📑 Daftar Isi

Sony memperkenalkan Quick Spectral Super Resolution (QSSR), teknologi AI upscaling untuk konsol PlayStation 5 standar.

PS5 Dapat AI Upscaling QSSR, Kualitas Gambar Naik Tanpa Beli PS5 Pro

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Sony perkenalkan QSSR, AI upscaling untuk PS5 standar
  • Marvel's Wolverine dan Ghost of Yōtei jadi game pertama yang mendukung
  • QSSR pakai arsitektur neural-network yang disederhanakan
  • Pustaka QSSR tersedia untuk semua pengembang PlayStation
  • PSSR tetap jadi solusi "gold standard" di PS5 Pro

Telset.id – PlayStation 5 kini mendapatkan teknologi AI upscaling melalui Quick Spectral Super Resolution (QSSR), fitur yang sebelumnya hanya tersedia di PlayStation 5 Pro. Sony memperkenalkan QSSR lewat sebuah blog post, dengan Marvel’s Wolverine dan Ghost of Yōtei menjadi game pertama yang mendukung teknologi tersebut. Langkah ini memberi pemilik PS5 standar akses ke peningkatan kualitas gambar tanpa harus mengganti perangkat keras mereka.

QSSR merupakan versi baru dari teknologi AI upscaling Sony untuk PS5. Sebelumnya, Sony memperkenalkan PlayStation Spectral Super Resolution (PSSR) sebagai fitur unggulan saat meluncurkan PS5 Pro. Teknologi itu menggunakan AI untuk menganalisis frame secara pixel-by-pixel dan merekonstruksinya pada resolusi lebih tinggi, sehingga meningkatkan detail gambar dan stabilitas temporal sambil memungkinkan game dirender secara internal pada resolusi lebih rendah.

Namun, kebutuhan komputasi PSSR membuat fitur tersebut tidak tersedia di PS5 standar. Menurut Sony, QSSR menggunakan arsitektur neural-network yang disederhanakan dan implementasi hand-tuned yang ditujukan untuk memaksimalkan performa pada PS5. Sony menyebutnya sebagai tier performa baru untuk AI upscaling, bukan pengganti langsung PSSR yang tetap menjadi solusi “gold standard” di PS5 Pro.

Hadir untuk Semua Pengembang PlayStation

Sony tidak berniat membatasi teknologi upscaling baru ini hanya untuk studio internalnya. Pustaka QSSR akan ditawarkan kepada semua pengembang PlayStation. Langkah ini memungkinkan lebih banyak game PS5 mengadopsi teknologi tersebut di masa depan dan memberi pengembang opsi untuk menyeimbangkan resolusi rendering, performa, dan kualitas gambar pada perangkat konsol yang sudah berusia lanjut.

Jasmin Patry, Lead Rendering Engineer di Sucker Punch Productions, memberikan pernyataan resmi terkait kehadiran QSSR. “QSSR excels at resolving the fine details in our characters and environments and does so with a level of temporal stability that hasn’t been possible on the PS5 console until now. We’ve long wished that all PS5 players could experience the incredible image quality that PSSR brings to PS5 Pro, and QSSR is a positive step towards that goal!” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa QSSR menyasar detail halus pada karakter dan lingkungan game dengan stabilitas temporal yang sebelumnya belum mungkin dicapai di konsol PS5. Sucker Punch Productions sendiri telah lama menginginkan agar seluruh pemain PS5 bisa merasakan kualitas gambar yang dibawa PSSR ke PS5 Pro.

Dengan Sony yang terus menyempurnakan teknologi upscaling-nya bersama AMD dalam Project Amethyst, pemilik PS5 dapat mengharapkan visual yang lebih tajam dan lebih stabil pada game yang mendukung tanpa perlu melakukan upgrade perangkat keras. Meski demikian, QSSR tidak akan mengubah PS5 standar menjadi PS5 Pro. Fitur ini lebih tepat digambarkan sebagai peningkatan penting di level software untuk konsol tersebut.

Kehadiran QSSR menambah daftar panjang inisiatif Sony di ekosistem PlayStation. Sebelumnya, Sony juga mengumumkan perangkat audio baru melalui PlayStation Pulse yang dijadwalkan hadir awal 2026. Langkah ini menunjukkan upaya Sony menjaga daya tarik platformnya melalui pembaruan perangkat lunak maupun perangkat keras.

Bagi pengembang, pustaka QSSR yang terbuka menjadi opsi tambahan dalam mengoptimalkan game di PS5. Mereka dapat menyeimbangkan resolusi rendering, performa, dan kualitas gambar sesuai kebutuhan masing-masing judul. Marvel’s Wolverine dan Ghost of Yōtei menjadi contoh awal bagaimana teknologi ini diterapkan pada game yang sudah berjalan di PS5.

Peningkatan berbasis AI seperti QSSR menjadi relevan di tengah siklus hidup konsol yang semakin panjang. Alih-alih mendorong pemain membeli perangkat baru, Sony memilih menghadirkan peningkatan kualitas visual lewat pembaruan software. Pendekatan ini sejalan dengan strategi serupa yang juga diterapkan di lini produk lain, seperti yang terlihat pada upaya Sony dalam model v6 di sektor lain.

Dengan QSSR, pemilik PS5 standar dapat menikmati visual yang lebih tajam dan stabil pada game yang mendukung tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perangkat baru. Sony memposisikan teknologi ini sebagai peningkatan penting di level software, sementara PSSR tetap menjadi solusi puncak yang eksklusif untuk PS5 Pro.

Ghost of Yōtei - Quick Spectral Super Resolution (QSSR) | PS5 Games - YouTube

Perlu dicatat bahwa QSSR bukan pengganti PSSR. Keduanya menempati tier berbeda dalam strategi upscaling Sony. PSSR tetap menjadi “gold standard” di PS5 Pro, sementara QSSR hadir sebagai opsi performa baru yang dapat diadopsi lebih luas oleh pengembang di PS5 standar. Kombinasi keduanya memperluas jangkauan teknologi AI upscaling Sony ke basis pengguna yang lebih besar.

Ke depan, adopsi QSSR akan bergantung pada keputusan masing-masing pengembang untuk mengintegrasikannya ke dalam game mereka. Dengan pustaka yang tersedia untuk semua pengembang PlayStation, potensi perluasan dukungan QSSR pada lebih banyak judul PS5 tetap terbuka. Marvel’s Wolverine dan Ghost of Yōtei menjadi penanda awal arah teknologi ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.