📑 Daftar Isi

Rainbow Six Tactics, game taktis berbasis giliran Ubisoft dengan sistem fatigue dan injury

Fatigue dan Injury di Rainbow Six Tactics Ubah Cara Main Operator

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Rainbow Six Tactics memakai sistem fatigue dan injury untuk mendorong pemain merotasi Operator
  • Operator yang cedera bisa absen hingga dua misi, berbeda dari Rainbow Six Siege
  • Game director Martial Potron menyebut sistem ini mengingatkan bahwa Operator adalah manusia
  • Game akan memberi tahu Operator yang cocok untuk tiap misi dan jenis musuh
  • Rainbow Six Tactics rilis 2027 untuk PC, PS5, Xbox Series X, dan Xbox Series S

Telset.id – Ubisoft memastikan Rainbow Six Tactics tidak akan membiarkan pemain memakai Operator favorit yang sama secara terus-menerus seperti di Rainbow Six Siege. Game taktis berbasis giliran itu akan memakai sistem fatigue dan injury untuk mendorong pemain mencoba seluruh daftar karakter yang tersedia. Game director Martial Potron menyatakan kedua sistem tersebut dirancang agar pemain mau merotasi roster mereka di setiap misi.

Pernyataan itu disampaikan Potron kepada TechRadar Gaming di ajang Gamescom. Menurutnya, fatigue dan injury adalah dua cara berbeda untuk membuat pemain berpindah dari satu Operator ke Operator lain. “Itu cara untuk mendorong pemain memakai alat mereka dan merotasi roster mereka,” ujar Potron. “Jadi fatigue adalah salah satu cara, cedera adalah cara lain.”

Perubahan ini menjadi pembeda utama antara Rainbow Six Tactics dan Rainbow Six Siege. Di Siege, ronde berbasis objektif akan mereset kesehatan pemain setiap kali ronde baru dimulai. Di Rainbow Six Tactics, Operator yang terkena cedera bisa kehilangan status aktif dan tidak dapat dipakai untuk sementara waktu. Kondisi inilah yang memaksa pemain menyiapkan pemain pengganti di luar Operator andalan mereka.

Operator Dianggap Manusia, Bukan Sekadar Unit Tempur

Potron menjelaskan bahwa Operator adalah manusia, sehingga wajar bila agen khusus tersebut tidak bisa bertugas selama beberapa waktu setelah mengalami cedera dalam sebuah misi. Menurutnya, sistem ini juga berfungsi mengingatkan pemain bahwa Operator bukan sekadar unit tempur tanpa risiko.

“Saya pikir ini juga cara yang baik untuk mengingatkan orang bahwa Operator adalah manusia,” kata Potron. “Peluru itu tetap peluru. Itu sangat berbahaya. Itu sebabnya melakukan recon menjadi penting. Jika kamu tidak melakukan recon, bisa saja ada seseorang yang tersembunyi dan menembakmu, lalu kamu cedera. Kamu tidak memiliki Operator itu selama dua misi.”

Konsekuensi dua misi tanpa Operator tersebut menunjukkan bahwa sistem injury di Rainbow Six Tactics memiliki dampak langsung pada komposisi tim. Pemain tidak bisa lagi mengandalkan satu karakter saja untuk menyelesaikan seluruh rangkaian misi. Setiap keputusan sebelum misi dimulai, termasuk aktivitas recon, menjadi bagian dari manajemen risiko yang harus diperhitungkan.

Sistem fatigue disebut Potron memiliki tujuan yang sama, yaitu “memaksa pemain menyesuaikan ulang roster mereka” setiap kali mengirim Operator menjalankan misi. Menurutnya, mekanisme ini mungkin terlihat negatif, tetapi game akan memberi tahu pemain Operator mana yang cocok untuk misi tertentu.

Sebagai contoh, misi yang mengharuskan pemain menyelamatkan target tidak cocok untuk Ash yang menggunakan bahan peledak. Untuk misi seperti itu, Operator dengan jarak dekat atau presisi lebih tepat dipilih. Informasi ini akan disampaikan kepada pemain sehingga penyesuaian roster tidak dilakukan secara buta.

Potron menambahkan bahwa penyesuaian roster juga berkaitan dengan siapa yang dihadapi pemain dalam sebuah misi. Setiap Operator, menurutnya, memang dirancang untuk melawan musuh tertentu. “Jadi tergantung siapa yang saya hadapi, saya juga akan menyesuaikan ulang roster saya karena mereka benar-benar dimaksudkan untuk melawan musuh lain,” ujarnya. “Jadi ada sisi negatif dari kemanusiaan ini, dan ada sisi positif dari Operator yang sangat baik melawan sebagian tantangan.”

Dua Sisi Sistem yang Saling Melengkapi

Penjelasan Potron menempatkan fatigue dan injury sebagai mekanisme dengan dua dampak sekaligus. Di satu sisi, pemain kehilangan akses ke Operator tertentu untuk sementara waktu. Di sisi lain, pemain mendapat keuntungan karena setiap Operator punya keunggulan spesifik terhadap jenis musuh atau tantangan tertentu.

Pendekatan ini berbeda dari pola permainan yang terbentuk di komunitas Rainbow Six Siege, di mana pemain sering memiliki Operator favorit, seperti Ash, Smoke, Fuze, atau Hibana. Di Rainbow Six Tactics, kebiasaan memakai satu Operator andalan secara terus-menerus akan terganggu oleh kedua sistem tersebut.

Bagi pemain yang terbiasa dengan permainan berbasis giliran, sistem ini menambah lapisan manajemen sumber daya di luar taktik pertempuran. Pemain perlu mempertimbangkan kondisi setiap Operator, jenis misi, dan jenis musuh yang akan dihadapi sebelum menentukan siapa yang diturunkan. Keputusan recon juga memiliki konsekuensi nyata karena bisa menentukan apakah seorang Operator harus absen selama dua misi berikutnya.

Rainbow Six Tactics sendiri merupakan spin-off taktis berbasis giliran dari waralaba Rainbow Six milik Ubisoft. Game ini dijadwalkan hadir pada 2027 untuk PC, PS5, Xbox Series X, dan Xbox Series S. Informasi mengenai jadwal rilis tersebut melengkapi gambaran bahwa Ubisoft sedang menyiapkan pendekatan berbeda dari seri utama, termasuk dalam hal cara pemain mengelola daftar Operator mereka.

Dengan sistem fatigue dan injury yang saling melengkapi, Rainbow Six Tactics menempatkan rotasi roster sebagai bagian inti dari pengalaman bermain, bukan sekadar pilihan opsional. Pemain yang ingin tetap kompetitif perlu mengenal karakteristik setiap Operator dan memahami kapan waktu yang tepat untuk mengistirahatkan atau menurunkan mereka ke medan misi.

[IMAGE: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/yfykTu8qa66pgjXYCybzMo.jpg]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.