Ilustrasi perpustakaan digital PlayStation yang menampilkan film Paddington dan Terminator 2 dengan latar belakang logo Sony

Sony Akan Hapus Film yang Sudah Dibeli Pengguna PlayStation UK

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Sony akan menghapus film yang sudah dibeli pengguna PlayStation UK mulai September 2026
  • Film terdampak termasuk Paddington, Paddington 2, Pan's Labyrinth, Rambo 3, Terminator 2, dan The Boy in the Striped Pajamas
  • Penghapusan dilakukan karena perjanjian lisensi dengan StudioCanal berakhir
  • Sony sebelumnya menarik 314 judul StudioCanal di Jerman dan Austria pada 2022
  • Kemungkinan kesepakatan baru masih ada, seperti kasus Discovery 2023
  • Insiden jadi pengingat bahwa pembelian digital hanya lisensi jangka panjang
  • Sony juga hentikan produksi disc game pada 2028 dan tutup PS Store PS3/PS Vita pada 2027

Telset.id – Sony kembali mengingatkan bahwa kepemilikan konten digital bersifat sementara. Perusahaan akan menghapus sejumlah film yang sudah dibeli pengguna PlayStation di Inggris mulai September 2026 karena kontrak lisensi berakhir.

Keputusan ini memengaruhi pengguna yang telah membeli film seperti Paddington, Paddington 2, Pan’s Labyrinth, Rambo 3, Terminator 2: Judgment Day, dan The Boy in the Striped Pajamas. Sony menyatakan bahwa film-film tersebut akan dihapus dari perpustakaan digital pengguna akibat perubahan perjanjian lisensi konten.

Pemberitahuan hukum ini pertama kali terdeteksi oleh situs berita gaming PlayStation LifeStyle. Dalam pemberitahuan tersebut, Sony menjelaskan bahwa pengguna yang terkena dampak akan kehilangan akses untuk melakukan streaming judul-judul tersebut karena keterbatasan perjanjian lisensi konten.

Meskipun demikian, masih ada kemungkinan Sony mencapai kesepakatan baru dengan StudioCanal sebelum 1 September 2026. Jika kesepakatan tercapai, pengguna bisa tetap menonton konten yang sudah mereka beli.

Situasi serupa pernah terjadi pada 2023. Saat itu, Sony mengumumkan akan menarik 1.318 musim acara Discovery dari perpustakaan pelanggan. Namun, beberapa minggu setelah pengumuman, Sony membatalkan rencana tersebut karena berhasil memperbarui pengaturan lisensi dengan Discovery.

Baca Juga:

Namun, pengguna tidak boleh terlalu berharap. Sony sebelumnya sudah menarik 314 judul StudioCanal dari perpustakaan pengguna di Jerman dan Austria pada 2022. Kasus ini menunjukkan pola bahwa penghapusan konten digital bukanlah hal baru bagi perusahaan.

Lebih lanjut, Sony juga pernah menghapus perpustakaan digital Funimation milik pengguna setelah memutuskan menggabungkan layanan streaming anime tersebut dengan Crunchyroll. Langkah ini menimbulkan kekecewaan di kalangan pengguna setia Funimation.

Keputusan Sony juga sejalan dengan tren pengurangan skala toko digital. Perusahaan telah berhenti menjual sewa dan pembelian film serta acara TV pada Agustus 2021. Hal ini menunjukkan bahwa Sony mungkin memiliki minat yang lebih kecil untuk mempertahankan judul digital dibandingkan sebelumnya.

Bahkan jika StudioCanal bersedia membuat kesepakatan dengan Sony, ada kemungkinan perusahaan kurang tertarik untuk mempertahankan judul digital. Faktor ini menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang sering membeli konten digital.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa kita sebenarnya tidak memiliki barang yang kita beli secara digital. Sebaliknya, pembelian dan sewa digital hanyalah lisensi jangka panjang yang hanya berlaku selama layanan streaming memiliki hak untuk mendistribusikan konten tersebut. Seringkali, periode tersebut terbatas.

Pengumuman Sony ini telah membuat frustrasi sebagian pengguna. Beberapa di antaranya percaya bahwa Sony harus menawarkan pengembalian dana atau berpikir bahwa toko digital harus berhenti menggunakan istilah seperti “pembelian” untuk sewa jangka panjang.

Dari sudut pandang industri, keputusan ini juga terkait dengan strategi Sony yang semakin fokus pada era digital. Perusahaan sebelumnya telah mengumumkan akan menghentikan produksi game disc pada 2028. Langkah ini menunjukkan pergeseran besar menuju distribusi digital penuh.

Selain itu, Sony juga berencana menutup PS Store untuk PS3 dan PS Vita pada Juli 2027. Keputusan ini memperkuat tren bahwa perusahaan sedang bertransisi menuju ekosistem digital yang lebih ketat.

Bagi pengguna PlayStation di Inggris, situasi ini menjadi pelajaran berharga tentang risiko kepemilikan konten digital. Meskipun pembelian digital menawarkan kenyamanan, pengguna harus sadar bahwa akses terhadap konten tersebut bisa dicabut kapan saja.

Sony belum memberikan pernyataan resmi mengenai apakah akan ada kompensasi bagi pengguna yang kehilangan akses ke film-film tersebut. Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kemungkinan pengembalian dana masih belum pasti.

Kasus ini juga menyoroti perlunya regulasi yang lebih jelas terkait hak konsumen dalam pembelian konten digital. Banyak pengguna yang merasa istilah “membeli” dalam konteks digital bersifat menyesatkan karena tidak memberikan kepemilikan penuh.

Ke depannya, konsumen mungkin perlu lebih berhati-hati dalam memutuskan apakah akan membeli atau menyewa konten digital. Memahami bahwa lisensi bisa berakhir kapan saja menjadi kunci untuk menghindari kekecewaan.

Sony sendiri terus mendorong adopsi digital melalui berbagai inisiatif. Perusahaan telah menghentikan produksi disc fisik untuk beberapa judul game, menandakan bahwa masa depan PlayStation sepenuhnya digital.

Dengan semakin banyaknya konten yang dihapus dari perpustakaan digital, pengguna PlayStation di Inggris dan negara lain harus bersiap menghadapi kemungkinan serupa di masa depan. Keputusan Sony ini menjadi contoh nyata bahwa kepemilikan digital tidak sekuat yang dibayangkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.