Telset.id – Google Pixel 10 dan sejumlah perangkat Pixel lainnya masih mengalami masalah pemborosan baterai yang sudah berlangsung selama empat bulan sejak pembaruan Maret 2026. Keluhan ini bukan sekadar isu kecil; pengguna melaporkan penurunan drastis daya tahan baterai, bahkan ada yang kehilangan 10% daya hanya dalam semalam.
Masalah ini pertama kali muncul setelah Google merilis pembaruan pada Maret 2026. Alih-alih meningkatkan performa, pembaruan tersebut justru memicu bug yang membuat baterai perangkat Pixel boros. Seorang kontributor PhoneArena, Aman Kumar, yang menggunakan Pixel 10 sebagai ponsel utama, mengonfirmasi bahwa ia merasakan sendiri penurunan signifikan pada daya tahan baterai setelah pembaruan tersebut.
Baca Juga:
Menurut laporan dari rekan Kumar, Alan, akar permasalahan ini terletak pada CPU chipset Tensor yang gagal masuk ke mode Deep Doze. Saat layar ponsel dimatikan, seharusnya prosesor memasuki kondisi daya paling rendah. Namun, karena bug ini, CPU tetap aktif bekerja sehingga baterai terkuras lebih cepat dari biasanya. Dampaknya sangat nyata: sebelum pembaruan Maret, Pixel 10 mampu bertahan hingga 7-8 jam pemakaian layar. Setelah pembaruan, angka tersebut sulit dicapai, dan beberapa pengguna bahkan melaporkan daya tahan baterai berkurang setengahnya.
Pixel 10 sendiri dibekali baterai berkapasitas 4970 mAh. Angka ini memang lebih kecil dibandingkan kompetitor seperti OnePlus 15 yang memiliki baterai 7300 mAh. Namun, berkat optimalisasi perangkat lunak dan chip Tensor G5, Pixel 10 biasanya mampu memberikan daya tahan yang kompetitif, bahkan melebihi iPhone 17 yang hanya bertahan sekitar 6 jam 13 menit dalam pengujian. Sayangnya, keunggulan ini sirna akibat bug yang belum kunjung diperbaiki.
Yang lebih mengkhawatirkan, masalah ini tidak terbatas pada Pixel 10 saja. Pengguna dari Pixel 6 hingga Pixel 10, termasuk jajaran Pixel Fold, melaporkan mengalami masalah serupa. Bahkan, salah satu utas diskusi di Google Issue Tracker mencapai batas komentar, yang menurut Kumar adalah pertama kalinya ia melihat hal tersebut. Ini menunjukkan betapa meluasnya dampak dari bug ini.
Berbagai upaya telah dilakukan pengguna untuk mengatasi masalah ini. Kumar sendiri mencoba membatasi aplikasi yang boros daya di latar belakang, menonaktifkan Always On Display, beralih ke mode gelap, mengaktifkan mode hemat daya, dan mengaktifkan Adaptive Connectivity yang secara otomatis menurunkan koneksi 5G. Namun, hasilnya tidak memuaskan. Daya tahan baterai hanya membaik sedikit dan tidak kembali ke level sebelum pembaruan Maret.
Opsi untuk melakukan roll back ke versi sistem operasi sebelumnya pun sudah tertutup. Google merilis anti-rollback bootloader untuk perangkat Pixel 10 pada pembaruan Mei 2026, yang secara permanen mencegah pengguna untuk kembali ke versi lama. Hal ini membuat pengguna tidak memiliki jalan keluar lain selain menunggu perbaikan resmi dari Google.
Hingga saat ini, Google memang telah mengakui adanya masalah tersebut dan meminta pengguna untuk mengirimkan laporan bug. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab pasti dari battery drain ini, apalagi solusi permanennya. Aman Kumar, yang juga menulis untuk PhoneArena, mengaku setiap bulan berharap pembaruan berikutnya akan menyertakan perbaikan, namun harapannya selalu pupus. Ia menulis, “Saya memasuki setiap bulan dengan harapan perusahaan akan menyertakan perbaikan dalam pembaruan bulan itu, tetapi sejauh ini saya selalu kecewa.”
Situasi ini menjadi pengingat betapa krusialnya pengujian perangkat lunak sebelum dirilis ke publik. Sebuah pembaruan yang seharusnya meningkatkan pengalaman pengguna justru berubah menjadi mimpi buruk yang berlangsung berbulan-bulan. Bagi pengguna setia Pixel, kepercayaan terhadap konsistensi kualitas perangkat lunak Google kini tengah diuji.
Kabar terbaru mengenai warna Pixel 11 yang bocor mungkin menarik, namun bagi pengguna yang saat ini terjebak dengan baterai boros, perbaikan untuk ponsel mereka adalah prioritas utama. Semoga Google segera memberikan solusi di pembaruan berikutnya.
Bagi Anda yang mengalami masalah serupa, terus pantau pembaruan sistem dan jangan ragu untuk melaporkan bug melalui saluran resmi Google. Satu-satunya harapan saat ini adalah kesabaran menunggu fix resmi dari Google.





Komentar
Belum ada komentar.