laptop 12. Dengan demikian, pengguna bisa mendapatkan efisiensi daya yang lebih baik tanpa harus merogoh kocek lebih dalam untuk varian tertinggi.

Versi pre-built dari laptop baru ini menawarkan pilihan chip Core 3, Core 5, atau Core 7, masing-masing dengan RAM 8GB, 16GB, atau 32GB. Framework menyebut Laptop 12 memiliki daya tahan baterai yang lebih baik berkat chip barunya. Secara spesifik, model Core 5 menunjukkan peningkatan daya tahan baterai 70 persen lebih baik saat streaming Netflix dibandingkan versi Core i5 dari Laptop 12 original.
Memulai dengan memori 8GB memang tidak ideal, tetapi ini kemungkinan merupakan cerminan dari masalah RAMaggedon yang dihadapi semua produsen komputer saat ini. Kabar baiknya, pengguna dapat melengkapi Laptop 12 dengan RAM hingga 48GB jika bersedia membayar upgrade seharga $659.
Baca Juga:
Penggunaan chip Intel terbaru juga membawa keuntungan lain, seperti dukungan Thunderbolt 4 pada dua dari empat Expansion Cards yang hot-swappable di Laptop 12, serta RAM DDR5 yang lebih cepat. Layar 12,2 inci memang tidak mengalami peningkatan, tetapi Laptop 12 dapat dikonfigurasi dengan keyboard backlit dan pembaca sidik jari.
Fleksibilitas paling besar tersedia melalui opsi DIY Framework. Namun, model pre-built Core 5 dan Core 7 yang menjalankan Linux sudah dilengkapi kedua fitur tersebut secara default. Seperti Laptop 13 Pro, Laptop 12 juga merupakan salah satu komputer Framework yang dapat hadir dengan Linux terinstal.
Framework menyebut lebih dari 80 persen pemilik Laptop 12 original menjalankan Linux. Karena itu, perusahaan memutuskan untuk menawarkan model baru ini dengan Fedora terinstal, dengan Windows 11 tersedia sebagai upgrade seharga $100. Framework juga mengatakan hardware Laptop 12 baru telah disebarkan ke distro Linux lain agar dukungan siap saat laptop mulai dikirim.
Framework Laptop 12 dibanderol mulai dari $699 untuk konfigurasi pre-built Linux dalam warna hijau, atau $549 untuk versi DIY dalam warna hitam, abu-abu, ungu muda, pink, atau hijau. Framework saat ini sedang menerima pre-order dan berencana mulai mengirimkan laptop baru ini pada bulan Oktober.
Bagi pengguna yang mengikuti perkembangan Framework, kabar ini datang setelah berbagai isu yang melanda perusahaan. Sebelumnya, data pelanggan Framework sempat menjadi perhatian publik. Selain itu, kenaikan harga Laptop 13 Pro akibat RAMaggedon juga mempengaruhi keputusan harga pada model terbaru ini.
Dengan peningkatan spesifikasi ini, Framework Laptop 12 menjadi pilihan menarik di segmen laptop kompak. Kombinasi chip modern, opsi RAM besar, dan dukungan Linux yang kuat menjadikannya perangkat serbaguna untuk berbagai kebutuhan. Komitmen Framework pada hardware bertenaga juga terlihat dari lini produk lain mereka.
Peningkatan daya tahan baterai hingga 70 persen pada model Core 5 menjadi nilai jual utama. Pengguna yang sering bepergian akan merasakan manfaat nyata dari efisiensi chip terbaru ini. Dukungan Thunderbolt 4 juga memperluas konektivitas, memungkinkan transfer data cepat dan dukungan monitor eksternal.
Opsi upgrade RAM hingga 48GB memberikan ruang bagi pengguna yang membutuhkan multitasking berat. Meskipun harga upgrade $659 terbilang mahal, fleksibilitas ini tetap menjadi nilai tambah dibandingkan kompetitor yang seringkali mengunci spesifikasi.
Keputusan Framework untuk menginstal Fedora secara default menunjukkan komitmen serius terhadap komunitas Linux. Dengan lebih dari 80 persen pengguna Laptop 12 original menjalankan Linux, langkah ini merupakan respons langsung terhadap kebutuhan pasar. Opsi Windows 11 sebagai upgrade $100 memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang membutuhkan ekosistem Microsoft.
Pengiriman yang dijadwalkan pada Oktober memberikan waktu bagi calon pembeli untuk melakukan pre-order. Dengan harga mulai $549 untuk versi DIY, Framework Laptop 12 menawarkan nilai menarik di segmen laptop 12 inci. Warna-warna cerah yang tersedia juga menambah daya tarik bagi pengguna yang menginginkan personalisasi.





Komentar
Belum ada komentar.