Telset.id – Natsume mengumumkan judul terbaru dalam franchise Harvest Moon, yaitu Harvest Moon: Echoes of Teradea, yang dijadwalkan rilis pada 15 Oktober 2026 untuk berbagai platform termasuk Nintendo Switch 2. Game yang merupakan perpaduan simulasi bertani dan role-playing game (RPG) ini sebelumnya dikenal dengan atmosfernya yang nyaman dan alur cerita khas, di mana pemain ditempatkan di tengah kota kecil yang dikelilingi hutan dan lahan pertanian.
Namun, perubahan besar terjadi pada seri kali ini. Natsume bersama pengembang IMAGICA GEEQ mengubah pendekatan dengan menghadirkan konsep open world yang megah. Meski banyak mekanisme lama seperti memancing dan menjalin romansa dengan warga tetap dipertahankan, transisi ke dunia terbuka ini justru menuai kekhawatiran tentang hilangnya esensi cozy yang melekat pada seri Harvest Moon.
Kekhawatiran tersebut disampaikan langsung oleh Amina Ayoud, seorang jurnalis GameRant yang juga penggemar lama Harvest Moon. Menurutnya, Harvest Moon: Echoes of Teradea tampak seperti “gema hampa” dari apa yang dulu membuat seri ini dicintai, menggantikan suasana intim dengan petualangan eksplorasi yang luas.
Perubahan Arah dari Seri Sebelumnya
Konsep open world sebenarnya bukan hal baru bagi Natsume. Mereka telah bereksperimen dengan ide ini dalam beberapa judul terakhir, termasuk Harvest Moon: The Winds of Anthos pada 2023 dan Harvest Moon: One World pada 2021. Namun, pergeseran perspektif dari kehidupan bertani menjadi eksplorasi dunia yang luas dinilai tidak sesuai dengan fondasi awal seri ini.

Ayoud mencontohkan pengalamannya bermain Harvest Moon: Friends of Mineral Town pada 2003. Ia mengaku tidak pernah merasa terbatas dengan gaya sandbox atau farming simulator yang hanya menyajikan beberapa area kunci. Justru skala kecil tersebut memungkinkan pemain memahami lingkungan sekitar dengan lebih baik, menciptakan rutinitas, dan membangun kedekatan dengan para warga desa.
“Skala kecil memungkinkan keakraban melalui kedekatan. Saya bisa mengunjungi kota setiap hari, menjalin koneksi dengan semua warga, menghadiri acara, dan keluar dari diri saya untuk memerankan karakter—sesuatu yang menurut saya harus dicapai semua RPG yang baik,” tulis Ayoud dalam analisisnya.
Baca Juga:
Pada dasarnya, Harvest Moon adalah tentang menciptakan kehidupan sendiri dan menjalin hubungan dengan warga sekitar. Menurut Ayoud, pemain tidak akan bisa mencapai hal tersebut secara maksimal ketika dunia game terlalu besar dan penuh sesak. Dunia terbuka dirancang untuk membuat pemain merasa tersesat dalam skala yang sulit dikuasai, sehingga atmosfer yang tadinya hangat dan akrab berubah menjadi luas dan menakutkan.
Keterbatasan Open World untuk Kebebasan Pemain
Perbedaan mendasar antara game sandbox seperti Harvest Moon dan game open world terletak pada tingkat kebebasan yang ditawarkan. Game sandbox memberikan kebebasan penuh kepada pemain untuk membangun dunia mereka sendiri, menghancurkannya, dan menciptakan koneksi sesuai imajinasi. Pemain dapat menetapkan tujuan yang realistis, seperti memiliki 18 ayam di akhir minggu pertama atau meromantisasi warga favorit setelah meningkatkan rumah mereka.
Sebaliknya, game open world umumnya hadir dengan tujuan yang sudah ditentukan, mengandalkan misi dan penanda di peta untuk memandu alur cerita. Kebebasan yang ditawarkan pun terbatas pada jalur tertentu. Selain itu, open world menyajikan peta yang sudah jadi tanpa memberikan alat bagi pemain untuk mengubahnya. Dalam judul klasik seperti Harvest Moon: A Wonderful Life atau Harvest Moon: Back to Nature, pemain dapat mengubah lingkungan sekitar, menggali lubang, mengecat dan meningkatkan rumah, membangun struktur yang lebih besar, bahkan mengubah kota tempat tinggal tanpa banyak batasan.
Keindahan game Harvest Moon klasik terletak pada rasa petualangan dan pencapaian yang diperoleh dari dunia kecil. Membangun pertanian dari nol, membuat nama di kota, dan meromantisasi NPC setelah bekerja keras meningkatkan skor afeksi adalah kemenangan kecil yang terasa nyata karena skalanya lebih kecil dan mudah dikelola. Pemain juga bebas memilih jalan cerita mereka sendiri tanpa ada narasi paksa yang menghambat kreativitas.
Harvest Moon: Echoes of Teradea akan tersedia di Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Steam pada 15 Oktober 2026. Meski belum bisa dipastikan bagaimana hasil akhirnya, perubahan arah ini menimbulkan pertanyaan besar bagi para penggemar setia yang mengharapkan nuansa khas Harvest Moon. Sebagai perbandingan, beberapa judul lain dalam franchise ini juga pernah hadir di berbagai platform, seperti Harvest Moon: Light of Hope yang meluncur pada November, atau game PC yang bisa dimainkan di Android.




Komentar
Belum ada komentar.