šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi masalah aplikasi liquid metal yang buruk pada laptop Asus Zephyrus M16

Bahaya Liquid Metal di Laptop Asus Zephyrus M16: Korosi Hingga Hampir Rusak

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Pengguna Asus Zephyrus M16 alami overheating parah dan restart sendiri setelah 3 tahun pemakaian
  • Liquid metal dari pabrik mengikis heatsink dan hampir mencapai silikon CPU
  • Asus mencampur bahan kimia abrasif yang menyebabkan korosi seiring waktu
  • Perbaikan dengan thermal paste GD900 berhasil menurunkan suhu drastis
  • FPS game meningkat tiga kali lipat setelah liquid metal dihilangkan
  • Kasus serupa banyak ditemukan di Reddit pada laptop Asus lainnya
  • Aplikasi liquid metal otomatis di jalur perakitan masih belum sempurna

Telset.id – Seorang pengguna laptop gaming Asus Zephyrus M16 mengalami masalah overheating parah yang menyebabkan perangkat sering restart sendiri. Setelah dibongkar, ditemukan fakta mengejutkan: liquid metal yang diaplikasikan pabrik pada prosesor telah mengikis heatsink dan hampir mencapai silikon CPU. Insiden ini menjadi peringatan nyata tentang risiko penggunaan liquid metal sebagai bahan thermal interface material (TIM) di laptop.

Laptop yang menjadi korban adalah Asus Zephyrus M16 model 2022 dengan prosesor Intel Core i9-12900H. Perangkat ini telah digunakan selama lebih dari tiga tahun oleh pemiliknya yang akrab disapa Nick. Menariknya, laptop tersebut lebih sering digunakan untuk tugas ringan dibandingkan gaming atau beban berat lainnya. Namun, belakangan ini Nick mulai mengalami berbagai masalah seperti overheating, thermal throttling, hingga hard-crash yang membuat laptop mati mendadak.

Sebelum mengalami crash, performa laptop dalam game sudah menurun drastis. Nick merasakan perangkatnya semakin panas dari biasanya, sehingga ia memesan PTM7950 phase change material untuk melakukan repaste pada hardware yang menua. Ia juga menyiapkan thermal paste GD900 sebagai cadangan. Namun, saat membuka laptop, ia menemukan kondisi yang mencengangkan.

Akar Masalah: Aplikasi Liquid Metal yang Buruk

Saat membuka laptop, Nick menemukan bahwa liquid metal pada CPU diaplikasikan dengan sangat buruk. Prosesor yang overheating menyebabkan sebagian liquid metal terbakar dan menempel pada heatsink. Di bawahnya, hanya ada lapisan tipis yang melindungi silikon, dan Asus juga mengaplikasikan liquid metal di atas lapisan tersebut. Cairan konduktif ini bahkan telah tumpah keluar dari ruang khusus yang seharusnya menampungnya.

Kondisi ini sangat berbahaya karena liquid metal bersifat konduktif secara elektrik. Jika cairan ini bersentuhan dengan komponen di sekitarnya, dapat menciptakan microbridges yang menyebabkan korsleting pada komponen tersebut. Lebih parahnya lagi, Asus ternyata mencampurkan bahan kimia abrasif ke dalam liquid metal untuk membuatnya lebih adhesif sehingga menempel lebih baik pada die. Sayangnya, bahan kimia ini mengikis logam seiring waktu dan menyebabkan korosi.

Asus Zephyrus M16 poor liquid metal application

Korosi inilah yang menyebabkan heatsink aus dan hampir merusak lapisan pelindung di bawahnya. Jika pengguna menunda pembongkaran lebih lama, liquid metal bisa saja merembes ke die itu sendiri dan menyebabkan kerusakan permanen. Beruntung, TIM yang bermasalah ini berhasil diangkat tepat waktu, meskipun prosesnya cukup rumit.

Nick menjelaskan bahwa ia menggunakan kapas kering untuk memanipulasi liquid metal yang ada agar mengikis korosi sebelum mengeluarkan semuanya. Ia menggunakan banyak isopropil alkohol dengan cotton sticks untuk membentuk liquid metal menjadi gumpalan yang mudah diambil dengan selotip pelukis. Proses pembersihan ini membutuhkan ketelitian ekstra agar tidak merusak komponen di sekitarnya.

Perbaikan Berhasil: Suhu Turun Drastis dan FPS Meningkat

Setelah CPU dibersihkan sebaik mungkin, Nick mengaplikasikan ulang thermal paste GD900 dan menutup kembali laptopnya. Hasilnya langsung terasa: suhu membaik sepuluh kali lipat dan laptop berjalan jauh lebih dingin. Perlu dicatat bahwa PTM7950 yang dipesan belum tiba, jadi performa diperkirakan akan semakin baik setelah bahan tersebut dipasang.

Random reboots yang sering terjadi akhirnya berhenti. Game yang biasa dimainkan Nick bersama anak-anaknya kini berjalan tiga kali lebih lancar. Menghilangkan liquid metal berhasil melipatgandakan FPS dan mengembalikan Asus Zephyrus M16 ke performa penuhnya. Nick pun menyarankan pengguna lain untuk melakukan hal yang sama.

Ia bahkan mengusulkan agar liquid metal dilarang sepenuhnya dari perangkat elektronik. Menurutnya, bahan ini seharusnya tidak digunakan di laptop karena perangkat portabel sering berpindah tempat. Namun, bahkan GPU diskrit yang diam di tempat selama bertahun-tahun pun menghadapi masalah serupa.

Kasus ini ternyata bukan kasus terisolasi. Pencarian sederhana di Google menemukan belasan postingan berbeda di Reddit tentang masalah liquid metal pada laptop Asus. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi liquid metal secara otomatis di jalur perakitan masih belum sempurna. Meskipun Asus telah menggunakan liquid metal pada mobile dies di laptopnya selama beberapa tahun, konsistensi aplikasinya masih menjadi pertanyaan besar.

Liquid metal sebagai TIM memang memiliki keunggulan dalam konduktivitas termal, tetapi solusi ini sangat tidak konsisten. Masalah yang dialami Nick membuktikan bahwa bahan ini bisa menjadi bumerang jika aplikasinya tidak sempurna. Bagi pengguna laptop gaming yang menggunakan liquid metal, insiden ini menjadi pengingat penting untuk memantau suhu perangkat secara berkala dan waspada terhadap tanda-tanda overheating yang tidak biasa.

Peristiwa ini juga membuka diskusi lebih luas tentang keandalan liquid metal di perangkat konsumen. Meskipun efektif secara termal, risiko korosi dan kebocoran yang ditimbulkannya bisa menjadi masalah serius dalam jangka panjang. Produsen perlu mempertimbangkan kembali apakah liquid metal adalah pilihan tepat untuk laptop yang sering dibawa bepergian dan mengalami getaran.

Bagi pengguna yang mengalami masalah serupa, langkah yang dilakukan Nick bisa menjadi referensi. Namun, perlu diingat bahwa membongkar laptop sendiri memiliki risiko tersendiri dan dapat membatalkan garansi. Jika perangkat masih dalam masa garansi, sebaiknya hubungi layanan resmi untuk penanganan yang lebih aman.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.