Telset.id – Blizzard resmi menghidupkan kembali StarCraft sebagai open-world shooter, tetapi penggemar harus bersabar karena game baru ini baru akan dirilis pada musim semi 2030. Pengumuman tersebut disampaikan langsung dalam gelaran BlizzCon 2026, menandai kembalinya waralaba legendaris ini setelah lebih dari satu dekade tidak menghadirkan judul utama baru.
StarCraft sendiri terakhir kali muncul melalui versi remaster pada 2017, sementara sekuel utamanya, StarCraft II, sudah dirilis sejak 2010. Artinya, sudah sekitar 16 tahun sejak penggemar menantikan kelanjutan resmi dari seri real-time strategy (RTS) tersebut. Blizzard menyebut momen kebangkitan ini dengan kalimat singkat, “it’s about damn time.”
Pengumuman ini menjadi angin segar sekaligus tanda tanya besar bagi komunitas. Pasalnya, selama bertahun-tahun beredar rumor tentang berbagai proyek shooter StarCraft yang akhirnya mati di tengah jalan. Proyek semacam itu terakhir kali terdengar kabarnya pada 2024. Kini, Blizzard memastikan bahwa game yang diberi judul sederhana StarCraft itu benar-benar dalam pengembangan.
StarCraft Kembali, Tapi Bukan sebagai RTS
Berbeda dari identitasnya sebagai game strategi, StarCraft terbaru digambarkan Blizzard sebagai “story-driven open-world shooter”. Ini bukan kali pertama Blizzard mencoba membawa semesta StarCraft ke ranah 3D shooter. Pada 2002, Blizzard pernah mencoba menghadirkan StarCraft: Ghost, tetapi proyek tersebut terpuruk dalam development hell selama bertahun-tahun. Presiden Blizzard saat itu, Mike Morhaime, akhirnya mengonfirmasi pembatalan proyek tersebut pada 2014.
Dalam pengumuman di BlizzCon 2026, Dan Hay, seorang VP di Blizzard, naik ke panggung untuk mengungkap kembalinya StarCraft. Ia memperlihatkan cinematic trailer yang berfokus pada faksi manusia United Earth Directorate yang bersiap menghadapi Zerg. Sementara itu, faksi Protoss hanya disebut sekilas dalam trailer tersebut.
Trailer itu memperlihatkan nada yang tidak main-main. Setelah seruan militeristik yang membara, karakter manusia yang dipenuhi propaganda dihadapkan pada realitas brutal pertempuran. Karakter yang diikuti selama sekitar tiga menit dalam trailer tersebut akhirnya terungkap sebagai bahan bakar yang bisa dibuang begitu saja untuk mesin perang. Pendekatan ini menegaskan bahwa StarCraft terbaru tidak akan menyajikan cerita yang ringan.
Ekspektasi Penggemar dan Tantangan Waktu
Kabar kembalinya StarCraft jelas membuat penggemar bersemangat. Namun, banyak pula yang masih menahan napas dan berharap hadirnya sekuel RTS yang layak setelah StarCraft II pada 2010. Harapan ini wajar mengingat akar StarCraft sebagai game strategi yang memiliki basis penggemar kompetitif, termasuk di turnamen esports. Sebagai gambaran, turnamen game StarCraft pernah menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan tim-tim besar, seperti yang terlihat dalam Turnamen StarCraft yang dimenangkan tim Samsung.
Di sisi lain, minat terhadap game kompetitif dan strategi terus tumbuh. Riset bahkan menunjukkan bahwa bermain video game dapat memberikan dampak positif bagi otak, seperti yang dibahas dalam artikel tentang Main Video Game yang membuat otak empat tahun lebih muda. Tren ini menunjukkan bahwa pasar untuk game seperti StarCraft tetap relevan, baik dari sisi hiburan maupun kognitif.
Meski demikian, jarak waktu menuju perilisan pada musim semi 2030 menjadi tantangan tersendiri. Dalam kurun hampir empat tahun tersebut, banyak hal bisa terjadi. Blizzard sendiri belum mengungkap detail lebih lanjut mengenai gameplay, platform, maupun mekanisme open-world yang akan diusung. Yang jelas, pengumuman ini menandai langkah besar Blizzard untuk mengembalikan salah satu IP paling ikoniknya ke panggung industri game.
Bagi penggemar genre strategi yang ingin mengisi waktu sembari menunggu, tersedia berbagai pilihan game yang bisa dimainkan saat ini, mulai dari daftar Game Strategi Android hingga rekomendasi Game Online PC terbaik. Sementara itu, bagi Blizzard, tantangan terbesarnya adalah memastikan bahwa StarCraft versi open-world shooter ini mampu memenuhi ekspektasi yang telah tertunda selama bertahun-tahun.
[ META_DESCRIPTION ]
Blizzard umumkan StarCraft baru sebagai open-world shooter di BlizzCon 2026. Game ini dijadwalkan rilis musim semi 2030, bukan sebagai RTS.





Komentar
Belum ada komentar.