Telset.id – Keputusan PlayStation untuk menghentikan produksi disc game fisik pada Januari 2028 dipastikan akan mengubah cara gamer berburu diskon. Dampak paling nyata bukan hanya soal koleksi fisik, melainkan hilangnya opsi harga murah yang selama ini dinikmati pembeli game bekas dan diskon ritel.
Pengumuman ini memicu reksi keras dari komunitas gamer global. Kekhawatiran utama bukan hanya soal masa depan koleksi fisik, tetapi juga bagaimana hal ini akan merugikan kantong pemain yang terbiasa mencari harga terbaik. Sony hentikan produksi disc membuat strategi berburu diskon yang selama ini diandalkan jutaan gamer akan lenyap.
Perbandingan Harga: Disc vs Digital
Bagi gamer yang biasa membeli game baru saat rilis, dampaknya mungkin tidak terasa langsung. Namun, bagi mereka yang sabar menunggu beberapa bulan setelah peluncuran, perbedaannya sangat signifikan. Data perbandingan harga menunjukkan kesenjangan yang mencolok antara harga disc di ritel dan harga digital di PlayStation Store.
Berikut perbandingan harga beberapa game eksklusif PS5 terbesar (harga dalam dolar AS per Juli 2026):
- Astro Bot: PlayStation Store $59,99 vs Amazon $39,99
- Death Stranding 2: On the Beach: PlayStation Store $69,99 vs Amazon $54,97
- Demon’s Souls: PlayStation Store $69,99 vs Amazon $37,99
- God of War Ragnarök: PlayStation Store $69,99 vs Amazon $32,75
- Marvel’s Spider-Man 2: PlayStation Store $69,99 vs Amazon $44,48
- Ratchet & Clank: Rift Apart: PlayStation Store $69,99 vs Amazon $43,94
- The Last of Us Part 1: PlayStation Store $69,99 vs Amazon $34,38
Perbedaan harga ini menunjukkan bahwa setelah game melewati masa puncak penjualannya, retailer cenderung mendiskon stok fisik yang tersisa. Sementara di PlayStation Store, harga bisa tetap terkunci selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Keterbatasan Diskon Digital
Bukan berarti diskon digital tidak ada. PlayStation Store secara rutin mengadakan sale, seperti July Savings yang menawarkan diskon hingga 75% untuk game PS5 dan PS4. Namun, masalahnya adalah gamer akan bergantung sepenuhnya pada jadwal sale terbatas ini.
Contoh nyata: jika di Juli 2026 ini kamu ingin membeli God of War Ragnarök, game tersebut tidak termasuk dalam promosi July Savings. Harganya tetap $70 di PlayStation Store. Sementara di Amazon, versi fisik bisa didapatkan hanya dengan $32.
Dalam skenario all-digital, memutar kembali game yang terlewat saat rilis berarti harus menunggu berbulan-bulan hingga game tersebut muncul dalam salah satu sale bergilir PlayStation Store, kecuali kamu bersedia membayar harga rilis.
Baca Juga:
Keputusan ini juga memicu kekhawatiran tentang masa depan game bekas dan kebebasan konsumen. Kebijakan hapus konten digital Sony sebelumnya menjadi preseden yang mengkhawatirkan.
## Masa Depan Berburu Diskon
Situasi ini sebenarnya bisa diatasi jika Sony mengizinkan toko ritel seperti Amazon, Best Buy, dan Target menjual kode game digital secara langsung. Saat ini, retailer tersebut hanya menjual voucher PlayStation Store. Namun, kode digital tidak memakan ruang gudang, sehingga retailer tidak memiliki insentif untuk mendiskon stok.
Bagaimanapun, game baru yang rilis di platform PlayStation setelah Januari 2028 akan sepenuhnya bergantung pada strategi harga digital Sony dan penerbit. Ini berarti kebiasaan berburu diskon game kapan pun kamu mau bisa menjadi masa lalu.

Dampak dari kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh kolektor game fisik, tetapi juga oleh gamer yang selama ini mengandalkan harga murah dari game bekas. Tanpa opsi untuk membeli game bekas atau mencari diskon di ritel, biaya bermain game diperkirakan akan meningkat signifikan.
Bagi yang penasaran dengan detail lebih lanjut tentang kebijakan ini, Sony konfirmasi hentikan disc bukan karena alasan yang sering diduga.





Komentar
Belum ada komentar.