๐Ÿ“‘ Daftar Isi

Perbandingan Xiaomi Poco X8 Power dan Xiaomi Redmi Note 17 Pro Max dengan baterai 10.000 mAh

Poco X8 Power vs Redmi Note 17 Pro Max: Duel Kembar Baterai 10.000 mAh

Terbit:
โฑ๏ธ10 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Display & Design: Kedua ponsel ini praktis kembar siam di sektor layar โ€” AMOLED 6.83 inci, resolusi 1280 x 2772 (447 ppi), refresh rate 120Hz, Dolby Vision, HDR10+, PWM 3840Hz, kecerahan 1060 nits typ / 2000 nits HBM / 3500 nits peak, dan proteksi Gorilla Glass Victus 2. Tidak ada perbedaan sama sekali di sini, jadi kalau kamu berharap salah satu lebih unggul, maaf, realitasnya membosankan. Dimensi juga identik: 163.4 x 78.3 x 8.6 mm. Bedanya hanya di bobot (229g vs 229.5g โ€” selisih 0.5 gram yang tidak akan kamu rasakan) dan pilihan warna (Poco 2 warna vs Redmi 5 warna). Keduanya pakai plastic back dan plastic frame, jadi jangan berharap sensasi premium. Layar 6.83 inci dengan 89.5% screen-to-body ratio memang luas, tapi bobot 229 gram membuat penggunaan satu tangan terasa seperti latihan beban ringan. Connectivity: Di sinilah Redmi Note 17 Pro Max mulai meninggalkan Poco X8 Power. Redmi punya NFC (market/region dependent), sementara Poco sama sekali tidak โ€” ini perbedaan yang di 2026 terasa kuno. Redmi juga punya band 5G dan 4G yang jauh lebih lengkap (termasuk band 1, 2, 3, 5, 7, 8, 12, 20, 26, 28, 38, 40, 41, 48, 66, 77, 78), sementara Poco hanya mencantumkan 'SA/NSA' tanpa detail band โ€” sinyal kompatibilitas global yang kurang meyakinkan. Keduanya sama-sama USB Type-C 2.0 (sayang sekali, transfer file tetap lambat), Bluetooth 6.0, Wi-Fi (Redmi lebih eksplisit: Wi-Fi 6 dual-band), dan dukungan dual SIM + dual eSIM. Radio FM tidak ada di keduanya. Navigasi sama-sama lengkap (GPS, GALILEO, GLONASS, QZSS, BDS), meski Redmi menambahkan B1I+B1c untuk BDS. Baterai: Keduanya mengusung baterai Si/C Li-Ion 10.000 mAh (Redmi punya varian 9210 mAh juga) dengan fast charging 100W wired, PD3.0, PPS, dan reverse wired 27W. Poco X8 Power menambahkan bypass charging โ€” fitur yang berguna untuk gamer yang ingin main sambil ngecas tanpa memanaskan baterai. Redmi tidak menyebutkan bypass charging secara eksplisit. Dengan kapasitas 10.000 mAh, kedua ponsel ini bisa bertahan 2-3 hari pemakaian normal, atau sekitar 1.5-2 hari untuk heavy user. Bobot 229 gram sebenarnya adalah 'harga' dari baterai raksasa ini โ€” trade-off yang wajar, tapi tetap terasa di kantong. Performance: Keduanya menggunakan chipset Qualcomm SM6850 Snapdragon 6 Gen 5 (4nm) dengan CPU Octa-core (4x2.6 GHz Cortex-A78 & 4x2.0 GHz Cortex-A55) dan GPU Adreno 812. RAM: Poco hanya 8GB (128GB/256GB), Redmi punya opsi 8GB atau 12GB dengan storage hingga 512GB. Untuk gaming, Snapdragon 6 Gen 5 + Adreno 812 adalah kombinasi kelas menengah yang mampu menjalankan game seperti Genshin Impact di setting medium, atau PUBG Mobile di setting high dengan frame rate stabil. Tidak ada data Antutu resmi yang disertakan untuk kedua perangkat, tapi berdasarkan kelas chipset-nya, skor Antutu kemungkinan berada di kisaran 550.000-650.000 โ€” cukup untuk penggunaan sehari-hari dan gaming kasual. Keunggulan Redmi di opsi RAM 12GB akan terasa saat multitasking berat atau membuka banyak aplikasi sekaligus. Software: Poco X8 Power menjalankan Android 16 dengan HyperOS 3 dan โ€” ini poin penting โ€” dukungan hingga 4 major OS updates. Redmi Note 17 Pro Max juga Android 16 + HyperOS 3, tapi tidak ada informasi eksplisit soal jumlah update major. Dalam praktiknya, Redmi Note series biasanya mendapat 2-3 major updates, jadi Poco X8 Power unggul di sini. Untuk pengguna yang berencana memakai HP 4-5 tahun, dukungan update Poco lebih menjanjikan. Tapi tetap, absennya NFC di Poco adalah pengingat bahwa spesifikasi software bagus tidak menutupi kekurangan hardware fundamental. Kamera: Spesifikasi kamera kedua ponsel benar-benar identik โ€” main camera dual 50 MP f/1.5 26mm (wide, 1/1.95", 0.8ยตm, PDAF, OIS) + 8 MP f/2.2 15mm 120ยฐ ultrawide, dengan video 4K@30fps, 1080p@30/60fps, gyro-EIS, dan OIS. Selfie camera 32 MP f/2.2 (Poco 1/3.6" 0.61ยตm, Redmi 22mm wide) dengan video 4K@30fps. Tidak ada data DxOMark yang disertakan untuk kedua perangkat, tapi berdasarkan hardware-nya, kualitas foto di kondisi cahaya cukup akan solid โ€” OIS di lensa utama membantu stabilitas video dan low-light. Ultrawide 8 MP tetap terasa underwhelming di 2026 (kebanyakan kompetitor sudah 12-13 MP), dan tidak ada telephoto โ€” jadi zoom hanya andalkan digital crop. Nama 'Pro Max' di Redmi terasa agak berlebihan untuk kamera yang sama persis dengan Poco X8 Power yang harganya (mungkin) lebih murah. Kesimpulan: Ini adalah pertarungan antara dua saudara kembar dengan DNA yang nyaris identik. Redmi Note 17 Pro Max menang karena NFC, opsi RAM/storage lebih tinggi, dan band jaringan lebih lengkap โ€” dengan harga resmi yang jelas. Poco X8 Power punya keunggulan di dukungan update software (4 major OS updates) dan bypass charging, tapi absennya NFC adalah kompromi yang sulit diterima di 2026. Kalau kamu tipe yang mengganti HP setiap 4-5 tahun dan peduli update software, Poco bisa jadi pilihan. Tapi untuk mayoritas pengguna, Redmi Note 17 Pro Max adalah pilihan yang lebih rasional โ€” dengan catatan, jangan berharap sensasi 'Pro Max' yang sesungguhnya, karena ini lebih seperti 'Pro Max versi hemat'.
Xiaomi Poco X8 Power

Xiaomi Poco X8 Power

๐Ÿ’พ[object Object] / 128GB
๐Ÿ“ท50 MP
๐Ÿ† Pilihan Terbaik
Xiaomi Redmi Note 17 Pro Max

Xiaomi Redmi Note 17 Pro Max

Rp 3.699.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 128GB
๐Ÿ“ท50 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Xiaomi Poco X8 Power

โœ… Kelebihan
  • Baterai raksasa 10.000 mAh Si/C dengan fast charging 100W โ€” kombinasi yang bisa bikin powerbank kamu pensiun dini
  • Layar AMOLED 6.83 inci 120Hz dengan Dolby Vision, HDR10+, 3500 nits peak, dan PWM 3840Hz โ€” ramah mata dan terang di bawah matahari
  • Chipset Snapdragon 6 Gen 5 (4nm) dengan Adreno 812 โ€” performa kelas menengah yang efisien
  • Dukungan software panjang: Android 16 + 4 major OS updates + HyperOS 3
  • Harga lebih kompetitif (varian 128GB) dibanding saudaranya
  • Fitur bypass charging โ€” berguna untuk gaming sambil ngecas tanpa bikin baterai cepat panas
  • Reverse wired charging 27W โ€” bisa jadi powerbank darurat buat HP lain
โŒ Kekurangan
  • TIDAK ada NFC โ€” ini dealbreaker serius di 2026, apalagi untuk pembayaran digital dan akses kartu
  • Bobot 229 gram โ€” berat, apalagi kalau dipakai satu tangan dalam waktu lama
  • Material plastik di back dan frame โ€” di harga segini masih bisa dimaklumi, tapi tetap terasa murahan
  • USB Type-C 2.0 โ€” transfer file lambat, tidak ada DisplayPort
  • RAM hanya 8GB di semua varian, tanpa opsi 12GB
  • Tidak ada info harga resmi (effectivePrice null) โ€” transparansi harga kurang

Xiaomi Redmi Note 17 Pro Max

โœ… Kelebihan
  • Baterai 10.000 mAh (varian 2) atau 9210 mAh (varian 1) dengan 100W wired charging โ€” daya tahan luar biasa
  • NFC tersedia (market/region dependent) โ€” jauh lebih siap untuk ekosistem pembayaran digital
  • Layar identik dengan Poco X8 Power: AMOLED 6.83 inci 120Hz, Dolby Vision, 3500 nits peak, Gorilla Glass Victus 2
  • Chipset Snapdragon 6 Gen 5 yang sama dengan Adreno 812 โ€” performa setara
  • Opsi RAM hingga 12GB dan storage hingga 512GB โ€” lebih fleksibel untuk multitasking dan penyimpanan
  • Harga resmi jelas: Rp 3.699.000 untuk varian 128GB
  • Pilihan warna lebih banyak (5 warna vs 2 warna)
  • Band 5G dan 4G lebih lengkap โ€” kompatibilitas jaringan global lebih baik
โŒ Kekurangan
  • Bobot 229.5 gram โ€” bahkan sedikit lebih berat dari Poco X8 Power
  • Material plastik (back & frame) โ€” tidak ada peningkatan build quality
  • USB Type-C 2.0 โ€” masih ketinggalan zaman
  • Tidak ada info jumlah OS update major โ€” kemungkinan lebih pendek dari Poco X8 Power yang eksplisit 4 major updates
  • Tidak ada bypass charging yang disebutkan eksplisit
  • Sensor proximity tidak disebutkan 'ultrasonic' seperti di Poco โ€” kemungkinan sensor biasa
  • Kamera identik dengan Poco X8 Power โ€” tidak ada peningkatan hardware kamera meski namanya 'Pro Max'

Rekomendasi

Xiaomi Redmi Note 17 Pro Max

Meski secara hardware nyaris kembar (chipset, layar, kamera, dan baterai sama persis), Redmi Note 17 Pro Max menang tipis karena tiga alasan krusial: (1) NFC tersedia โ€” di 2026, HP tanpa NFC itu seperti mobil tanpa AC, fungsional tapi menyiksa; (2) opsi RAM 12GB dan storage 512GB memberi ruang napas lebih untuk multitasking dan penyimpanan jangka panjang; (3) band 5G/4G lebih lengkap untuk kompatibilitas jaringan global. Poco X8 Power memang punya keunggulan di dukungan software (4 major OS updates eksplisit) dan bypass charging, tapi absennya NFC adalah kompromi yang terlalu mahal untuk perangkat yang dipakai sehari-hari. Harga resmi Rp 3.699.000 juga transparan, sementara Poco X8 Power belum ada harga jelas. Untuk pengguna yang benar-benar anti-NFC dan mengutamakan update software jangka panjang, Poco X8 Power masih masuk akal โ€” tapi untuk mayoritas, Redmi Note 17 Pro Max adalah pilihan yang lebih aman.

Skor: 82/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Xiaomi
Xiaomi Poco X8 Power
Xiaomi
Xiaomi Redmi Note 17 Pro Max
Type
AMOLED, 68B colors, 120Hz, 3840Hz PWM, HDR10+, Dolby Vision, 1060 nits (typ), 2000 nits (HBM), 3500 nits (peak)
AMOLED, 68B colors, 120Hz, 3840Hz PWM, HDR10+, Dolby Vision, 1060 nits (typ), 2000 nits (HBM), 3500 nits (peak)
Diagonal
6.83 inches, 114.5 cm2 (~89.5% screen-to-body ratio)
6.83 inches, 114.5 cm2 (~89.5% screen-to-body ratio)
Protection
Corning Gorilla Glass Victus 2
Corning Gorilla Glass Victus 2
Resolution
1280 x 2772 pixels, 19.5:9 ratio (~447 ppi density)
1280 x 2772 pixels, 19.5:9 ratio (~447 ppi density)
Build
Glass front (Gorilla Glass Victus 2), plastic back, plastic frame
Glass front (Gorilla Glass Victus 2), plastic back, plastic frame
Colors
BlackYellow
BlackGreenPurple
Weight
229 g (8.08 oz)
229.5 g (8.11 oz)
Dimensions
163.4 x 78.3 x 8.6 mm (6.43 x 3.08 x 0.34 in)
163.4 x 78.3 x 8.6 mm (6.43 x 3.08 x 0.34 in)