Telset.id ā Startup Atlas memperkenalkan produk pertamanya berupa wearable EEG yang dirancang untuk memantau seberapa hadirnya seseorang dalam momen saat ini. Perangkat bernama Atlas 1.0 ini menempel di kulit belakang telinga menggunakan bantalan perekat dan mampu merekam gelombang otak, aktivitas elektrodermal, gerakan, serta tanda vokal penggunanya.
Semakin banyak distraksi, semakin sulit menjaga fokus pada aktivitas yang sedang dijalani. Kondisi ini menjadi masalah karena membuat seseorang menjadi partisipan yang kurang aktif dalam kehidupannya sendiri dan kurang baik untuk kesehatan mental jika terus-menerus introspeksi. Atlas hadir untuk menjawab masalah tersebut melalui teknologi yang dapat mengukur tingkat kehadiran pengguna secara kuantitatif.
Algoritma yang dimiliki Atlas 1.0 diklaim mampu mengukur ke mana arah sumber daya kognitif dan atensi pengguna berada. Jika metrik menunjukkan fokus mengarah ke dalam diri, tetapi pengguna sedang bersama keluarga pada saat itu, maka dapat disimpulkan pengguna tidak cukup terlibat dalam interaksi tersebut.

Fitur dan Cara Kerja Atlas 1.0
Pengguna dapat membuka aplikasi khusus yang hanya tersedia di iOS untuk memahami seberapa hadir dirinya, bagaimana performa di bawah tekanan, dan seberapa baik pemulihan dari stres. Dari aplikasi tersebut, pengguna dapat mencatat aktivitas yang dilakukan di setiap tahap hari untuk mengetahui kegiatan apa yang bermanfaat dan apa yang tidak.
Tujuan yang lebih luas dari perangkat ini adalah membantu pengguna mengidentifikasi kondisi dan situasi yang memunculkan performa terbaik mereka, sehingga dapat dilakukan lebih sering. Atlas 1.0 tidak merekam ucapan pengguna, melainkan hanya mencatat aktivitas dan pola bicara sebagai cara untuk mengidentifikasi kondisi pengguna pada waktu tertentu.
Data yang dikumpulkan meliputi gelombang otak, aktivitas elektrodermal, gerakan, dan tanda vokal. Seluruh data tersebut diproses melalui algoritma untuk menghasilkan metrik kehadiran yang dapat dipahami pengguna melalui aplikasi pendamping.
Baca Juga:
Harga dan Ketersediaan
Atlas membuka pre-order untuk produksi pertama perangkat keras ini dengan menyasar kalangan yang mengejar peningkatan performa marginal. Harga yang ditawarkan adalah 500 dolar AS atau sekitar Rp 7,7 jutaan, ditambah langganan bulanan sebesar 30 dolar AS untuk penggantian sensor dan bantalan perekat.
Perusahaan menyadari bahwa masih terlalu dini untuk menilai seberapa sukses Atlas 1.0 dalam membantu pengguna mencapai tujuan mereka. Namun, langkah pre-order ini menunjukkan keseriusan Atlas dalam memasarkan teknologi pemantau kehadiran pertama mereka.
Kehadiran Atlas 1.0 menambah daftar produk wearable yang berfokus pada kesehatan mental dan produktivitas. Dengan pendekatan yang mengukur kondisi kognitif secara langsung, perangkat ini menawarkan cara baru bagi pengguna untuk memahami pola fokus dan performa mereka sehari-hari.
Meskipun aplikasi yang menyertainya saat ini hanya tersedia untuk iOS, Atlas 1.0 tetap menjadi salah satu perangkat yang menarik untuk diperhatikan di kategori wearable EEG. Pengguna yang tertarik dapat melakukan pre-order untuk mendapatkan unit pertama dari produk ini.
Perlu dicatat bahwa keberhasilan Atlas 1.0 dalam memberikan manfaat nyata bagi pengguna masih perlu dibuktikan melalui penggunaan jangka panjang. Namun, pendekatan yang ditawarkan membuka peluang bagi pengguna untuk lebih memahami kondisi mental mereka secara terukur.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.