📑 Daftar Isi

CXMT bangun fab DRAM keenam di Beijing untuk ekspansi kapasitas produksi

CXMT Bangun Fab DRAM Keenam, Kapasitas Produksi Bisa Berlipat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • CXMT membangun fab DRAM keenam di Beijing setelah IPO senilai USD 8,6 miliar
  • Kapasitas produksi berpotensi melampaui 600.000 WSPM, dua kali lipat kapasitas saat ini
  • CXMT saat ini mengoperasikan tiga fab DRAM 300-mm dengan output sekitar 300.000 WSPM
  • Dan Niles memproyeksikan China bisa menguasai 30% pasar DRAM global pada 2030
  • Apple, Dell, dan HP dikabarkan siap menggunakan memori CXMT untuk perangkat di China
  • Tantangan utama: kontrol ekspor peralatan, keterbatasan litografi, dan kebutuhan insinyur berpengalaman

Telset.id – ChangXin Memory Technologies (CXMT) tengah bersiap membangun pabrik DRAM keenamnya di China. Langkah ini diambil setelah perusahaan berhasil mengantongi dana segar dari initial public offering (IPO) senilai USD 8,6 miliar pada Juli lalu. Reuters melaporkan, jika semua proyek yang diumumkan berjalan sesuai rencana, kapasitas produksi CXMT bisa lebih dari dua kali lipat dalam jangka menengah.

Kabar ini menjadi sinyal kuat bahwa produsen memori asal China tersebut serius mengejar ketertinggalan dari para pemain global seperti Micron, Samsung, dan SK hynix. Bahkan, investment banker Dan Niles meyakini China mampu menguasai 30 persen pangsa pasar DRAM global pada 2030 mendatang, sebagaimana dilansir P Equity Research.

CXMT headquarters

Ekspansi Agresif CXMT

Saat ini, CXMT mengoperasikan tiga fab DRAM 300-mm. Dua di antaranya berada di dekat Hefei dan satu lagi di distrik Yizhuang, Beijing. Berdasarkan laporan tidak resmi, masing-masing fab mampu memproses sekitar 100.000 wafer per bulan. Dengan demikian, total output perusahaan diperkirakan mencapai 300.000 wafer starts per month (WSPM).

Perusahaan sedang membangun fab tambahan di dekat Shanghai dan Hefei. Fab keenam nantinya akan berlokasi di area Yizhuang, Beijing, berdampingan dengan fasilitas yang sudah ada. Setelah semua proyek beroperasi penuh, total kapasitas manufaktur CXMT bisa melampaui 600.000 WSPM. Angka ini dua kali lipat dari kapasitas saat ini, menurut laporan Reuters.

Para peneliti dari Citrini memperkirakan CXMT bisa mengakhiri 2026 dengan kapasitas 350.000 WSPM. Jumlah itu hanya selisih 25.000 WSPM dari target Micron pada akhir tahun. Model Citrini Research bahkan menunjukkan kapasitas produksi CXMT bisa mencapai sekitar 950.000 WSPM pada 2030.

Membangun tiga fab DRAM besar sekaligus merupakan langkah besar, baik dari sisi finansial maupun eksekusi. Namun, bukan rahasia lagi bahwa hampir semua fab milik perusahaan China dibangun menggunakan dana dari pemerintah lokal dan federal melalui model yang dikenal sebagai ‘Hefei model’. Model ini bertujuan mengubah kota menjadi kekuatan ekonomi dengan memanfaatkan proyek berisiko tinggi.

Tidak mengherankan jika Shanghai dan Beijing memberikan bantuan finansial serta bentuk dukungan lain untuk menarik CXMT ke wilayah mereka. Fab Beijing yang sudah ada, yang dioperasikan oleh Changxin Jidian, mendapat dukungan dari E-Town Capital dan Beijing E-Town Technology. Keduanya berafiliasi dengan zona pengembangan Yizhuang, menurut sumber yang dikutip Reuters.

Distrik Yizhuang sendiri telah berkembang menjadi pusat manufaktur semikonduktor yang cukup besar. Kawasan ini sudah menjadi rumah bagi CXMT, SMIC, Naura Technology, dan Xiaomi.

Waktu yang Tepat untuk Pendanaan

Fab yang diusulkan akan berlokasi di distrik Yizhuang, Beijing, sekitar 20 kilometer tenggara pusat kota. Di lokasi tersebut CXMT sudah mengoperasikan fasilitas manufaktur DRAM 300-mm. Kapasitas produksi yang direncanakan dan total investasi modal untuk proyek ini belum diungkapkan. Reuters mencatat, fab DRAM leading-edge biasanya memakan biaya lebih dari USD 10 miliar.

Sumber yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan perusahaan sedang mencari setidaknya 60 juta yuan (sekitar USD 8,9 juta) dalam bentuk dukungan finansial dari Beijing Economic-Technological Development Area. Sejumlah perusahaan teknologi milik negara juga dikabarkan tertarik untuk berpartisipasi. Diskusi masih dalam tahap awal, dan baik ukuran keseluruhan maupun struktur paket pembiayaan belum final.

Dari sudut pandang CXMT, ini adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan suntikan dana. Pasalnya, perusahaan bisa menjual seluruh output DRAM-nya dengan harga bagus ke berbagai pelanggan. Mereka termasuk pembuat PC dan server domestik seperti Lenovo, serta merek global seperti Micron, Samsung, dan SK hynix yang memprioritaskan pengiriman output DRAM mereka ke sektor AI.

Apple, Dell, dan HP dikabarkan telah memenuhi syarat memori CXMT dan siap menggunakannya di perangkat yang dijual di China. Sementara itu, Acer dan Asus sudah mulai menggunakan DRAM dari produsen China tersebut. Jika CXMT menandatangani kontrak pasokan jangka panjang dengan pembuat PC terkemuka dunia, hampir dipastikan output mereka akan laku terjual dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini membenarkan investasi untuk ekspansi.

CXMT DRAM facility render image

Peluang Kuasai 30 Persen Pasar DRAM

Dan Niles, pendiri Niles Investment Management, meyakini banyak investor menyepelekan seberapa besar pangsa pasar yang bisa direbut CXMT dalam beberapa tahun ke depan. Argumennya berakar dari pergeseran kepemimpinan pasar DRAM secara historis.

Pada 1975, perusahaan Amerika menguasai 95 persen pasar DRAM, dengan Intel sendiri memegang 75 persen. Jepang kemudian mengubah DRAM menjadi bisnis komoditas dan meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 80 persen pada 1985, sementara AS jatuh ke 10 persen dan kemudian hanya 2 persen pada 1990. Korea Selatan mengulangi strategi serupa pada pertengahan 1980-an dan akhirnya menggusur pemasok Jepang. Kini Korea Selatan menyumbang sekitar 62 persen produksi DRAM global.

Dengan investasi Micron senilai ratusan miliar dolar untuk kapasitas DRAM di AS, negara tersebut diproyeksikan kembali meraih kehadiran besar di kancah DRAM global. China pun disebut bisa menguasai 30 persen pasar pada 2030, menurut Niles.

China sendiri sudah mengonsumsi sekitar 30 persen output memori global. Negara ini memproduksi ratusan juta PC dan smartphone baik untuk konsumsi domestik maupun global. Wajar jika China berupaya memproduksi memori komoditas sebanyak mungkin secara lokal. Dengan dorongan swasembada semikonduktor dan kesediaan menginvestasikan dana besar di fab domestik, China berpotensi cepat meraih pangsa produksi DRAM.

Pemerintah China bahkan dikabarkan meminta CXMT untuk berbagi teknologi prosesnya dengan perusahaan lain. Hal ini menunjukkan keseriusan Beijing dalam mendorong produksi DRAM dalam negeri.

Tantangan yang Menghadang

Ada beberapa faktor, baik teknologis maupun politis, yang bisa memperlambat ekspansi CXMT dan China secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Pertama, ada kontrol ekspor yang mencegah entitas China mendapatkan peralatan fab canggih yang dibutuhkan untuk membuat DRAM menggunakan teknologi proses kelas 18nm atau lebih maju. Jika RUU MATCH Act yang diusulkan disahkan, pembatasan terhadap perusahaan China akan semakin ketat dan mengurangi kemampuan ekspansi mereka.

Kedua, meskipun CXMT menemukan cara memproduksi DRAM lebih canggih menggunakan peralatan yang relatif ketinggalan zaman, mereka tetap perlu mendapatkan peralatan tersebut dalam jumlah besar untuk meningkatkan output. Sementara itu, perusahaan seperti ASML memiliki kapasitas produksi yang relatif terbatas. CXMT bukan satu-satunya produsen memori yang ingin memperluas kapasitas produksinya. Meskipun SMEE dan SiCarrier sedang mengembangkan peralatan litografi di China, mereka diperkirakan belum bisa meningkatkan produksi pemindai DUV immersion ke level yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

Ketiga, membangun fab adalah satu hal, mengoperasikan produksi DRAM leading-edge dengan hasil tinggi adalah hal lain. China telah merekrut insinyur dari Micron, Samsung, SK hynix, dan TSMC selama bertahun-tahun. Namun, meningkatkan skala dari tiga menjadi enam fab atau lebih membutuhkan ribuan insinyur proses, yield, perangkat, litografi, dan integrasi yang berpengalaman. Membangun fab di lokasi yang berdekatan memungkinkan CXMT berbagi pengalaman dan pengetahuan secara internal.

Selanjutnya, memperluas kapasitas wafer saja tidak cukup. Produsen DRAM harus terus bermigrasi ke teknologi proses yang lebih halus untuk tetap kompetitif dari segi biaya. Jika kontrol ekspor menunda akses ke peralatan atau material yang dibutuhkan untuk node ini, fab China bisa berakhir memproduksi lebih banyak wafer dengan biaya per bit lebih tinggi daripada pesaing.

Terakhir, sebagian anggota parlemen Amerika ingin melarang perusahaan berbasis AS membeli memori dari CXMT dan vendor China lainnya. Mereka meyakini China ingin mengambil alih pangsa pasar DRAM yang cukup besar untuk kepentingan strategisnya. Jika usulan ini menjadi undang-undang, permintaan terhadap DRAM buatan China akan turun. Produksi tersebut mungkin masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi belum tentu cukup untuk membenarkan pembangunan 10 fab DRAM besar atau lebih.

CXMT DDR5 memory chip image

Ekspansi CXMT ini menjadi perkembangan penting dalam industri semikonduktor global. Keberhasilan perusahaan merealisasikan rencana ambisiusnya akan mengubah peta persaingan DRAM dunia. Sementara itu, dinamika geopolitik dan ketersediaan peralatan akan sangat menentukan seberapa cepat China bisa mewujudkan ambisinya menguasai pasar memori global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.