Ilustrasi tiga tingkatan akun berbasis usia Roblox yang ditampilkan di layar ponsel

Roblox Terapkan Akun Berbasis Usia Secara Global

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Roblox resmi menerapkan sistem akun berbasis usia secara global setelah uji coba di AS pada Mei 2026
  • Tiga tingkatan akun: Kids (5-8 tahun), Select (9-15 tahun), dan akun standar (16+)
  • Akun Kids hanya akses konten Minimal/Mild tanpa chat; Select bisa akses Moderate dengan chat terverifikasi
  • Remaja 16+ dapat akun standar namun tetap tidak bisa akses konten Restricted (18+)
  • Fitur kontrol orang tua baru: blokir game hingga anak 16 tahun, setujui game di luar batas usia
  • Sistem bergantung pada verifikasi usia yang masih bermasalah karena bisa dimanipulasi anak-anak
  • Kebijakan ini relevan dengan regulasi lokal seperti PP Tunas di Indonesia

Telset.id – Roblox resmi menerapkan sistem akun berbasis usia secara global, setelah sebelumnya diuji coba di Amerika Serikat pada Mei 2026. Kebijakan ini bersifat wajib dan secara otomatis menempatkan setiap pengguna ke dalam salah satu dari tiga tingkatan akun berdasarkan usia mereka.

Pembagian tingkatan akun ini bervariasi tergantung wilayah, namun di Amerika Serikat, Roblox Kids diperuntukkan bagi anak usia 5-8 tahun. Selanjutnya, Roblox Select untuk remaja usia 9-15 tahun, dan akun Roblox standar untuk pengguna di luar rentang usia tersebut. Setiap tingkatan akun kemudian diselaraskan dengan label kematangan yang ditempelkan pada setiap game dan pengalaman di platform.

Akun Kids hanya memiliki akses ke pengalaman Minimal dan Mild, serta tidak memiliki opsi chat sama sekali. Sementara itu, akun Select dapat mengakses konten Moderate selain Minimal dan Mild, dan pengguna ini dapat berkomunikasi dengan orang yang telah diverifikasi oleh orang tua atau wali. Saat berusia 16 tahun, remaja secara otomatis dipindahkan ke akun Roblox standar dengan semua fiturnya, namun tetap tidak bisa memainkan game bertanda Restricted yang hanya tersedia untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas.

Platform ini juga meluncurkan fitur kontrol orang tua baru. Orang tua atau wali dapat memblokir game apa pun hingga anak berusia 16 tahun. Sebelumnya, anak di atas 13 tahun bisa membuka blokir sendiri. Sebaliknya, orang tua kini dapat menyetujui game di luar batas usia anak secara kasus per kasus.

Semua kebijakan ini bergantung pada teknologi verifikasi usia platform, yang ternyata mengalami beberapa kendala. Laporan sebelumnya mengungkapkan bahwa beberapa anak dengan mudah bisa mengakali sistem dengan menggambar kerutan dan janggut di wajah mereka atau memegang foto Kurt Cobain. Sistem verifikasi ini menjadi kunci dalam memastikan efektivitas penerapan akun berbasis usia.

Kebijakan akun berbasis usia ini merupakan langkah besar Roblox dalam meningkatkan keamanan pengguna, terutama anak-anak. Dengan adanya tingkatan akun yang ketat, Roblox berharap dapat membatasi akses anak-anak terhadap konten yang tidak sesuai. Penerapan ini juga mencerminkan tren industri game global yang semakin fokus pada perlindungan anak di ranah digital.

Di sisi lain, keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada akurasi verifikasi usia. Kendala yang muncul, seperti kemampuan anak-anak memalsukan usia, menunjukkan bahwa teknologi verifikasi masih perlu ditingkatkan. Roblox telah menggunakan video selfie untuk verifikasi usia pemain, namun celah keamanan seperti yang dilaporkan sebelumnya menjadi tantangan serius.

Penerapan akun berbasis usia ini juga relevan dengan perkembangan regulasi di berbagai negara. Di Indonesia, misalnya, pemerintah melalui Kemkomdigi masih berdiskusi mengenai kepatuhan Roblox terhadap PP Tunas. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan keamanan platform global harus selaras dengan regulasi lokal.

Dengan sistem baru ini, Roblox berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak tanpa membatasi kreativitas dan interaksi sosial yang menjadi daya tarik utama platform. Namun, efektivitas sistem ini akan terus diuji seiring dengan adaptasi pengguna dan perkembangan teknologi verifikasi.

Ke depannya, Roblox perlu memastikan bahwa sistem verifikasi usia mereka benar-benar akurat dan tidak mudah dimanipulasi. Kegagalan dalam hal ini dapat membuat kebijakan akun berbasis usia menjadi tidak efektif dan justru menimbulkan celah keamanan baru. Orang tua juga diharapkan lebih aktif menggunakan fitur kontrol orang tua yang disediakan untuk memantau aktivitas anak di platform.

Penerapan global akun berbasis usia ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Roblox sebagai platform game sosial. Dengan lebih dari 200 juta pengguna aktif bulanan, langkah ini menunjukkan komitmen Roblox untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih aman dan bertanggung jawab bagi semua kalangan usia.

Bagi pengguna di Indonesia, kebijakan ini akan berdampak langsung pada cara mereka mengakses konten di Roblox. Pemerintah melalui Kemkomdigi terus memantau kepatuhan platform asing terhadap regulasi lokal, termasuk Roblox dan platform lainnya seperti TikTok serta Google terkait PP Tunas. Sinkronisasi antara kebijakan global dan regulasi lokal menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak-anak Indonesia.

Dengan sistem akun berbasis usia yang kini berlaku global, Roblox berharap dapat memberikan pengalaman yang lebih personal dan aman bagi setiap penggunanya. Namun, efektivitas sistem ini akan sangat bergantung pada implementasi teknis dan partisipasi aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka.

Komentar

Belum ada komentar.