Telset.id – Team Ninja resmi merilis expansion pertama Nioh 3 bertajuk Hell Rising, yang langsung mendapat sambutan positif dan dinilai sebagai salah satu soulslike terbaik. Expansion ini melanjutkan kisah setelah akhir cerita utama, di mana pemain harus menyelesaikan base game terlebih dahulu untuk mengakses konten barunya.
Dalam wawancara eksklusif dengan jajaran pengembang utama Team Ninja, termasuk game director Masaki Fujita dan Atsushi Takahashi serta producer Kohei Shibata, terungkap sejumlah detail menarik tentang DLC ini. Hell Rising mengangkat setting periode Keian pada tahun 1651, masa setelah pemerintahan Takechiyo sebagai shogun ketiga.

Menurut Fujita, DLC ini mengambil latar waktu yang unik karena terjadi setahun setelah kematian Yagyu Jubei di dunia nyata. Karakter bersejarah populer yang identik dengan penutup mata ini muncul dalam Hell Rising sebagai salah satu tokoh kunci dalam alur cerita.
“Di akhir game utama, protagonis menjadi shogun,” jelas Fujita. “Peristiwa yang terjadi selama masa pemerintahan shogun melibatkan tokoh-tokoh penting dan penghasut, serta orang-orang dari pihak shogun yang berusaha menyelesaikannya—dengan kata lain, pengikut setia shogun. Banyak karakter yang muncul di DLC mengisi salah satu peran tersebut.”
Setting Edo yang Lebih Autentik
Salah satu pencapaian terbesar Hell Rising adalah menghadirkan nuansa periode Edo yang lebih autentik dibanding game sebelumnya. Fujita mengakui bahwa di base game, periode Edo hanya diwakili oleh sebagian kecil Edo Castle, sementara area Bakumatsu terlalu hancur untuk menampilkan budaya dan adat istiadat periode Edo.
“Ini pertama kalinya dalam seri ini kami memiliki stage yang benar-benar terasa seperti periode Edo,” ujar Fujita. “Kami telah menyebarkan detail-detail kecil periode Edo di seluruh area, dan saya paling menantikan melihat bagaimana reaksi pemain terhadapnya.”

Senjata Baru Hoko dan Shield
Salah satu daya tarik utama Hell Rising adalah kehadiran dua tipe senjata baru: Hoko and Shield serta Ninja Hoko and Shield. Takahashi menjelaskan bahwa karakteristik utama senjata ini adalah menggabungkan serangan dan pertahanan dalam satu kesatuan.
“Biasanya, Anda menghadapi serangan musuh dengan bertahan atau menghindar, lalu menyerang saat ada celah,” kata Takahashi. “Dengan senjata ini, Anda bisa membaca timing serangan musuh dan, dengan melakukan parry di saat yang tepat, membelokkan serangan tersebut dan langsung membalas dengan serangan Anda sendiri.”
Untuk gaya Samurai, Hoko and Shield memungkinkan pemain mengatur waktu serangan kuat dan Martial Arts tertentu untuk menangkis serangan musuh sambil menusuk dengan tombak hoko. Sementara itu, Ninja Hoko and Shield menawarkan fleksibilitas lebih besar, di mana perisai bisa dilempar, ditunggangi, dan dipadukan dengan serangan tombak.

Takahashi menambahkan bahwa senjata ini dirancang sebagai “senjata berisiko tinggi dan imbalan tinggi, di mana Anda melemparkan diri ke dalam serangan musuh dan mendapatkan keuntungan besar dengan membelokkan serangan di saat yang tepat.” Ia berharap pemain mau mencoba senjata ini melawan musuh-musuh paling tangguh di Hell Rising.
Fitur Tambahan dan Konten Baru
Meskipun tidak ada mode game baru yang didedikasikan khusus, Hell Rising menambahkan sejumlah konten menarik. Fujita mengungkapkan adanya “Enlightened One’s Journey” untuk playthrough ketiga, serta “Hundred Demon Realms Picture Scroll” yang merupakan pengembangan dari mode picture scroll di judul-judul sebelumnya.
Takahashi juga menyebut penambahan “Nioh Story Fragments,” yaitu kepingan cerita yang bisa dikoleksi berupa catatan dan surat. “Ini tidak hanya mengungkap lebih banyak tentang kehidupan batin karakter, tetapi juga memungkinkan Anda merasakan budaya masyarakat kota Edo dan masa pemerintahan Takechiyo,” jelasnya.
Perbaikan Performa dan Masa Depan
Menanggapi pertanyaan tentang potensi perbaikan performa, terutama untuk port PC, Fujita menyatakan timnya sedang mengeksplorasi peningkatan kenyamanan bermain. “Kami tidak memiliki timeline spesifik, tetapi saat ini kami sedang meneliti peningkatan performa untuk membuat game lebih nyaman dimainkan,” katanya. “Setelah kami memiliki jalur yang lebih jelas, kami berencana untuk menanganinya dengan tepat.”
Sementara itu, ketika ditanya tentang kemungkinan Nioh 3 hadir di Nintendo Switch 2, producer Kohei Shibata memberikan jawaban diplomatis. “Saya tidak bisa berkomentar tentang Nioh 3, tetapi versi Nintendo Switch 2 dari Wo Long: Fallen Dynasty Complete Edition, yang juga dikembangkan oleh Team Ninja, dijadwalkan rilis pada 3 September,” ujarnya.
Dengan dua bagian DLC yang direncanakan, Hell Rising menjadi awal yang menjanjikan untuk konten tambahan Nioh 3. Pemain dapat menantikan kelanjutan cerita yang akan mengungkap lebih jauh tentang sisi terang dan gelap dari pemerintahan Takechiyo, sebagaimana dijanjikan Fujita dalam wawancaranya.





Komentar
Belum ada komentar.