Gizmo

Amazon Siapkan Alat Pelacak Tidur dengan Radar

Ida Farida
Share

Telset.id, Jakarta – Amazon dilaporkan telah mendapat restu dari FCC untuk menggunakan radar 60GHz dalam pelacakan tidur. Seperti halnya Google dengan Nest Hub, dengan alat pelacak tidur ini pengguna dapat memeriksa masalah tidurnya tanpa harus mengenakan perangkat seperti gelang atau semacamnya.

Dilaporkan Engadget, Minggu (11/07/2021), teknologi ini juga dapat digunakan untuk navigasi gerakan, terutama bagi penderita mobilitas atau gangguan bicara yang akan mencegah mereka menggunakan perintah konvensional.

Amazon tidak memberikan banyak petunjuk tentang produk yang akan menggunakan pelacakan radar, tetapi mereka menggambarkan perangkat sebagai “non-ponsel.” Dengan kata lain, mereka lebih cenderung menjadi perangkat echo yang memantau istirahat pengguna dari meja nakas.

{Baca juga: Amazon Merek Paling Berharga, Nilai Tesla dan TikTok Meroket}

Belum diketahui kapan Amazon akan merilis perangkat keras yang dilengkapi radar. Diluncurkannya Echo Show baru-baru ini, yang tidak dilengkapi peralatan itu, menunjukkan bahwa penantian mungkin masih akan panjang.

Amazon sendiri diketahui memiliki insentif yang kuat untuk memperbarui lini perangkatnya. Terlepas dari persaingan dengan Google, raksasa internet ini membuat terobosan besar dalam bidang kesehatan dengan Halo dan layanan seperti Amazon Pharmacy.

Kini, pelacakan tidur berbasis radar diyakini dapat membuat Echo menjadi alat kesehatan yang bisa diandalkan. Tak hanya sekedar teman yang praktis untuk memainkan musik atau mengendalikan rumah pintar.

Amazon Perkuat Posisi di Industri Musik

Selain merambah dunia kesehatan dengan Echo Show dan Amazon Pharmacy-nya, raksasa internet asal Amerika Serikat ini juga semakin mengukuhkan posisinya di industri musik. Belum lama ini, Amazon Music telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi Wondery, sebuah perusahaan yang berfokus memproduksi podcast.

{Baca juga: Biden Incar Mantan Staf Obama untuk “Merawat” Google, Amazon dkk}

Adapun tujuan akuisisi Amazon Music ini dilakukan untuk melawan dominasi podcast di Spotify. Wondery sendiri, seperti dilaporkan Wall Street Journal merupakan perusahaan podcast yang memiliki nilai valuasi besar, yakni lebih dari USD 300 juta atau Rp 4,2 triliun.

Sayangnya, Amazon tidak menjelaskan berapa biaya yang dikeluarkan untuk akuisisi Wondery. Aplikasi streaming audio itu mengatakan bahwa akuisisi Wondery bertujuan untuk mendukung konten podcast di Amazon Music.

Leave a Comment
Ida Farida
Tags: amazon