Telset.id – CEO Sony Interactive Entertainment, Hideaki Nishino, memberikan sinyal terkuat bahwa konsol genggam PlayStation generasi baru tengah dalam pengembangan. Dalam sesi Q&A dengan investor, Nishino menyatakan strategi PlayStation generasi berikutnya akan menghadirkan pengalaman bermain game yang mulus melampaui batas ruang tamu.
Pernyataan tersebut sontak memicu spekulasi bahwa Sony bersiap kembali ke pasar konsol portabel pada era PS6. Meski tidak secara eksplisit menyebut kata “handheld”, Nishino mengakui kebiasaan bermain game telah berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir.
“Semakin banyak pemain yang memilih monitor pribadi dan pengaturan gaming fleksibel, bukan berkumpul di depan TV ruang tamu,” ungkap Nishino. Sony disebut sudah beradaptasi dengan perubahan ini melalui aksesori seperti monitor dan speaker, serta merujuk pada sambutan positif PlayStation Portal sebagai bukti bahwa gamer menginginkan lebih banyak cara mengakses ekosistem PlayStation.
Nishino juga menekankan bahwa perangkat keras PlayStation masa depan akan memanfaatkan teknologi yang bisa bekerja “dalam berbagai bentuk dan lokasi.” Ini mengindikasikan Sony tidak lagi berpikir sekadar konsol rumahan tradisional.

Meski demikian, Sony juga meredam optimisme berlebihan. Nishino menegaskan perusahaan tidak berniat menjual perangkat keras masa depan dengan kerugian signifikan. “Sebagai prinsip, kami tidak bermaksud menjual perangkat keras dengan kerugian besar,” tegasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah kenaikan biaya komponen dan harga perangkat gaming yang semakin mahal. Banyak pihak mempertanyakan apakah waktu yang tepat bagi Sony meluncurkan handheld premium, mengingat tekanan ekonomi industri saat ini.
Strategi Harga dan Ekosistem
Kesalahan terbesar saat membayangkan PlayStation handheld adalah mengharapkannya sebagai PS5 yang dikecilkan. Faktanya, perangkat portabel dengan layar 8 inci tidak perlu mendorong grafis 4K native ke televisi 65 inci. Target 1080p bersih mengubah persamaan secara fundamental.
AMD APU modern telah membuktikan seberapa besar performa yang bisa dimasukkan ke dalam perangkat genggam. Saat Sony siap dengan perangkat berikutnya, teknologi tersebut akan semakin efisien. Ditambah dengan dynamic resolution scaling, teknik upscaling modern, dan platform yang diketahui pengembang secara pasti, menjalankan game PlayStation generasi saat ini di handheld bukan lagi hal mustahil.
Soal harga, konsol genggam PlayStation bisa dibanderol sekitar USD 550 hingga USD 600. Meski masih mahal, gaming hardware kini mahal di semua lini. Xbox terbaru Microsoft dibanderol sekitar USD 800, sementara Steam Deck yang sudah berusia beberapa tahun juga naik harga mendekati USD 800. Tiba-tiba, handheld PlayStation seharga USD 600 terlihat lebih masuk akal.
Yang lebih penting, Sony tidak sekadar menjual handheld. Mereka menjual ekosistem. Setiap pemain yang membeli PlayStation handheld kemungkinan juga akan membeli game first-party, game third-party, langganan PlayStation Plus, aksesori, dan konten digital. Ini adalah kemewahan yang tidak dinikmati perusahaan seperti Valve. Sony tidak perlu untung besar dari perangkat keras jika ekosistem terus membuat pemain membelanjakan uang selama bertahun-tahun.
Baca Juga:
Waktu Peluncuran yang Tepat
Meluncurkan PlayStation handheld bersamaan dengan Grand Theft Auto VI terdengar seperti langkah pemasaran sempurna. Namun, jika Sony benar-benar bersiap untuk peluncuran 2026, rumor pasti sudah bekerja keras sekarang. Perangkat keras memiliki kebiasaan bocor berbulan-bulan sebelum diumumkan, dan sejauh ini situasi masih sepi.
Selain itu, Sony sudah menggunakan GTA 6 sebagai salah satu alasan terbesar membeli PS5 Pro. Meluncurkan perangkat premium lain di waktu yang sama bisa mencuri perhatian produk mereka sendiri. Karena itu, peluncuran 2027 justru lebih masuk akal.
Rockstar memiliki sejarah merilis game GTA ke PC jauh lebih lambat, dan GTA 6 diperkirakan mengikuti pola yang sama. Ini memberi Sony peluang emas untuk menawarkan handheld sebagai cara termudah, dan satu-satunya, memainkan GTA 6 serta eksklusif PlayStation secara portabel.
Pada 2027, Sony akan memiliki perangkat keras lebih matang, hasil manufaktur lebih baik, dan jajaran game lebih kuat untuk mendukung platform baru. Saat itu, persaingan handheld gaming semakin ketat. Nintendo punya Switch, Valve membuktikan Steam Deck bukan one-hit wonder, sementara ASUS, Lenovo, MSI, dan Acer terus mendorong Windows gaming handheld. Bahkan Microsoft akhirnya merambah kategori ini. Sony kini menjadi satu-satunya perusahaan gaming besar tanpa handheld native sejati.

Ada faktor lain yang membuat situasi semakin menarik. Sony dilaporkan beralih dari membawa game single-player flagship ke PC, memilih menjaga eksklusivitas tersebut di perangkat keras PlayStation. Jika strategi ini berlanjut, handheld native menjadi jauh lebih berharga daripada sekadar gadget tambahan. Alih-alih menunggu bertahun-tahun untuk rilis PC, satu-satunya cara menikmati eksklusif PlayStation terbesar saat bepergian adalah melalui perangkat keras Sony sendiri.
Sony belum mengonfirmasi handheld, mengungkap perangkat keras, atau membagikan jendela peluncuran. Saat ini, semua masih spekulasi berdasarkan beberapa pilihan kata yang hati-hati. Namun terkadang, pilihan kata yang cermat menceritakan kisah yang lebih besar. Jika Sony benar-benar bersiap membawa PlayStation melampaui ruang tamu, handheld premium adalah jenis taruhan yang layak diambil.





Komentar
Belum ada komentar.