📑 Daftar Isi

Anak menggunakan komputer dengan Roblox di layar

Roblox Janji Perbaiki Keamanan Anak Setelah Temuan eSafety Australia

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Roblox berkomitmen pada "court-enforceable undertaking" untuk perbaiki keamanan anak dari grooming dan pelecehan seksual
  • eSafety Australia menemukan orang dewasa masih bisa menghubungi anak tanpa persetujuan orang tua
  • Celah lain: visibilitas profil anak terbuka untuk semua pengguna tanpa opsi pembatasan
  • Roblox wajib terapkan perubahan dalam 3 bulan: cegah kontak dewasa-anak, akun privat default, auditor pihak ketiga
  • Sebelumnya Roblox sudah terapkan verifikasi usia wajib sejak akhir 2025 dan sistem akun berbasis usia global Juni 2026
  • Roblox juga menghadapi tuntutan hukum di AS dan membayar USD 12 juta ke Nevada

Telset.id – Roblox berkomitmen menerapkan “court-enforceable undertaking” untuk memperbaiki perlindungan anak dari risiko grooming dan pelecehan seksual di platformnya. Komitmen ini muncul setelah regulator keamanan online Australia, eSafety, menemukan celah keamanan yang masih memungkinkan orang dewasa menghubungi anak-anak.

Temuan eSafety pada awal tahun ini menunjukkan bahwa Roblox masih mengizinkan kontak antara orang dewasa dan anak-anak. Padahal, platform game tersebut telah meluncurkan berbagai langkah keamanan baru dalam beberapa bulan terakhir dan telah menjalin komunikasi intensif dengan eSafety selama dua tahun.

Hasil pengujian eSafety mengungkapkan sejumlah celah signifikan. Orang dewasa masih dapat mengirim permintaan koneksi ke anak-anak Australia tanpa persetujuan orang tua. Anak-anak dan orang dewasa juga masih bisa saling melihat serta merespons unggahan di forum komunitas. Lebih parahnya lagi, siapa pun di dalam game dapat melihat koneksi, profil, biografi, nama akun, gambar avatar, dan informasi lain dari pengguna di bawah umur tanpa opsi untuk membatasi visibilitasnya.

Langkah Keamanan yang Sudah Diterapkan Roblox

Roblox sebenarnya sudah bergerak untuk memperbaiki sistem keamanannya. Pada akhir 2025, platform ini memberlakukan verifikasi usia wajib yang dimulai dari Australia, kemungkinan besar sebagai respons atas pengawasan eSafety. Meskipun peluncurannya sempat bermasalah karena anak-anak berhasil memalsukan sistem pengecekan usia, Roblox tetap meyakini teknologi tersebut berfungsi.

Setelah peluncuran awal tersebut, Roblox mulai mewajibkan verifikasi usia di Amerika Serikat untuk menggunakan fitur chat dalam game. Pada pertengahan Mei tahun ini, platform membagi pengguna ke dalam tiga tingkatan usia: Kids, Select, dan Roblox reguler. Akun Kids hanya dapat mengakses game dengan peringkat konten Minimal atau Mild, dengan chat nonaktif secara default dan paket kontrol orang tua yang lengkap. Sistem akun berbasis usia ini kemudian diterapkan secara global pada Juni.

Terlepas dari berbagai upaya tersebut, eSafety menegaskan bahwa perusahaan “percaya telah memenuhi kewajibannya berdasarkan Online Safety Act.” Namun, temuan pengujian menunjukkan masih ada celah yang perlu ditutup. Sebelumnya, akun berbasis usia tersebut memang dirancang untuk membatasi interaksi antar pengguna berdasarkan kelompok umur.

Perubahan yang Harus Dilakukan Roblox

Sebagai bagian dari komitmen barunya, Roblox setuju untuk memperkenalkan sejumlah perubahan dan langkah keamanan tambahan. Salah satu yang utama adalah memastikan orang dewasa tidak dapat menghubungi anak-anak yang tidak mereka kenal tanpa persetujuan orang tua. Roblox juga harus membuat akun anak-anak bersifat privat secara default, menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, serta menunjuk auditor pihak ketiga untuk menilai efektivitas langkah-langkah keamanannya.

Roblox diberikan waktu tiga bulan untuk menerapkan semua langkah tersebut. Jika gagal, eSafety dapat meminta pengadilan untuk memaksa Roblox mematuhi ketentuan yang disepakati.

Masalah keamanan anak sebenarnya bukan hal baru bagi Roblox. Platform ini telah menghadapi tuntutan hukum dari beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Pada Mei lalu, Roblox setuju membayar Nevada USD 12 juta sebagai penyelesaian dan memperkenalkan sistem verifikasi yang mewajibkan pengguna menyerahkan ID yang dikeluarkan pemerintah serta menjalani estimasi usia wajah. Di bawah sistem saat ini, pengguna hanya perlu menyelesaikan salah satu dari dua metode tersebut untuk memverifikasi usia mereka.

Roblox juga berjanji mencegah pengguna di bawah 16 tahun mengirim pesan ke orang dewasa kecuali mereka telah ditetapkan sebagai “teman tepercaya” yang dapat ditetapkan melalui kode QR. Langkah-langkah ini menunjukkan tekanan regulasi yang semakin besar terhadap platform game populer tersebut.

Perkembangan ini menegaskan bahwa pengawasan terhadap keamanan anak di platform digital terus meningkat. Sebelumnya, Roblox masuk daftar VLOP EU yang mengharuskannya tunduk pada aturan lebih ketat di Eropa. Kini, regulator Australia mengambil langkah serupa dengan menuntut perubahan konkret.

A child using a computer with Roblox on it.

Bagi para orang tua, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap aktivitas anak di platform game online tetap diperlukan. Meskipun Roblox telah menerapkan berbagai fitur keamanan, celah yang ditemukan eSafety menunjukkan bahwa perlindungan yang ada belum sepenuhnya memadai.

Ke depannya, efektivitas langkah-langkah baru ini akan dinilai oleh auditor independen. Keberhasilan Roblox dalam memenuhi komitmennya dalam tenggat waktu tiga bulan akan menentukan apakah regulator perlu mengambil tindakan hukum lebih lanjut. Sementara itu, pengguna dan orang tua diharapkan tetap waspada dan memanfaatkan kontrol orang tua yang tersedia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.