Valve Steam Machine dengan desain kompak dan logo Steam di bagian depan

Steam Machine Valve Gunakan RAM Single-Channel, Performa Turun 13%

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Valve konfirmasi Steam Machine batch pertama hanya punya satu keping RAM 16GB (single-channel)
  • Performa turun 9-13% dibanding dual-channel, terutama terasa di 1% lows
  • Hardware sudah aging: CPU Zen 4, GPU RDNA3, VRAM 8GB GDDR6
  • Harga $1.049 (Rp 16 juta) jauh di atas target awal $700-750
  • Upgrade ke 32GB dual-channel bisa dilakukan sendiri tapi rumit
  • Batch berikutnya berpotensi menggunakan dual-channel

Telset.id – Valve mengonfirmasi bahwa batch pertama Steam Machine hanya akan dibekali satu keping RAM 16GB, sehingga perangkat berjalan dalam mode single-channel. Keputusan ini dipastikan langsung oleh Valve dalam koreksi resmi kepada media Gamers Nexus (GN), setelah sebelumnya para insinyur Valve menyatakan bahwa Steam Machine bisa hadir dengan satu keping 16GB atau dua keping 8GB.

“Kami salah bicara di sini,” tulis Valve dalam email kepada GN. “Semua unit sebenarnya akan memiliki satu keping RAM 16GB.” Konfirmasi ini menjadi pukulan bagi para gamer yang sudah menantikan konsol PC living room ini sejak lama. Pengujian menunjukkan bahwa penggunaan memori single-channel dapat menurunkan performa sekitar 9% hingga 13% dibandingkan dual-channel, terutama terasa pada 1% lows yang sangat memengaruhi kelancaran bermain game.

Masalah ini semakin krusial karena Steam Machine menggunakan hardware yang sudah berusia. Perangkat ini mengandalkan CPU AMD Zen 4 semi-custom dan grafis RDNA3 dengan hanya 8GB VRAM GDDR6. Sebagai perbandingan, AMD sudah meluncurkan Zen 5 pada 2024 dan GPU RDNA4 pada awal 2025, bahkan detail Zen 6 serta rumor RDNA5 sudah beredar. Artinya, Steam Machine lahir dengan spesifikasi yang tertinggal beberapa generasi.

Valve Steam Machine

Keputusan Valve menggunakan RAM single-channel kemungkinan besar didorong oleh upaya menekan biaya produksi. Harga dasar Steam Machine yang mencapai $1.049 atau sekitar Rp 16 jutaan sudah jauh melampaui target awal Valve yang diperkirakan berkisar $700 hingga $750. Kenaikan harga ini disebut “probably similar” dengan kenaikan harga Steam Deck yang pernah mencapai 45%.

Meski demikian, masih ada secercah harapan. Valve mengonfirmasi kepada GN bahwa batch berikutnya dari Steam Machine berpotensi menggunakan memori dual-channel. “Ada kemungkinan ini terjadi di masa depan,” tulis Valve. Namun, bagi konsumen yang sudah membeli batch pertama, opsi upgrade mandiri menjadi satu-satunya jalan.

Kabar baiknya, pengguna yang memiliki satu keping RAM DDR5-5600 SODIMM 16GB tambahan bisa melakukan upgrade ke 32GB dengan relatif mudah. Namun, proses upgrade ini cukup rumit karena membutuhkan pembongkaran banyak komponen dan sub-board hanya untuk mencapai slot RAM. Bagi pengguna yang tidak terbiasa merakit PC, opsi ini mungkin tidak ideal.

Keputusan Valve ini menjadi pukulan lain bagi Steam Machine yang sudah menghadapi berbagai tantangan. Perangkat yang diumumkan pada November tahun lalu ini awalnya dijadwalkan rilis pada kuartal pertama 2026, tetapi krisis memori akibat permintaan besar dari AI hyperscalers memaksa Valve menunda peluncuran hingga musim panas 2026. Kini, masalah performa akibat RAM single-channel menjadi tantangan baru yang harus dihadapi konsumen.

Dengan harga yang sudah tinggi, performa yang terbatas, dan hardware yang relatif tua, Steam Machine menghadapi persaingan berat di pasar konsol. Konsumen yang sudah memesan perangkat ini harus mempertimbangkan apakah upgrade RAM mandiri sepadan dengan biaya dan usaha yang dikeluarkan. Valve sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai kebijakan garansi untuk pengguna yang melakukan upgrade mandiri.

Bagi yang tertarik dengan Harga Terbaru Steam Machine, perlu dicatat bahwa banderol $1.049 sudah termasuk kenaikan signifikan dari target awal. Valve mengakui bahwa krisis komponen global menjadi penyebab utama Sistem Reservasi yang diterapkan Valve bertujuan mencegah praktik scalping, namun tidak bisa mengatasi masalah fundamental pada spesifikasi perangkat.

Keputusan Valve untuk menggunakan RAM single-channel pada batch pertama Steam Machine menunjukkan trade-off yang harus dilakukan perusahaan antara biaya produksi dan performa. Dengan harga yang sudah tinggi, konsumen berhak mendapatkan performa optimal. Namun, realitas pasar komponen yang tidak menentu memaksa Valve mengambil keputusan yang kurang ideal.

Ke depannya, Valve perlu memastikan bahwa batch berikutnya Steam Machine hadir dengan konfigurasi dual-channel agar bisa bersaing dengan konsol lain di pasaran. Konsumen yang sudah terlanjur membeli batch pertama setidaknya memiliki opsi upgrade, meskipun dengan risiko dan kerumitan tersendiri. Bagi yang belum membeli, menunggu batch berikutnya mungkin menjadi pilihan lebih bijak.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.