Monster Hunter Online “Mati” pada Akhir 2019, Kenapa?

Telset.id, Jakarta – Pasar yang begitu besar dan potensial membuat banyak developer dan publisher berjuang keras untuk masuk ke pasar China. Namun, kebijakan ketat di negara tersebut membuat mereka kerepotan.

Developer dan publisher pun mengambil banyak strategi. Satu yang paling sering mereka lakukan adalah dengan bekerja dengan perusahaan raksasa lokal untuk bertindak sebagai publisher.

Terkadang, developer juga melepas sebuah versi berbeda yang dirilis hanya untuk pasar China. Namun, dengan cara itu, game biasanya berakhir jadi game online dengan format free to play.

Salah satunya datang dari Capcom yang sempat menawarkan Monster Hunter Online di pasar China. Eksis sejak tahun 2015 dan tersedia hanya di pasar China, Monster Hunter Online dipastikan akan mati pada akhir tahun 2019.

{Baca juga: 16 April, Ubisoft Rilis Game Anno 1800, Ini Spesifikasinya

Menurut Massivelypo, setelah eksis selama empat tahun dengan animo yang cukup besar dari gamer lokal, game yang hadir dengan visualisasi lebih baik dari Monster Hunter Frontier ini akan resmi ditutup pada 31 Desember 2019 nanti.

Alasannya, kontrak antara Tencent dan Capcom dikabarkan sudah berakhir dan tidak diperpanjang. Tencent tidak memiliki opsi lain selain mematikannya. Monster Hunter Online pun diputuskan mati pada akhir tahun 2019.

{Baca juga: Gearbox Software Pamer Cuplikan Game Borderlands 3}

Mengingat kondisi ini, Tencent tidak lagi menerima registrasi pemain baru untuk Monster Hunter Online. Sayang, tidak ada informasi lebih mendetail apakah ini memang pemutusan hubungan kerja sama permanen atau persiapan untuk kemungkinan rilis Monster Hunter Online dengan versi lebih baru.

Sumber: Massivelyop

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here