Avatar: Frontiers of Pandora Paling Cepat Rilis Tahun 2023

Telset.id, Jakarta – Avatar: Frontiers of Pandora mengalami penundaan rilis hingga 2023 atau 2024 mendatang. Ubisoft dan Massive Entertainment telah mengumumkannya.

Dengan kat alain, Telset kutip dari Engadget, Jumat (22/7/2022), game Avatar: Frontiers of Pandora kemungkinan cepat akan hadir ke hadapan para pemain pada tahun depan.

Para pengembang menyebut bahwa penundaan peluncuran permainan tersebut disebabkan faktor global yang turut memengaruhi proses produksi game di seluruh industri.

Namun demikian,Ubisoft menyatakan masih “berkomitmen” untuk menciptakan permainan generasi berikutnya dan melihat franchise James Cameron sebagai peluang multi-tahun.

BACA JUGA:

Proyek-proyek lain juga menghadapi penundaan atau bahkan pembatalan rilis. Stephen Totilo dari Axios mencatat, Ubisoft membatalkan game battle royale Ghost Recon Frontline.

Perusahaan juga membatalkan dua game yang tidak diumumkan serta mendorong kembali game premium ke jadwal peluncuran dari 2022 ke 2023 dan 2023 ke 2024 mendatang.

Keputusan itu datang ketika Ubisoft mencoba ingin “mengubah nasib”. Sebab, penjualan permainan perusahaan mengalami penurunan 10 persen pada kuartal pertama tahun ini.

Bisnis Ubisoft sedang tidak berkembang pesat. Penundaan rilis untuk game seperti Avatar: Frontiers of Pandora hanyalah meningkatkan tekanan untuk memangkas biaya-biaya.

Asal tahu saja, sejatinya permainan anyar tersebut sudah bisa dimainkan di Xbox Seri X dan Xbox Seri S, Microsoft Windows, Google Stadia, serta PlayStation 5 mulai tahun ini.

Sebelumnya, Ubisoft mengumumkan bakal menghentikan dukungan layanan online di sejumlah game lawas, seperti Assassin’s Creed series, Far Cry 3, dan Prince of Persia.

Melalui situs resmi, Ubisoft menyatakan akan menghentikan layanan online 13 judul game lawas yang tersedia di PC atau komputer, PlayStation 3, Wii U, serta Xbox 360.

BACA JUGA:

Kebijakan berlaku mulai 1 September 2022. Selain menghentikan dukungan layanan online di game, Ubisoft juga akan menangguhkan fitur multi-player dan tautan ke akun.

Perusahaan turut memblokir pemain untuk bisa mengakses downloadable content  atau DLC yang disediakan. Alasannya, Ubisoft ingin mengalihkan sumber daya perusahaan.

“Menutup layanan online untuk beberapa game lawas memungkinkan kami untuk memfokuskan sumber daya guna memberi pengalaman hebat kepada pemain,” katanya. [SN/HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0