Dual-camera

Ada Berapa Versi Dual Camera pada Smartphone?

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Masyarakat Indonesia saat ini disuguhkan oleh berbagai merek smartphone yang menjadikan fitur dual-camera sebagai daya tariknya. Dari semua smartphone dual camera yang telah dirilis ke pasaran, tidak semua memiliki fungsi yang sama. Maka tak heran jika muncul beberapa versi dual camera pada smartphone.

Sebut saja misalnya Oppo F3 Plus yang mengandalkan kamera ganda di bagian depan untuk penggunanya yang “gila selfie” dengan kemampuan wide-angle­, lalu iPhone 7 Plus yang memiliki dual-camera dengan kemampuan utama optical zooming. Begitu juga Huawei P10 yang memiliki kemampuan untuk mengambil gambar secara detail karena konfigurasi kamera RGB dan monokrom, dan lainnya.

Pertanyaannya sekarang adalah, sebenarnya ada berapa versi dual-camera pada smartphone? Dari hasil penelusuran Tim Telset.id, saat ini ada tiga teknologi dual-camera yang digunakan oleh para vendor pada smartphone yang telah mereka rilis. Untuk itu, kami akan mengulasnya secara lebih mendalam. Berikut ulasannya:

1. Dual-camera (Normal Lens dan Wide-angle Lens)

Jenis dual-camera yang paling familiar dengan masyarakat pencinta selfie di Indonesia adalah wide-angle. Jenis dual-camera ini sebenarnya tidak membawa “hakikat” dual-camera pada umumnya yang merupakan perpaduan antara dua lensa kamera untuk menghasilkan satu gambar yang lebih berkualitas dan detail.

Hal itu karena biasanya smartphone dual-camera dengan fitur wide-angle ini bekerja sendiri-sendiri. Sebut saja seperti Oppo F3 Plus atau LG G6 yang memiliki kamera utama untuk pengambilan gambar layaknya kamera smartphone pada umumnya, dan kamera lainnya yang bertugas untuk mengambil gambar dengan cakupan lebih luas lagi atau wide-angle dengan lebar sudut mencapai 120 sampai 135 derajat.

Bagi pengguna yang suka mengambil foto selfie, tentu saja lensa wide-angle memungkinkan mereka bisa mengambil foto dengan background yang utuh atau mengambil foto wefie bersama keluarga atau teman-teman sekaligus tanpa harus bantuan tongsis.

Lensa wide-angle pun berguna juga bagi pengguna yang senang memotret objek-objek menarik misalnya seperti gedung-gedung historical atau pemandangan. Dengan lensa lebar, mereka dimungkinkan untuk mengambil objek secara utuh dalam satu foto.

Namun konfigurasi dual-camera ini memiliki kekurangan juga. Kekurangan tersebut adalah biasanya aperture dari kamera lensa wide-angle akan lebih kecil daripada kamera dengan lensa normal serta rata-rata kamera tersebut juga tidak disertai dengan fitur image stabilization.

Misalnya saja seperti LG G6, kamera dengan lensa normal pada smartphone ini memiliki aperture f/1.8 dan sudah dilengkapi dengan OIS serta PDAF. Sedangkan kamera lensa wide-angle hanya memiliki aperture f/2.4 dan tidak dilengkapi dengan autofocus sama sekali.

2. Dual-camera RGB Lens dan Monochrome Lens

Selanjutnya ada dual-camera yang memadukan lensa RGB dan monokrom untuk menghasilkan gambar yang lebih “hidup” dan detail. Smartphone yang mengadopsi kolaborasi kamera dengan dua lensa yang berbeda ini adalah Huawei P9 dan P10 serta Coolpad Cool Dual.

Pada dual-camera jenis ini, sebenarnya yang memegang peranan penting adalah lensa monokrom. Hal itu karena lensa monokrom mampu menangkap lebih banyak detail daripada lensa RGB serta mampu menangkap intensitas cahaya (gelap dan terang) dengan maksimal tanpa harus memikirkan warna apa yang ditangkap, sehingga hasil foto dari lensa ini akan lebih tajam.

Cara kerja dari dual-camera model ini? Well, saat pengguna mengambil gambar menggunakan HTC P9 misalnya, kedua lensa tersebut akan mengambil foto secara bersamaan. Kemudian software yang ditanamkan pada P9 akan menggabungkan kedua foto tersebut menjadi satu gambar.

Foto hasil lensa RGB yang kaya akan warna, digabungkan dengan foto hasil lensa monokrom yang lebih detail dan tajam, sehingga secara teori akan mendapatkan foto yang lebih berkualitas, detail dan lebih tajam daripada hasil foto dari smartphone single-camera.

Oh ya satu lagi, dual-camera model ini juga bisa bertugas secara terpisah. Misalnya saja ketika Anda ingin mengambil gambar dengan nuansa vintage atau jadul, Anda bisa menggunakan lensa monokrom saja untuk mengambil objek tersebut.

3. Dual-camera Normal Lens dan Telephoto Lens

iPhone 7S

Terakhir ada model dual-camera yang mengkombinasikan lensa normal seperti lensa smartphone pada kebanyakan dengan lensa telephoto atau lensa yang secara teknis memiliki kemampuan seperti lensa tele pada kamera DSLR.

Bedanya, jika lensa pada kamera DSLR bisa digerakkan maju mundur, di smartphone kemampuan itu sama sekali tidak ada, karena memperhatikan estetika dari smartphone itu sendiri yang “dilarang” ber-body tebal.

Dengan gabungan dua lensa tersebut, sebuah smartphone akan memiliki kemampuan mirip kamera DSLR yakni mengambil objek yang cukup jauh menjadi terlihat lebih dekat menggunakan teknik optical zoom yang tentu saja tidak akan mengurangi kualitas gambar seperti yang berlaku pada perbesaran dengan teknik digital zoom.

Tapi sayangnya, model dual-camera yang digunakan pada Asus ZenFone Zoom S dan iPhone 7 Plus ini hanya memiliki kemampuan 2x optical zoom, tidak seperti kamera DSLR atau kamera professional lainnya. Tapi meski begitu, konfigurasi dual-camera tersebut sudah cukup menghasilka  foto dengan detail yang lebih jelas dibanding single-camera.

Selain penggunanya mampu mengambil foto dengan jarak yang lebih dekat tanpa mengurangi kualitasnya, dual-camera tersebut juga bisa mengambil foto dengan efek bokeh atau memfokuskan pada satu titik dan mem-blur-kan objek diluar titik tersebut.

So, bagaimana menurut Anda? Model teknologi dual-camera mana yang cocok dengan kepribadian atau aktifitas Anda? (FHP/HBS)