Telset.id ā RayNeo resmi memperkenalkan dua kacamata pintar terbaru, RayNeo GT dan GT Max, yang menjanjikan pengalaman layar sinema pribadi bagi pengguna. Kedua model ini mulai dijual pada 4 September dengan harga USD 299 untuk GT dan USD 399 untuk GT Max, menargetkan pengguna yang menginginkan layar pribadi raksasa untuk bermain game, menonton film, dan bepergian tanpa perlu membawa perangkat sebesar televisi.
Kedua kacamata AR ini menggunakan dua layar Micro-OLED 1080p dengan refresh rate hingga 120Hz, serta dilengkapi prosesor khusus untuk peningkatan tampilan dan pelacakan spasial. Dengan harga mulai USD 299, RayNeo menempatkan diri di segmen pasar yang menarik, terutama jika dibandingkan dengan kompetitor seperti Xreal yang baru saja meluncurkan produk serupa di harga yang sama.
Model GT Max dengan harga USD 399 menjadi varian paling ambisius. Kacamata ini memiliki field of view 59 derajat yang mendukung tiga ukuran layar virtual setara 227, 267, dan 307 inci. Sementara itu, GT reguler dengan harga USD 299 memiliki field of view lebih sempit di 46 derajat dengan ukuran layar virtual bervariasi antara 136, 201, dan 231 inci.
Perbedaan antara kedua model tidak hanya terbatas pada ukuran layar virtual. GT reguler memiliki bobot 68 gram dan menggunakan sistem optik Birdbath konvensional. Sementara GT Max berbobot 78 gram dan tersedia dalam tiga ukuran IPD fisik untuk menyesuaikan optik dengan jarak antar pupil mata pengguna yang berbeda-beda.
RayNeo menggunakan chip display Vision 4000 yang dikembangkan bersama Pixelworks untuk kontras dinamis, keseimbangan putih, dan pemrosesan AI SDR-to-HDR secara real-time. Chip terpisah bernama Zone 360 3DoF menangani pelacakan spasial langsung pada kacamata. Fitur Steady Mode dirancang untuk menstabilkan gambar saat pengguna bergerak di pesawat atau kereta, Pinned Mode menambatkan layar virtual di ruang, dan Follow Mode memungkinkan layar bergerak lebih natural mengikuti gerakan kepala.

Kedua model dilengkapi speaker quad yang disetel oleh Bang & Olufsen serta fitur Whisper Mode directional yang diklaim mampu mengurangi kebocoran suara hingga 80%. Layar mencapai kecerahan hingga 1.200 nits dan mendukung PWM dimming 3.840Hz.
RayNeo juga mempromosikan dukungan pemutaran Dolby Vision, namun ada catatan penting. Dolby Vision native membutuhkan aksesori baru bernama Pocket TV Pro yang belum diumumkan harganya. Streamer ini dirancang khusus untuk kacamata RayNeo dan tidak kompatibel dengan kacamata AR pesaing.
Persaingan di Segmen Kacamata AR
Harga USD 299 untuk GT menjadi sorotan menarik mengingat Xreal baru saja meluncurkan a01+ di Amerika Serikat dengan harga yang sama. Sementara Xreal One yang mendapat rating tinggi untuk tampilan spasialnya yang stabil dibanderol dengan MSRP USD 499. Dengan demikian, RayNeo menempatkan GT Max di segmen pasar di mana USD 399 kini mampu membeli perangkat keras yang cukup ambisius.
Penggunaan kacamata AR seperti ini sangat relevan ketika dihubungkan dengan perangkat gaming genggam. Menghubungkan Steam Deck atau handheld gaming yang kompatibel ke kacamata ini membuat layar kecil 7-8 inci di tangan menjadi kurang berarti, karena pengguna bisa menikmati layar virtual raksasa langsung di depan mata.
Baca Juga:
Kacamata AR ini juga relevan dengan tren industri yang berkembang. Meskipun fokus utamanya adalah hiburan, perangkat seperti ini menunjukkan bagaimana teknologi wearable terus berevolusi. Berbeda dengan perangkat yang mengutamakan kemudahan perbaikan, produk seperti RayNeo GT lebih fokus pada pengalaman pengguna yang imersif.
Dengan spesifikasi yang ditawarkan, RayNeo GT dan GT Max menargetkan pengguna yang menginginkan pengalaman layar besar dalam format portabel. Kacamata ini dirancang untuk mengubah cara pengguna menikmati konten multimedia, baik saat di rumah maupun dalam perjalanan.
Peluncuran produk ini terjadi di tengah meningkatnya minat terhadap perangkat AR dan VR. Dengan harga yang kompetitif dan fitur yang ditawarkan, RayNeo mencoba menarik perhatian konsumen yang sebelumnya ragu untuk mencoba teknologi kacamata pintar karena faktor harga atau keterbatasan konten.
Keputusan RayNeo untuk menggunakan dual 1080p Micro-OLED dengan refresh rate 120Hz menunjukkan komitmen terhadap kualitas visual. Ditambah dengan dukungan AI SDR-to-HDR processing, pengguna bisa mendapatkan kualitas gambar yang lebih baik meskipun menonton konten dengan kualitas standar.

Fitur Steady Mode menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering bepergian. Kemampuan menstabilkan gambar saat berada di pesawat atau kereta menjadikan kacamata ini cocok untuk menemani perjalanan jauh. Sementara Pinned Mode dan Follow Mode memberikan fleksibilitas dalam mengatur posisi layar virtual sesuai preferensi pengguna.
Integrasi speaker Bang & Olufsen juga menjadi daya tarik tersendiri. Kualitas audio yang baik sangat penting untuk pengalaman menonton yang imersif. Fitur Whisper Mode yang mengurangi kebocoran suara hingga 80% juga menjawab kekhawatiran pengguna tentang privasi saat menggunakan kacamata di ruang publik.
Dengan kecerahan layar hingga 1.200 nits, kedua model ini dirancang untuk tetap terlihat jelas bahkan di lingkungan yang terang. Dukungan PWM dimming 3.840Hz juga membantu mengurangi kelelahan mata selama penggunaan dalam waktu lama.
RayNeo menargetkan pasar yang cukup spesifik dengan produk ini. Pengguna yang sering bepergian, gamer yang menginginkan layar lebih besar, atau mereka yang ingin menonton film dengan pengalaman sinema di mana saja menjadi segmen utama yang dituju.
Ketersediaan dalam tiga ukuran IPD untuk GT Max menunjukkan perhatian RayNeo terhadap kenyamanan pengguna yang berbeda-beda. Penyesuaian fisik ini penting untuk memastikan kualitas gambar optimal dan mengurangi ketegangan mata.
Meskipun harga Pocket TV Pro belum diumumkan, keberadaan aksesori ini menunjukkan ekosistem yang sedang dibangun RayNeo. Pengguna yang menginginkan pengalaman Dolby Vision native perlu mempertimbangkan biaya tambahan untuk aksesori ini.
Secara keseluruhan, peluncuran RayNeo GT dan GT Max menambah opsi menarik di pasar kacamata AR. Dengan kombinasi fitur, kualitas, dan harga yang ditawarkan, kedua produk ini layak menjadi pertimbangan bagi konsumen yang mencari alternatif layar besar portabel.
[FACEBOOK_EMBED]
https://www.facebook.com/telsetid/posts/829345678901234





Komentar
Belum ada komentar.