Telset.id – Proyek AP30 Music Boy dari HIDIZS resmi menutup kampanye Kickstarter dengan dana terkumpul mencapai HK$3.954.885 atau sekitar US$504.311 (sekitar Rp8 miliar). Angka ini jauh melampaui target awal yang hanya HK$40.000 atau sekitar US$5.100, atau lebih dari 98 kali lipat. Perangkat pemutar musik hi-res yang mengadopsi estetika Game Boy ini dijadwalkan mulai dikirim pada Oktober 2026, dan menjadi bukti bahwa minat pasar terhadap perangkat “dumb tech” atau teknologi minimalis terus tumbuh.
Kampanye yang digagas HIDIZS ini bukan proyek pertama bagi brand tersebut. Sebelumnya, HIDIZS telah beberapa kali menjalankan kampanye serupa untuk berbagai pemutar audio dan perangkat pendukungnya. Keberhasilan AP30 Music Boy menegaskan posisi HIDIZS di segmen audio portabel yang mengutamakan pengalaman mendengarkan musik secara fokus, tanpa gangguan notifikasi dari smartphone.
Meski kampanye utama telah berakhir, calon pembeli yang terlambat masih memiliki kesempatan untuk bergabung melalui skema late backers. Ini menjadi kabar baik bagi audiophile yang baru mengetahui proyek ini setelah kampanye ditutup.
Spesifikasi AP30 Music Boy: Kecil Tapi Hi-Res
AP30 Music Boy hadir dalam dua varian. Model aluminium memiliki bobot 80 gram, sedangkan model plastik ringan hanya 56 gram. Desainnya dibuat sangat portabel dengan tiga opsi membawa: case magnetik yang menempel ke ponsel, lanyard, atau klip tas untuk dipasang di tote bag dan ransel.
Untuk ukuran perangkat sekecil ini, spesifikasinya tergolong mumpuni bagi penggemar audio:
- Layar: 2,0 inci (296×240) HD IPS
- Master chip: RKNanoD
- DAC chip: CS43198
- AMP chip: RT6863
- Output: port 3,5mm atau 4,4mm, Bluetooth 5.3
- Penyimpanan: tanpa storage internal, mendukung microSD hingga 256GB
- Baterai: 1200mAh, daya tahan 8–10 jam via kabel dan 6–8 jam nirkabel
- Dukungan playback: MP3, WAV, APE, FLAC, ALAC, OGG, WMA, DSF, dan DFF, PCM hingga 192kHz/24-bit serta native DSD256
Perangkat ini mengandalkan tombol fisik di bagian depan dan scroll wheel di sisi samping. Pengguna bisa memilih 6 preset EQ berbeda atau membuat pengaturan sendiri. AP30 Music Boy juga dapat dihubungkan langsung ke ponsel atau komputer via USB-C dan berfungsi sebagai DAC portabel, mendekode audio dari perangkat dan mengeluarkannya dalam kualitas lebih tinggi.

Selain memutar musik, Music Boy dapat difungsikan sebagai pembaca e-book. Perangkat ini juga menyertakan 6 game retro berbeda, seperti permainan bergaya Tetris dan Snake.
Baca Juga:
Mengapa Perangkat “Dumb” Kembali Diminati
Popularitas AP30 Music Boy tidak lepas dari tren kebangkitan perangkat “dumb” yang mengutamakan minimalisme dan kemampuan offline. Beberapa tahun terakhir, pasar teknologi melihat kembali kehadiran flip phone yang menolak media sosial hingga pemutar musik berbasis estetika. Pencarian untuk iPod vintage juga dilaporkan melonjak, seiring sulitnya menjadikan sesi mendengarkan musik sebagai pengalaman yang utuh ketika musik terikat pada smartphone.
Kampanye Kickstarter Music Boy merangkum fenomena ini dengan pernyataan: “Smartphones killed the dedicated music player — but they also killed the magic.” Bagi siapa pun yang ingin lepas dari aliran notifikasi dan pesan yang konstan namun tetap menikmati lagu, perangkat seperti Music Boy menjadi solusi yang ditawarkan.

Tren ini juga berkaitan erat dengan Gen-Z yang dikenal menyukai fashion Y2K dan estetika retro. Bagi generasi yang saat masa kejayaan internet diisi forum-forum khusus dan animasi Flash lucu masih anak-anak atau bahkan belum lahir, penggunaan perangkat “dumb” menjadi cara terdekat untuk merasakan pengalaman tersebut. Mengingat dampak kesehatan mental yang sering menyertai kondisi selalu online, terutama dengan meningkatnya proliferasi AI, daya tarik teknologi yang lebih sederhana sulit ditolak.
Fenomena ini juga tercermin dari berbagai inovasi lain di industri, seperti hadirnya konsol Game Boy kecil dengan harga lebih murah, serta fitur-fitur yang memberi pengguna kendali lebih atas apa yang mereka lihat, misalnya fitur baru Facebook untuk menjelaskan alasan sebuah postingan muncul di beranda.
Sementara itu, di sisi perangkat keras, kompetisi terus berjalan. Motorola dikabarkan akan meluncurkan Motorola Signature 27 pada 22 September 2026 dengan Snapdragon baru, menandakan bahwa pasar perangkat pintar tetap dinamis di tengah kebangkitan teknologi minimalis.
Keberhasilan AP30 Music Boy menunjukkan bahwa permintaan terhadap perangkat yang menempatkan pengalaman pengguna di atas konektivitas tanpa henti masih kuat. Dengan pengiriman yang dijadwalkan Oktober 2026, HIDIZS kini menghadapi tantangan untuk memenuhi ekspektasi lebih dari 98 kali target awal kampanyenya.





Komentar
Belum ada komentar.