Proses penyolderan kabel daya langsung ke PCB RTX 5090 oleh TecLab

Eksperimen TecLab: RTX 5090 Tanpa Konektor 16-Pin Berhasil Dinyalakan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • YouTuber TecLab dari Brasil berhasil menyalakan RTX 5090 tanpa konektor 16-pin
  • Metode yang digunakan adalah menyolder kabel listrik langsung ke PCB kartu grafis
  • GPU yang diuji adalah Galax HOF OC LAB XOC RTX 5090D dengan dukungan BIOS OC hingga 2.000W
  • Kartu grafis berjalan normal dan mampu melakukan benchmarking dengan konsumsi daya sekitar 600W
  • Pendinginan menggunakan dua kipas 120mm dan pendingin cair industri dengan air es
  • Eksperimen ini merupakan kritik terhadap desain konektor 16-pin Nvidia yang sering bermasalah
  • Metode ini sangat berisiko dan tidak disarankan untuk ditiru di rumah
  • Komentator forum mengingatkan kabel 12 gauge yang digunakan sudah mendekati batas aman

Telset.id – YouTuber asal Brasil, TecLab, berhasil menyalakan Nvidia GeForce RTX 5090 tanpa menggunakan konektor daya 16-pin yang selama ini menjadi sumber masalah. Alih-alih menggunakan konektor standar, mereka menyolder kabel listrik langsung ke PCB kartu grafis tersebut, sebuah eksperimen ekstrem yang mempertanyakan keandalan desain pabrikan.

Eksperimen ini dilakukan sebagai respons atas keluhan berulang dari komunitas pengguna mengenai konektor 16-pin pada RTX 5090 dan pendahulunya, RTX 4090, yang kerap dilaporkan meleleh atau terbakar. TecLab menyindir solusi ā€œbuatan pabrikā€ Nvidia dengan menunjukkan bahwa menyolder kabel secara asal-asalan justru bisa bekerja lebih andal.

GPU yang digunakan dalam pengujian ini adalah varian Galax HOF OC LAB XOC dari RTX 5090D, yang merupakan kartu grafis kelas atas dengan spesifikasi sangat tinggi. Berbeda dengan RTX 5090 standar yang memiliki satu konektor 16-pin untuk TDP 575W, varian ini dilengkapi dua konektor dan mendukung BIOS OC hingga 2.000W.

Langkah pertama yang dilakukan TecLab adalah melepas heatsink dan kipas bawaan kartu grafis, kemudian menggantinya dengan sistem pendinginan cair. Mereka kemudian mengambil dua set kabel dan menyoldernya tepat di atas kedua konektor daya pada PCB, menghubungkannya ke jalur (trace) konektor tersebut.

Untuk memudahkan proses penyolderan, mereka menggunakan dua adapter yang mengubah kabel 16-pin standar dari PSU menjadi kabel polos yang mudah disolder. Meskipun hasil penyolderan terlihat kurang rapi dan berisiko, eksperimen ini ternyata berhasil.

Setelah proses penyolderan selesai, kartu grafis berhasil dinyalakan dan berjalan dengan normal, bahkan mampu melakukan benchmarking dengan hasil yang cukup baik. Perlu dicatat, GPU ini tidak menggunakan cooler sama sekali—pendinginannya hanya mengandalkan dua kipas 120mm yang diikat longgar ke PCB menggunakan zip-tie, serta pendingin cair industri yang mengalirkan air es ke inti prosesor grafis.

Soldering power wires directly to the PCB of an RTX 5090

Meskipun tidak ada data suhu yang diungkapkan, konsumsi daya kartu grafis ini tercatat sekitar 600W berdasarkan pembacaan sekitar 50A dari meteran daya yang dipasang pada rel 12V. Angka ini jauh melampaui TDP standar RTX 5090, menunjukkan bahwa modifikasi ini benar-benar menguji batas kemampuan kartu grafis.

TecLab menjelaskan bahwa mereka sudah lelah dengan keluhan yang terus-menerus tentang konektor daya 16-pin pada RTX 5090 yang menyebabkan berbagai masalah. Mereka dengan sarkastis mempresentasikan ā€œsolusiā€ ini sebagai jawaban bagi orang-orang yang terlalu banyak mengeluh tentang kartu grafis mahal mereka yang meleleh, serta menunjukkan kepada Nvidia ā€œbagaimana cara melakukannya.ā€

Meskipun eksperimen ini berhasil, penting untuk dicatat bahwa metode ini sangat tidak aman dan tidak boleh ditiru di rumah. Menyolder kabel langsung ke PCB kartu grafis berdaya tinggi seperti RTX 5090 membutuhkan keahlian teknis yang sangat tinggi dan melibatkan risiko kerusakan permanen, cedera, atau bahkan kebakaran.

Yang menjadi sorotan dari eksperimen ini adalah fakta bahwa penyolderan kabel secara terburu-buru ke GPU 900W ternyata berpotensi lebih andal daripada solusi yang dikembangkan oleh pabrikan. Hal ini semakin memperkuat pertanyaan mengapa konektor 16-pin pada kartu grafis ini belum juga ditarik dari pasaran atau diperbaiki secara menyeluruh oleh Nvidia.

Selama ini, banyak alat monitoring eksternal yang dibuat khusus untuk menyelamatkan kartu grafis dengan konektor 16-pin dari kerusakan. Setiap solusi baru yang muncul semakin menegaskan keanehan situasi ini—mengapa pengguna harus membeli perangkat tambahan hanya untuk memastikan kartu grafis seharga $5.000 tidak terbakar?

Seorang komentator di forum juga mengingatkan bahwa penggunaan kabel 12 gauge pada eksperimen ini sebenarnya sudah mendekati batas aman. Kabel tersebut memiliki rating sekitar 24A kontinu (30A puncak), yang berarti total 48A kontinu pada 12 volt setara dengan 576 watt. Meskipun konektor 12VHP memang tidak ideal, konektor tersebut sebenarnya masih ā€œOKā€ pada beban 290 watt per konektor—dan kartu ini memiliki dua konektor.

Eksperimen TecLab ini menjadi bahan perbincangan hangat di komunitas penggemar hardware. Banyak yang menganggap tindakan ini sebagai kritik keras terhadap desain konektor daya Nvidia yang dinilai kurang matang. Meskipun metode yang digunakan sangat ekstrem dan berbahaya, eksperimen ini berhasil membuktikan bahwa masalah konektor 16-pin sebenarnya bisa diatasi dengan cara yang lebih sederhana—meskipun tidak praktis dan sangat berisiko.

Keberhasilan eksperimen ini juga membuka diskusi baru tentang desain kartu grafis di masa depan. Apakah Nvidia akan mempertimbangkan ulang desain konektor dayanya? Atau justru pengguna yang harus beradaptasi dengan solusi ekstrem seperti ini? Yang jelas, eksperimen TecLab menunjukkan bahwa perkembangan teknologi sering kali diikuti oleh tantangan teknis yang tidak terduga.

Bagi pengguna RTX 5090 atau yang berencana membeli kartu grafis ini, penting untuk memahami risiko yang terkait dengan konektor 16-pin. Meskipun tidak semua unit mengalami masalah, keluhan yang tersebar di komunitas menunjukkan bahwa ini bukan sekadar isu terisolasi. Pengguna disarankan untuk memantau suhu dan arus listrik kartu grafis mereka secara berkala.

Eksperimen ini juga menjadi pengingat bahwa inovasi di dunia teknologi tidak selalu datang dari pabrikan besar. Kadang-kadang, justru para penggemar dan modder yang berani mencoba hal-hal di luar kebiasaan yang memicu diskusi penting tentang kualitas produk.

Terlepas dari kontroversi dan risikonya, eksperimen TecLab berhasil menarik perhatian publik terhadap masalah serius yang dihadapi pengguna RTX 5090. Semoga saja Nvidia merespons kritik ini dengan serius dan segera memberikan solusi yang lebih baik untuk masalah konektor daya pada kartu grafis flagship mereka.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.