Khawatir Anak Jadi Kecanduan Game, Nepal Blokir PUBG

Blokir PUBG

Telset.id, Jakarta Nepal mengeluarkan kebijakan baru terkait game PlayerUnknows’s Battleground (PUBG). Negara tersebut melakukan pemblokiran karena khawatir jika anak-anak mereka kecanduan game pertempuran yang lagi digandrungi itu.

Dilansir Telset.id dari Engadget pada Jumat (12/04/2019), sebelumnya pemerintah federal Nepal, melakukan investigasi terkait game PUBG.

Hasilnya, pihak Nepal Telecommunications Authority (NTA) memerintahkan pihak penyedia layanan internet (ISP), vendor ponsel, dan penyedia layanan jaringan untuk memblokir PUBG.

Memang selama ini di Nepal belum ada kasus terkait game tersebut. Namun wakil Direktur NTA mengatakan bahwa kebijakan tersebut keluar karena khawatir jika anak-anak Nepal menjadi kecanduan, dan melupakan kegiatan belajar mereka.

{Baca juga: Gamers di India Cuma Bisa Main PUBG Enam Jam per Hari}

Sebelumnya pemblokiran PUBG bukan hal pertama. Pemerintah India akhirnya mengeluarkan pernyataan tegas terkait fenomena dampak kecanduan game Bahkan, pihak pemerintah negara tersebut sudah merilis daftar game yang dianggap membahayakan anak-anak, termasuk game-game populer seperti PUBG, Fortnite, dan Pokemon.

Komisi Perlindungan Anak di Delhi mengaku sudah mengirim catatan berisi daftar gameberbahaya bagi anak-anak, khususnya kalangan pelajar, kepada pihak sekolah di negara bagian. Satu diantaranya adalah gamePUBG.

Catatan itu dirilis setelah Perdana Menteri India, Narendra Modi, memberi tanggapan terkait adiksi game bagi anak. Ia menyebut  bahwa teknologi harus diawasi, tetapi tidak boleh dijauhkan dari anak-anak karena memicu inovasi.

Seperti dikutip Telset.id dari India Today, Jumat (8/2/2019), Komisi Perlindungan Anak di Delhi telah memblokir beberapa game, termasuk Pokemon. Selain itu, ada pula PUBG, Fortnite, GTA, God of Warm Hitman, serta Plague Inc.

{Baca juga: Di Kota Ini, Main PUBG Bisa Ditangkap Polisi}

“Game tersebut terdapat unsur misoginis, kebencian, dan balas dendam yang berdampak negatif terhadap otak dan pola pikir anak,” tulis pihak Komisi Perlindungan Anak di Delhi dalam pernyataaan resmi kepada publik. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here