Telset.id – Apple disebut-sebut akan meluncurkan ponsel lipat pertamanya, yang dikenal dengan nama iPhone Ultra, pada September 2026. Namun, alih-alih disambut antusiasme, perangkat ini justru mencatatkan performa terburuk dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh PhoneArena. iPhone Ultra hanya meraih 9,93% suara, jauh tertinggal dari Samsung dan Huawei.
Hasil jajak pendapat tersebut mengungkapkan bahwa mayoritas pembaca justru lebih memilih perangkat lipat dari vendor lain. Samsung mendominasi dengan 57,19% suara, disusul Huawei di posisi kedua dengan 21,93%, dan Google dengan 10,96%. Artinya, ponsel lipat Apple bahkan kalah populer dari Pixel Fold lawas yang dirilis pada 2023.
Jajak pendapat ini berjudul “Who nailed the short and wide design?” dan berkaitan dengan tren terbaru di industri ponsel lipat, yaitu form factor “passport”. Bentuk ini lebih lebar daripada tinggi, memberikan aspek rasio menyerupai tablet yang ideal untuk konsumsi video. Samsung baru saja mengumumkan Galaxy Z Fold 8 yang mengadopsi desain ini, sementara iPhone Ultra masih berupa rumor dan bocoran.
Telset.id – Mengapa iPhone Ultra bisa tampil buruk dalam jajak pendapat ini? Salah satu alasannya adalah ketidakpercayaan pembaca terhadap perangkat yang belum dirilis. Berbeda dengan Samsung, Huawei, dan Google yang sudah secara resmi mengumumkan dan memamerkan ponsel lipat lebar mereka, iPhone Ultra masih berstatus bocoran yang akan hadir beberapa minggu lagi. Para pemilih tampaknya enggan memberikan kepercayaan pada produk yang belum terbukti.
Selain itu, banyak yang meragukan kesempurnaan perangkat generasi pertama. Seperti yang diungkapkan dalam artikel sumber, perangkat generasi pertama seringkali memiliki berbagai masalah atau “hiccups”. Kekhawatiran ini wajar mengingat Apple belum pernah merilis ponsel lipat sebelumnya, sehingga kualitas hardware dan software-nya masih menjadi tanda tanya besar.
Pertanyaan lain yang diajukan dalam jajak pendapat adalah “What will make you love the iPhone Ultra?” dengan pilihan jawaban: harga yang masuk akal, harapan tidak ada banyak masalah, pengalaman software yang luar biasa, atau tidak tertarik sama sekali. Hasil voting dari 16 suara menunjukkan keraguan publik terhadap daya tarik perangkat ini.
Meskipun Galaxy Z Fold 8 belum resmi beredar di pasaran, banyak reviewer yang sudah mendapatkan kesempatan hands-on. Salah satunya mengaku hanya menggunakan Galaxy Z Fold 8 selama satu jam, tetapi itu sudah cukup untuk meyakinkannya. Hal ini menunjukkan bahwa Samsung berhasil membangun kepercayaan melalui produk nyata, bukan sekadar rumor.
Di sisi lain, Apple masih harus bekerja keras untuk meyakinkan konsumen bahwa iPhone Ultra layak ditunggu. Ketidakpopuleran ini bisa menjadi sinyal bagi Cupertino untuk lebih transparan mengenai spesifikasi dan fitur unggulan perangkat lipat pertamanya.
Baca Juga:
Meskipun iPhone Ultra diprediksi akan menjadi hit besar dan mendorong adopsi ponsel lipat di kalangan masyarakat umum, hasil jajak pendapat ini menunjukkan realita yang berbeda. Para pembaca PhoneArena, yang merupakan penggemar teknologi, justru lebih memilih produk kompetitor yang sudah terbukti.
Ketidakpercayaan ini juga bisa dikaitkan dengan strategi Apple yang selama ini dikenal tertutup. Sementara Samsung dan Huawei aktif memamerkan inovasi mereka, Apple masih menyimpan rapat-rapat detail iPhone Ultra. Hal ini menciptakan kesenjangan ekspektasi yang sulit dijembatani.
Perlu dicatat bahwa jajak pendapat ini mencerminkan opini dari kelompok penggemar teknologi yang mungkin memiliki preferensi berbeda dengan konsumen umum. Namun, data ini tetap menjadi indikator awal yang menarik mengenai sentimen pasar terhadap ponsel lipat Apple.
Kedepannya, Apple perlu melakukan pendekatan yang lebih agresif untuk membangun kepercayaan. Baik melalui bocoran spesifikasi yang lebih detail, kolaborasi dengan influencer teknologi, atau bahkan memberikan akses awal kepada reviewer terpilih.
Satu hal yang pasti, persaingan di segmen ponsel lipat semakin memanas. Samsung dengan Galaxy Z Fold 8-nya, Huawei dengan inovasi desainnya, dan Google dengan Pixel Fold-nya telah menunjukkan kemampuan mereka. Apple harus bisa membuktikan bahwa iPhone Ultra layak mendapatkan tempat di hati konsumen.
Hasil jajak pendapat ini juga menunjukkan bahwa brand recognition saja tidak cukup. Meskipun Apple adalah salah satu perusahaan teknologi paling berharga di dunia, konsumen tetap kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh nama besar. Mereka menginginkan produk yang inovatif, andal, dan sesuai dengan kebutuhan.
Bagi Apple, tantangan terbesarnya bukan hanya merilis ponsel lipat, tetapi juga meyakinkan pasar bahwa perangkat tersebut lebih unggul dari kompetitor yang sudah lebih dulu eksis. Jika tidak, iPhone Ultra bisa menjadi produk yang kurang diminati, setidaknya di kalangan early adopters.
Sebagai informasi tambahan, tren ponsel lipat dengan desain “passport” atau lebih lebar dari tinggi memang sedang naik daun. Form factor ini dianggap lebih nyaman untuk menonton video, membaca, dan multitasking dibandingkan ponsel lipat tradisional yang cenderung tinggi dan sempit.
Samsung Galaxy Z Fold 8 menjadi salah satu pelopor dalam tren ini, dan respon positif dari para reviewer menjadi modal berharga bagi Samsung. Sementara itu, Huawei dan Google juga tidak ingin ketinggalan dengan menghadirkan perangkat lipat dengan desain serupa.
Apple, yang dikenal sebagai perusahaan yang sering mengadopsi tren setelah matang, mungkin merasa perlu waktu untuk menyempurnakan produknya. Namun, keterlambatan ini juga berisiko membuat mereka kehilangan pangsa pasar yang sudah diraih oleh kompetitor.
Pada akhirnya, kesuksesan iPhone Ultra akan sangat bergantung pada kualitas produk akhir, harga yang kompetitif, dan strategi pemasaran yang efektif. Jika Apple mampu menghadirkan ponsel lipat yang benar-benar inovatif dan bebas masalah, bukan tidak mungkin sentimen negatif ini akan berubah.
Namun, jika iPhone Ultra hadir dengan harga yang terlalu tinggi atau masalah teknis yang signifikan, hasil jajak pendapat ini bisa menjadi pertanda awal dari kegagalan produk tersebut. Waktu akan menjawab apakah Apple bisa membalikkan keadaan.
Untuk saat ini, para penggemar teknologi dan calon konsumen hanya bisa menunggu peluncuran resmi iPhone Ultra pada September mendatang. Sampai saat itu tiba, dominasi Samsung dan Huawei di segmen ponsel lipat sepertinya akan terus berlanjut.





Komentar
Belum ada komentar.