📑 Daftar Isi

Trailer sinematik game Marvel's Blade yang dikembangkan Arkane Lyon di bawah naungan Xbox.

Xbox Pertimbangkan Jual Arkane Studios, Ubisoft hingga Dua Perusahaan Lain Masuk Bursa

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Xbox mempertimbangkan sejumlah tawaran untuk menjual Arkane Studios
  • Ubisoft dan "setidaknya dua" perusahaan game lain ikut menawar
  • Xbox juga mempertimbangkan opsi menjual Arkane ke manajemen internal
  • Keputusan diambil menjelang tenggat Desember, tanpa rincian resmi
  • Nasib proyek adaptasi Marvel's Blade ikut bergantung pada hasilnya

Telset.id – Arkane Studios berpotensi keluar dari naungan Microsoft. Xbox tengah mempertimbangkan sejumlah tawaran untuk menjual studio pengembang Marvel’s Blade tersebut, dengan Ubisoft dan “setidaknya dua” perusahaan game lain yang tidak disebutkan namanya ikut mengajukan penawaran. Langkah ini menandai babak baru bagi Arkane setelah nasib Arkane Studios sempat tidak jelas di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan studio yang menerpa Xbox sepanjang tahun ini.

Informasi ini pertama kali dilaporkan Bloomberg dan dikutip Engadget pada Selasa (3/11/2026). Menurut laporan tersebut, beberapa perusahaan telah mengajukan tawaran untuk mengambil alih Arkane. Tawaran itu disebut mencakup Ubisoft serta “setidaknya dua” perusahaan game lain yang identitasnya belum diungkap. Laporan yang sama menyebut Xbox juga mempertimbangkan opsi menjual Arkane kepada manajemen internal studio itu sendiri.

Seorang perwakilan Xbox kepada Bloomberg menyatakan bahwa pihaknya sedang menjajaki sejumlah opsi menjelang tenggat waktu pada Desember. Namun, perwakilan tersebut tidak merinci lebih lanjut opsi apa saja yang sedang dipertimbangkan maupun nilai dari tawaran yang masuk.

Blade Jadi Taruhan di Tengah Ketidakpastian

Bagi Arkane, kelangsungan studio berpotensi menyelamatkan proyek adaptasi game dari waralaba Marvel’s Blade. Proyek ini diumumkan lewat trailer sinematik pada 2023, tetapi hingga kini belum ada gambaran gameplay yang diperlihatkan ke publik. Arkane dikenal sebagai studio di balik Dishonored dan Deathloop, dua judul yang menjadi dasar ekspektasi terhadap pendekatan mereka dalam menggarap kisah pemburu vampir tersebut.

Screenshot from the trailer for the Marvel's Blade video game in development at Arkane Lyon.

Ketidakpastian nasib Arkane sendiri bukan hal baru. Sebelumnya, studio ini sempat dirumorkan menjadi bagian dari PHK besar-besaran yang diumumkan di Xbox pada Juli, disertai kemungkinan bahwa Microsoft akan membatalkan proyek yang sedang digarap studio tersebut. Spekulasi itu muncul sebagai bagian dari rangkaian penutupan dan pembatalan proyek di Xbox sepanjang tahun ini. Namun, seperti sejumlah kandidat lain yang terdampak pemangkasan, Arkane berpeluang mendapatkan kesempatan kedua.

Ubisoft Bukan Pilihan yang Otomatis Stabil

Meski Ubisoft disebut sebagai salah satu peminat, laporan Engadget mencatat bahwa perusahaan asal Prancis itu bukan tujuan yang otomatis lebih stabil bagi Arkane. Ubisoft sendiri belum luput dari pemangkasan yang menerpa industri game secara lebih luas. Sepanjang tahun ini saja, Ubisoft mengumumkan PHK dua kali pada Januari, lalu kembali pada Maret, Juni, dan Oktober.

Konteks pemangkasan di Xbox juga menjadi latar penting dari perkembangan ini. Sebelumnya, Microsoft mengumumkan PHK 268 karyawan di divisi Xbox, sementara laporan lain menyebut langkah pemangkasan yang lebih besar turut berdampak pada sejumlah studio. Rangkaian pemangkasan inilah yang membuat masa depan Arkane berada di persimpangan, dengan opsi penjualan kini muncul sebagai salah satu jalan keluar yang dipertimbangkan Microsoft.

Sampai berita ini ditulis, belum ada keputusan resmi mengenai pemilik baru Arkane. Xbox hanya menyebut sedang menjajaki opsi menjelang tenggat Desember, tanpa membeberkan apakah negosiasi dengan Ubisoft atau perusahaan lain sudah memasuki tahap lanjut. Nama-nama “setidaknya dua” perusahaan lain yang ikut menawar pun masih tertutup rapat.

Yang jelas, keputusan soal Arkane akan menentukan apakah studio di balik Dishonored dan Deathloop itu bisa melanjutkan penggarapan adaptasi Marvel’s Blade atau justru kembali menghadapi ketidakpastian. Bagi para penggemar kedua waralaba tersebut, arah negosiasi hingga Desember menjadi penentu apakah proyek yang baru sebatas trailer sinematik itu akan terus berjalan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.