Haus Kemenangan, 40 Persen Gamers Mobile Rela Beli Bot

Gamers Mobile

Telset.id, Jakarta – Sekarang ini game tidak hanya menjadi sarana hiburan semata. Lebih dari itu, ada juga game yang mengajak pemain untuk lebih kompetitif. Tak heran jika ada saja gamers mobile ambisius yang menghalalkan segala cara untuk menang. Salah satunya adalah dengan cara beli bot.

Pertumbuhan game mobile semakin meningkat pesat. Pada tahun 2021, lebih dari seperempat penduduk diperkirakan akan menjadi gamer mobile aktif dan diestimasikan akan mengeluarkan lebih dari $180 miliar untuk game seluler.

Tetapi sayangnya, pertumbuhan ini juga disertai dengan bertambahnya penggunaan bot dalam aplikasi.

{Baca Juga: Tipe Pemain MOBA yang Sering Ditemui, Nomor 3 Bikin Kesel!}

Sedikit penjelasan mengenai bot, bot adalah mesin yang menjalankan tugas repetitif di aplikasi atau situs web untuk otomatisasi gameplay sehingga mereka unggul dari pemain asli dengan cara yang curang.

Bahkan, hasil pencarian Google atas istilah “bot untuk game seluler” menghasilkan lebih dari 79,5 juta hasil pencarian. 

Adjust merilis hasil survei terbaru yang menemukan bahwa 41% dari gamer seluler pernah membeli bot agar dapat menang dan rata-rata mengeluarkan uang sebesar $65 atau setara Rp 1 jutaan. Penelitian tersebut mengkaji profil para pemain di Amerika Serikat serta dampak bot terhadap komunitas game dan perekonomian.

Penelitian tersebut menemukan, 31% responden mengatakan bahwa mereka selalu bermain melawan bot. 63% mengatakan bahwa bot berdampak negatif terhadap game, komunitas, dan perekonomian.

{Baca Juga: Wabah Corona, Pasangan Ini Gelar Acara Pernikahan di Game}

Sementara hampir tiga perempat (74%) dari responden yang mengatakan hal ini berasal dari Generasi Y dan 61% di antaranya bermain game setiap hari. Sebanyak 12% responden Generasi Z mengeluarkan sekitar $201 atau setara Rp 3,2 jutaan untuk bot, jumlah terbesar di antara semua generasi.

“Bot tidak hanya berdampak negatif terhadap pengalaman sosial dengan membuat persaingan menjadi tidak seru, tetapi juga secara fundamental merusak model bisnis dari game,” kata Yaron Oliker, CEO dan co-founder Unbotify, cybersecurity

e-Marketer melaporkan, sebanyak 39% responden mengatakan bahwa bot merusak game untuk pemain lainnya. 37% responden mengatakan bahwa penggunaan bot merupakan kecurangan.

{Baca Juga: Unik! Wanita Ini Rayakan Ulang Tahun Pasangannya di The Sims}

Sedangkan 27% responden mengatakan bahwa pemain seharusnya berhak menggunakan bot dan 28% responden mengatakan bahwa mereka kemungkinan akan menggunakan bot jika pemain lainnya juga melakukan hal serupa. 

“Pertama, Anda akan kehilangan pengguna yang paling bernilai, ini akan mengurangi pendapatan dan bahkan dapat merusak reputasi Anda. Kedua, pengguna yang membeli bot tidak akan melakukan pembelian dalam game, ini akan mengurangi pendapatan aplikasi,” pungkas Oliker. (HR/HBS)

Previous articleSambut Ramadhan, IM3 Siapkan Paket Freedom Kuota Harian
Next articleTrafik E-Commerce Naik 50% Selama Pandemi Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here