📑 Daftar Isi

Tangkapan layar game Signet City dengan figur siluet di latar depan

Signet City: RPG Fungalpunk yang Aneh dan Politis

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Signet City adalah RPG fungalpunk garapan Gareth Damian Martin, pengembang Citizen Sleeper
  • Pemain berperan sebagai parasit yang mengendalikan inang manusia di kota brutalist
  • Game terinspirasi dari sejarah Inggris, khususnya Winter of Discontent dan krisis industri 1980-an
  • Inspirasi lain termasuk manga Tetsuo: The Iron Man, Abara, dan sastra New Weird
  • Mekanisme unik menggunakan sumber daya emosi untuk memengaruhi tindakan inang
  • Game ditulis dari dua perspektif: parasit (orang kedua) dan inang (orang ketiga)
  • Sudah tersedia wishlist di Steam, rilis diharapkan tahun depan

Telset.id – Signet City, RPG bergenre “fungalpunk” garapan Gareth Damian Martin, pengembang Citizen Sleeper, menghadirkan pengalaman bermain yang unik. Game ini mengajak pemain berperan sebagai parasit yang mengendalikan manusia inang di kota brutalist monokromatik yang berada di ambang kehancuran.

Game ini mengambil inspirasi dari berbagai sumber yang tidak biasa, mulai dari manga horor, musikal, hingga sejarah Inggris. Keputusan untuk menggabungkan elemen-elemen tersebut mencerminkan visi Damian Martin yang ingin menciptakan sesuatu yang benar-benar berbeda dalam industri video game.

Inspirasi dari Masa Lalu Inggris

Damian Martin mengaku bahwa latar belakangnya sebagai orang Inggris sangat memengaruhi desain Signet City. Sebelum membuat video game, ia bekerja di perusahaan desain teater. Salah satu produksi yang ia kerjakan adalah The Last Ship milik Sting, sebuah musikal tentang krisis galangan kapal di Newcastle pada 1980-an.

“Ada foto-foto menakjubkan Newcastle tahun 80-an yang menunjukkan kapal-kapal besar menjulang di atas rumah-rumah kecil,” kenang Damian Martin. “Saya ingat berpikir saat itu bahwa itu adalah fiksi ilmiah yang terjadi di masa lalu.”

Ia membayangkan sebuah kota alternatif Inggris utara tahun 1980-an dalam seri sketsa untuk Inktober. “Sejak saat itu saya berani membuat versi video game dari seri itu,” ujarnya. Salah satu gambar berjudul “The Algae Burners” menggambarkan bangunan yang akan muncul dalam game.

Peristiwa Winter of Discontent, salah satu momen paling kritis dalam sejarah Inggris, juga menjadi titik awal bagi Signet City. Antara 1978 dan 1979, Inggris mengalami musim dingin terdingin dalam 16 tahun, bertepatan dengan pemogokan pekerja di seluruh negeri. Kombinasi tersebut menyebabkan gangguan ekonomi parah dan jatuhnya Perdana Menteri James Callaghan.

“Di Inggris, itu benar-benar momen kunci,” kata Damian Martin. “Hampir semua dialog politik diatur seputar apa yang terjadi di tahun 80-an.”

Ia juga terinspirasi oleh fotografi sosial Inggris tahun 80-an, khususnya karya fotografer Tish Murtha. Dalam serial Youth Unemployment, Murtha mendokumentasikan efek kebijakan pasar bebas Thatcher terhadap Inggris utara, serta ketahanan masyarakat yang ditinggalkan pemerintah.

Pengaruh Manga dan Sastra

Meskipun berlatar sejarah Inggris, Signet City juga dipenuhi elemen supernatural. Damian Martin menemukan inspirasi dalam Tetsuo: The Iron Man, film kultus Jepang tentang pria yang perlahan diambil alih mesin. “Sutradaranya selalu bersikeras bahwa itu film superhero,” katanya. “Itu masuk akal karena tentang karakter tak berdaya yang menjadi kuat, tapi prosesnya menakutkan.”

A screenshot from Signet City. As a a silhouetted figure moves in the foreground,

Baca Juga:

Manga Abara karya Tsutomu Nihei, pencipta Blame! dan Knights of Sidonia, juga menjadi referensi visual. “Ada bagian awal di Abara dengan monster besar aneh seperti jamur, tapi terbuat dari tulang,” jelas Damian Martin.

Untuk penulisan, Damian Martin merujuk pada karya sastra New Weird dari penulis seperti China Miéville dan Jeff VanderMeer. “Saya benar-benar mencoba menempatkan pemain dalam posisi di mana mereka harus memahami dunia melalui paradigma yang pada dasarnya tidak manusiawi,” katanya.

Mekanisme Unik sebagai Parasit

Dalam Signet City, pemain akan mengendalikan parasit yang dapat mengambil alih inang manusia. Game ini ditulis dari dua perspektif: parasit (orang kedua, seperti protagonis RPG tradisional) dan orang ketiga (pikiran inang).

Sebagai parasit, pemain akan menggunakan sumber daya bernama emosi untuk memengaruhi tindakan inang. “Terkadang saya merasa satu-satunya orang yang memikirkan hal-hal ini bersama,” canda Damian Martin tentang berbagai pengaruh Signet City.

Pemain akan mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana semua elemen tersebut bersatu dalam waktu dekat. Sampai saat ini, Signet City sudah dapat masuk dalam wishlist di Steam.

Komentar

Belum ada komentar.