📑 Daftar Isi

Game director Rainbow Six Tactics Martial Potron dalam wawancara mengenai desain level taktis

Rainbow Six Tactics Adopsi DNA Mario + Rabbids untuk Desain Level

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Game director Rainbow Six Tactics, Martial Potron, ungkap tim adopsi DNA Mario + Rabbids untuk desain level taktis
  • Tim desain level dari Mario + Rabbids bantu pahami metrik permainan taktis
  • Genre taktis berbasis giliran dipilih karena DNA Rainbow Six dinilai sudah taktis
  • Potron harus ubah kebiasaan 15 tahun dari gaya Ghost Recon ke taktis presisi
  • Rainbow Six Tactics rilis 2027 untuk PC, PS5, Xbox Series X, dan Xbox Series S

Telset.id – Game director Rainbow Six Tactics, Martial Potron, mengungkap bahwa tim pengembang meminjam “DNA” dari seri game turn-based Mario + Rabbids untuk inspirasi desain level taktis. Pengungkapan ini menjadi salah satu detail terbaru dari pengembangan spin-off Rainbow Six Siege yang dijadwalkan hadir pada 2027.

Pernyataan tersebut disampaikan Potron dalam wawancara dengan TechRadar Gaming. Ia menjelaskan bahwa timnya, terutama tim desain level yang berasal dari Mario + Rabbids, berperan besar dalam membantu memahami metrik permainan taktis. “Mario + Rabbids membantu kami membentuk beberapa bagian,” ujar Potron. “Tim, khususnya tim desain level yang datang dari Mario + Rabbids, sangat membantu kami memahami metrik taktis.”

Alih-alih mempertahankan gaya first-person seperti seri utamanya, tim memilih genre taktis berbasis giliran karena menilai DNA Rainbow Six memang sudah “taktis”. Keputusan ini menjadi dasar dari pendekatan desain yang diusung Rainbow Six Tactics.

Pergeseran Pola Pikir Pengembang

Potron juga menceritakan pengalamannya sebagai pengembang yang sebelumnya menggarap Ghost Recon. Menurutnya, salah satu aturan inti dalam menggarap Ghost Recon adalah merancang pengalaman yang sesuai ekspektasi pemain, termasuk “smoke and mirrors” dalam hal letalitas atau perilaku musuh agar pengalaman terasa sinematik. Namun, genre taktis berbasis giliran menuntut pendekatan yang berbeda.

“Dalam taktis, semuanya sangat presisi,” kata Potron. “Itu murni. Seperti catur. Jadi kami harus mengubah sedikit pola pikir kami untuk menyesuaikan dengan filosofi ini.” Ia menambahkan bahwa pergeseran ini merupakan perubahan paradigma dalam hal kebiasaan kerja. “Ini semacam pergeseran paradigma bagi kami dalam hal kebiasaan. Sudah 15 tahun kebiasaan saya yang perlu saya ubah.”

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pengembangan Rainbow Six Tactics tidak sekadar memindahkan formula seri utama ke genre baru, melainkan juga menuntut penyesuaian cara kerja tim pengembang.

Rainbow Six Tactics sendiri telah mengungkap sejumlah detail mekanisme permainannya. Salah satunya adalah sistem fatigue dan injury yang membuat pemain tidak bisa terus-menerus memainkan Operator favorit mereka. Sistem ini disebut sebagai cara untuk mendorong pemain menggunakan berbagai alat dan menggilir roster mereka.

Selain itu, Potron juga sebelumnya mengonfirmasi bahwa pemain tidak dapat menyelesaikan permainan sepenuhnya tanpa membunuh. Beberapa misi disebut mengharuskan pemain membunuh musuh yang berada di luar jangkauan takedown non-lethal, seperti dilaporkan dalam artikel mengenai mode non-lethal.

Untuk konteks seri Rainbow Six secara lebih luas, waralaba ini juga memiliki judul lain seperti Rainbow Six Quarantine yang mengusung tema zombie. Sementara itu, Rainbow Six Siege sendiri memiliki sistem pass pertempuran yang menjadi bagian dari model live service-nya.

Rainbow Six Tactics dijadwalkan rilis pada 2027 untuk PC, PS5, Xbox Series X, dan Xbox Series S. Jadwal tersebut menjadikannya salah satu proyek besar Ubisoft yang akan hadir dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan pendekatan desain level yang mengadopsi DNA Mario + Rabbids serta pergeseran pola pikir dari gaya first-person ke taktis berbasis giliran, Rainbow Six Tactics menjadi salah satu spin-off yang menarik untuk diikuti perkembangannya menjelang peluncurannya di 2027.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.