📑 Daftar Isi

GTA 6 Berpotensi Diblokir di 8 Negara, Begini Faktanya

GTA 6 Berpotensi Diblokir di 8 Negara, Begini Faktanya

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Grand Theft Auto VI (GTA VI) menjadi salah satu game paling dinantikan tahun ini. Namun, menjelang perilisan resminya, muncul kabar bahwa game besutan Rockstar Games tersebut berpotensi tidak tersedia secara resmi di delapan negara.

Informasi ini pertama kali terungkap setelah pengguna menemukan daftar negara yang tidak memenuhi syarat dalam halaman FAQ layanan berlangganan GTA Plus di PlayStation Store. Daftar tersebut memicu spekulasi di kalangan pemain mengenai kemungkinan pemblokiran distribusi GTA 6.

Daftar negara yang disebutkan dalam FAQ tersebut meliputi Bahrain, China, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Rusia, dan Taiwan. Meskipun FAQ itu secara khusus membahas promo langganan GTA Plus, banyak pemain menduga daftar tersebut menjadi indikasi wilayah yang kemungkinan tidak akan mendapat distribusi resmi GTA 6 saat dirilis nanti.

Perlu dicatat bahwa hingga saat ini, Rockstar Games maupun Sony belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pemblokiran atau pelarangan penjualan GTA VI di negara-negara tersebut. Informasi yang beredar masih sebatas dugaan berdasarkan temuan di halaman PlayStation Store.

Jika pembatasan itu benar-benar diterapkan, pemain di negara-negara tersebut kemungkinan akan kesulitan membeli GTA VI melalui toko resmi atau retailer lokal. Namun, bukan berarti game tersebut tidak bisa dimainkan sama sekali.

Seperti kasus game lain yang mengalami pembatasan regional, pemain masih berpotensi memperoleh salinan fisik dari negara lain atau membeli versi digital menggunakan akun PlayStation yang terdaftar di wilayah yang didukung.

Diduga Terkait Konten Dewasa

Belum diketahui secara pasti alasan mengapa sejumlah negara tersebut masuk dalam daftar yang diduga tidak mendapat akses resmi GTA VI. Namun, seri Grand Theft Auto sendiri sudah lama menuai kontroversi karena menghadirkan berbagai konten dewasa.

Konten tersebut meliputi kekerasan, aktivitas kriminal, penggunaan alkohol dan narkoba, unsur seksual, hingga perjudian. Beberapa negara di kawasan Timur Tengah dan Asia diketahui memiliki regulasi ketat terhadap produk hiburan yang mengandung unsur-unsur tersebut.

Tidak jarang game dengan rating dewasa dilarang beredar secara resmi di wilayah-wilayah dengan regulasi ketat. Kasus serupa pernah dialami Rockstar pada 2019 ketika fitur Diamond Casino di GTA Online diblokir di sejumlah negara akibat aturan setempat mengenai perjudian.

Fenomena pemblokiran game bukanlah hal baru di industri ini. Beberapa negara sebelumnya juga pernah menerapkan pembatasan serupa terhadap game populer lainnya, seperti yang terjadi pada blokir PUBG di Nepal karena kekhawatiran kecanduan game.

Dampak bagi Pemain di Indonesia

Meskipun Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang disebutkan, kabar ini tetap menjadi perhatian bagi para penggemar GTA di Tanah Air. Pemain Indonesia masih bisa mengakses game tersebut melalui jalur resmi.

Bagi kolektor yang sudah memesan edisi fisik, perlu diketahui bahwa GTA 6 edisi fisik tidak menyertakan disc, sebuah keputusan yang mengecewakan sebagian kolektor.

Sementara itu, Sony juga telah melakukan penyesuaian dengan mengubah tampilan PS5 untuk menyambut pre-order GTA 6. Langkah ini menunjukkan keseriusan platform holder dalam menyambut perilisan game blockbuster tersebut.

Bagi pemain yang berada di negara yang masuk daftar, opsi untuk mendapatkan game tetap ada meskipun melalui jalur alternatif. Pembelian versi digital menggunakan akun dari wilayah yang didukung atau memperoleh salinan fisik dari negara lain menjadi solusi yang mungkin ditempuh.

Namun, semua informasi ini masih bersifat spekulatif hingga ada pengumuman resmi dari Rockstar Games atau Sony. Pemain diharapkan tetap waspada terhadap informasi yang belum terverifikasi, termasuk link early access GTA 6 palsu yang mungkin beredar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.