Amazon Luna cloud gaming platform menampilkan antarmuka layanan streaming game Amazon

Harga Konsol Meningkat Drastis, Bos Amazon Ramal Gamer Beralih ke Cloud

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Jeff Gattis, GM of Gaming Amazon, prediksi gamer hardcore beralih ke cloud streaming karena harga konsol dan PC naik drastis
  • Harga konsol generasi baru diperkirakan mencapai $1.000 hingga $1.500, naik 6-7 kali lipat dari harga konsol saat ini
  • Krisis RAM global disebut sebagai penyebab utama kenaikan harga yang tidak akan hilang dalam waktu dekat
  • Amazon Luna terintegrasi dengan Prime Video, memungkinkan streaming game seperti Fallout 4 dan Fortnite
  • Meskipun bukan strategi utama, pergeseran gamer ke cloud dianggap sebagai angin segar bagi Amazon

Telset.id – Kenaikan harga konsol dan komponen PC yang semakin mahal diprediksi akan mendorong lebih banyak gamer hardcore untuk beralih ke layanan cloud streaming. Pandangan ini disampaikan langsung oleh Jeff Gattis, GM of Gaming Amazon, yang meyakini bahwa tren kenaikan harga perangkat keras tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Gattis mengomentari masa depan cloud gaming di tengah meningkatnya biaya perangkat keras. Ia menyebutkan bahwa harga konsol generasi mendatang, seperti PlayStation dan Xbox, diperkirakan bisa mencapai angka $1.000 hingga $1.500. Kondisi ini, menurutnya, akan membuat sebagian gamer “priced out of the market” atau tidak mampu lagi membeli perangkat keras tersebut.

“Yeah. Saya tidak akan mengatakan hal itu 18 bulan lalu, dan saya akan mengatakan model bisnis kami tidak benar-benar didasarkan pada pergeseran besar-besaran di mana semua orang menyerahkan konsol dan PC mereka lalu beralih ke cloud,” ujar Gattis dalam wawancara tersebut.

“Tapi astaga, ketika Anda mulai melihat harga Steam Machine dan rumor tentang PlayStation dan Xbox. Ketika harganya mencapai $1.000, $1.500 untuk perangkat keras … Anda akan melihat lebih banyak orang yang tersisih dari pasar. Mereka akan mempertimbangkan teknologi lain,” tambahnya.

Gattis, yang sebelumnya memimpin platform dan subscription di Xbox, juga berbagi anekdot untuk menggambarkan betapa drastisnya kenaikan harga ini. Ia menceritakan bahwa saat masih di Xbox beberapa tahun lalu, konsol Series S sempat didiskon hingga sekitar $199 saat liburan. Dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun, harga konsol diperkirakan melonjak enam hingga tujuh kali lipat dari angka tersebut.

“Saya memberi tahu seseorang tempo hari bahwa ketika saya kembali ke Xbox beberapa tahun yang lalu, kami memberikan diskon untuk konsol Series S saat liburan. Saya pikir harganya sekitar $199. Untuk berpikir dalam rentang waktu dua hingga tiga tahun kita telah naik dari $200 menjadi kemungkinan enam, tujuh kali lipat dari harga itu,” jelas Gattis.

“Saya paham ini adalah krisis RAM, ini terjadi di seluruh dunia, tapi saya rasa ini tidak akan hilang dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Meskipun demikian, Gattis dengan hati-hati menegaskan bahwa perpindahan gamer hardcore ke cloud bukanlah bagian inti dari strategi Amazon. “Bukan strategi kami untuk mempercepat hal itu, tapi ini adalah angin segar yang bagus jika itu benar-benar terjadi, dan realistis untuk berpikir bahwa itu mungkin terjadi,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul di tengah upaya Amazon untuk memperluas jangkauan layanan Game Streaming Luna. Amazon baru saja meluncurkan pembaruan Fire TV yang memungkinkan pelanggan Amazon Prime untuk memainkan game seperti Fallout 4 atau Fortnite langsung dari dalam Prime Video melalui Luna. Langkah ini diambil untuk menarik lebih banyak pengguna ke layanan streaming game milik Amazon.

Krisis RAM yang disebutkan Gattis menjadi faktor utama di balik kenaikan harga komponen dan konsol. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan chip memori telah mendorong harga naik secara signifikan. Produsen seperti AMD juga telah memperingatkan kemungkinan kenaikan biaya komponen lebih lanjut tahun ini.

Fenomena ini tidak hanya berdampak pada konsol, tetapi juga pada PC gaming dan komponen lainnya. Harga kartu grafis dan memori diperkirakan akan terus meningkat, membuat perangkat keras gaming semakin mahal. Hal ini mendorong lebih banyak gamer untuk mencari alternatif yang lebih terjangkau, termasuk layanan cloud streaming.

Bagi Amazon, kondisi pasar ini justru bisa menjadi keuntungan tersendiri. Meskipun bukan strategi utama, peningkatan minat terhadap layanan cloud gaming dapat menjadi “tailwind” atau dorongan tambahan bagi Luna. Dengan integrasi ke Prime Video, Amazon berharap dapat menjangkau lebih banyak pengguna yang mungkin belum pernah mencoba layanan streaming game sebelumnya.

Industri game saat ini sedang menghadapi tantangan besar terkait biaya perangkat keras. Mantan bos PlayStation juga sebelumnya menyatakan bahwa Sony membutuhkan “lebih banyak game untuk lebih banyak orang” untuk membenarkan harga PS6 yang mungkin mencapai $1.000. Sementara itu, harga handheld gaming seperti MSI Claw 8 EX AI+ juga dinilai sangat tinggi oleh banyak pengamat.

Dengan tren kenaikan harga yang diperkirakan akan terus berlanjut, masa depan cloud gaming tampak semakin cerah. Layanan seperti Amazon Luna, yang menawarkan akses ke berbagai game tanpa perlu membeli perangkat keras mahal, menjadi alternatif yang semakin menarik bagi gamer dari berbagai kalangan.

Namun, tantangan utama cloud gaming tetap ada, terutama terkait kualitas koneksi internet dan latensi. Meskipun teknologi terus berkembang, masih ada sebagian gamer yang lebih memilih pengalaman bermain game secara lokal dengan perangkat keras mereka sendiri. Pergeseran massal ke cloud mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat, tetapi tren kenaikan harga perangkat keras jelas memberikan momentum bagi layanan seperti Luna.

Amazon sendiri terus berinovasi untuk meningkatkan layanan Lunanya. Dengan integrasi ke Prime Video dan pembaruan Fire TV, Amazon berharap dapat membuat layanan streaming gamenya lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang. Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih banyak gamer yang mencoba layanan cloud sebagai pelengkap atau bahkan pengganti konsol dan PC gaming tradisional.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.