Dalam perbandingan performa, Infinix GT 30 Pro menghancurkan Xiaomi Redmi Note 14 Pro+ 5G dengan skor total Antutu 1.588.444, berbanding chipset Snapdragon 7s Gen 3 pada Redmi yang hanya mencatatkan angka 572.667. Perbedaan GPU Score yang mencapai 488.424 pada Infinix dibandingkan 175.933 pada Xiaomi menunjukkan bahwa Infinix berada di liga yang berbeda untuk gaming berat. Bagi pengguna yang mendambakan stabilitas frame rate, angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan jaminan pengalaman pengguna yang jauh lebih responsif dan mulus.
Sisi visual juga menjadi ajang adu gengsi. Redmi Note 14 Pro+ unggul tipis dalam kecerahan layar dengan 3000 nits (peak) dan proteksi Gorilla Glass Victus 2 yang lebih tangguh. Namun, Infinix membalas dengan refresh rate 144Hz yang memberikan sensasi 'licin' saat navigasi dibandingkan 120Hz pada Redmi. Jika Anda tipe orang yang sering menjatuhkan ponsel, Redmi memang lebih aman, tapi jika Anda tipe yang lebih peduli pada apa yang Anda lihat di layar, 144Hz pada Infinix terasa lebih memanjakan mata.
Sektor baterai dan pengisian daya memiliki pendekatan berbeda. Xiaomi menawarkan kecepatan 'kilat' 120W yang sangat memikat bagi kaum tidak sabaran. Namun, Infinix lebih bijak dengan menyertakan fitur Bypass Charging dan wireless charging 30W. Bagi gamer, fitur bypass charging adalah penyelamat nyawa baterai agar tidak cepat degradasi saat bermain sambil dicolok listrik, sebuah fitur yang sayangnya absen di Redmi.
Dalam aspek kamera, Redmi Note 14 Pro+ membawa sensor 200 MP dengan skor DxOMark 103, yang secara objektif memberikan detail lebih baik dalam kondisi pencahayaan melimpah. Infinix dengan 108 MP memang tertinggal dalam resolusi, namun untuk penggunaan media sosial standar, perbedaannya seringkali tidak terlihat oleh mata telanjang kecuali Anda seorang fotografer piksel-peeping yang fanatik. Material bodi Redmi yang menggunakan aluminium dan kaca premium memang memberikan kesan mewah, sementara Infinix harus puas dengan plastik yang terasa agak 'murah' saat digenggam.
Secara keseluruhan, kedua perangkat ini menargetkan audiens yang sangat berbeda. Xiaomi menjual estetika dan kualitas build, sementara Infinix menjual 'otot' dan fitur fungsional. Mengingat selisih harga yang tipis, Infinix GT 30 Pro adalah pemenang yang lebih rasional bagi mereka yang menginginkan performa maksimal di tahun 2026, meski harus mengorbankan sedikit prestise material bodi dan resolusi kamera yang sebenarnya sudah lebih dari cukup.
🏆 Pilihan Terbaik

Infinix GT 30 Pro
Rp 3.999.000
Harga pasar
💾[object Object] / 256GB
📷108 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Xiaomi Redmi Note 14 Pro+ 5G
✅ Kelebihan
- Layar AMOLED 3000 nits yang sangat terang dan tajam
- Proteksi Corning Gorilla Glass Victus 2 yang superior
- Kamera utama 200 MP dengan OIS yang mumpuni untuk fotografi detail
- Fast charging 120W yang sangat cepat untuk mobilitas tinggi
❌ Kekurangan
- Chipset Snapdragon 7s Gen 3 kalah jauh dalam performa gaming dibandingkan kompetitor
- Software Xiaomi seringkali dibebani dengan bloatware yang mengganggu
- Tidak ada slot microSD untuk ekspansi memori
Infinix GT 30 Pro
✅ Kelebihan
- Performa chipset Dimensity 8350 Ultimate yang jauh lebih kencang (Antutu 1.58M vs ~0.57M)
- Layar 144Hz memberikan pengalaman scrolling dan gaming yang lebih mulus
- Fitur Bypass Charging yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan baterai saat gaming
- Dukungan wireless charging dan reverse wireless charging
❌ Kekurangan
- Material bodi masih menggunakan plastik, terasa kurang premium dibanding Redmi
- Dukungan update software hanya 2 major upgrade (lebih singkat dibanding Xiaomi)
- Kualitas kamera 108 MP secara teknis di bawah sensor 200 MP Redmi
Rekomendasi
Infinix GT 30 Pro
Infinix GT 30 Pro memenangkan perbandingan ini secara telak dalam aspek performa. Dengan skor Antutu 1.588.444 dibandingkan dengan kelas chipset Redmi yang jauh tertinggal, Infinix adalah pilihan mutlak bagi pengguna yang mementingkan kecepatan dan gaming. Meskipun Redmi menang di sektor material bodi dan kamera, performa chipset Dimensity 8350 Ultimate memberikan nilai investasi jangka panjang yang lebih baik.
Skor: 92/100





