๐Ÿ“‘ Daftar Isi

Perbandingan Xiaomi Poco X8 Power dan Xiaomi Redmi Note 17 Pro tampak depan dan belakang

Poco X8 Power vs Redmi Note 17 Pro: Duel Baterai 10.000 mAh

Terbit:
โฑ๏ธ11 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Di atas kertas, kedua ponsel ini terlihat seperti saudara kembar yang lahir dari rahim yang sama โ€” layar AMOLED 6.83 inci, resolusi 1280 x 2772 (447 ppi), refresh rate 120Hz, PWM 3840Hz, Gorilla Glass Victus 2, dan peak brightness 3500 nits. Bahkan dimensinya nyaris identik (163.4 vs 163.5 mm). Perbedaan tipis ada di HBM: Poco 2000 nits vs Redmi 1800 nits, plus Poco menambahkan HDR10+ dan Dolby Vision yang tidak dimiliki Redmi. Bobot Poco 229 gram vs Redmi 223 gram โ€” selisih 6 gram yang terasa saat digenggam lama. Keduanya masih memakai back dan frame plastik, yang di harga Rp 3,7 juta ke atas mulai terasa 'meh'. Untuk konsumsi konten HDR, Poco sedikit lebih unggul; untuk kenyamanan genggam, Redmi menang tipis. Di sektor konektivitas, ada jurang yang tidak bisa ditawar: Poco X8 Power TIDAK punya NFC. Di 2026, ini seperti menjual mobil tanpa AC โ€” fungsional, tapi bikin frustrasi. Redmi Note 17 Pro punya NFC (region dependent), Wi-Fi dual-band ac yang jelas spesifikasinya, dan daftar band 5G internasional yang lengkap. Poco hanya menulis Wi-Fi 'Yes' tanpa standar โ€” red flag untuk perangkat 2026 yang seharusnya minimal Wi-Fi 6. Namun Poco unggul di Bluetooth 6.0 vs 5.1 dan dukungan eSIM ganda di kedua model. Untuk pengguna yang mengandalkan tap-to-pay, kartu transportasi digital, atau pairing audio cepat, Redmi adalah satu-satunya pilihan rasional di sini. Baterai adalah medan pertempuran paling dramatis. Poco X8 Power membawa Si/C Li-Ion 10.000 mAh dengan 100W wired (PD3.0, PPS), bypass charging, dan reverse wired 27W โ€” ini kombinasi yang benar-benar langka dan menjadikannya powerbank berjalan. Redmi Note 17 Pro hadir dengan dua versi: 8.340 mAh atau 9.000 mAh, dengan 67W wired (50% dalam 34 menit) dan reverse 22.5W. Secara kapasitas, Poco unggul 11-20% dan secara charging 33W lebih kencang. Implikasi praktis: Poco bisa dipakai 2-3 hari normal atau seharian gaming tanpa cas, sementara Redmi 'hanya' 1,5-2 hari. Untuk pengguna mobile gamer atau pekerja lapangan, Poco adalah jawaban; untuk pengguna urban yang cas setiap malam, keduanya sama-sama overkill. Performa adalah alasan utama Poco menang. Snapdragon 6 Gen 5 (4nm) dengan CPU 4x2.6 GHz Cortex-A78 + 4x2.0 GHz A55 dan Adreno 812 jelas satu generasi di atas Snapdragon 6s Gen 4 (4nm) milik Redmi yang hanya 4x2.4 GHz + 4x1.8 GHz dengan Adreno 710. Selisih clock 200 MHz di prime core dan 200 MHz di efficiency core terdengar kecil, tapi arsitektur GPU Adreno 812 vs 710 adalah lompatan generasi โ€” gaming di frame rate tinggi dan rendering grafis akan terasa lebih halus di Poco. Sayangnya, kedua perangkat tidak menyertakan skor Antutu di data, jadi kita hanya bisa menilai dari spesifikasi SoC. Redmi menawarkan fleksibilitas RAM hingga 12 GB dan storage hingga 512 GB, sementara Poco terkunci di 8 GB RAM dan maksimal 256 GB tanpa slot microSD โ€” untuk multitasking berat dan penyimpanan konten, Redmi lebih fleksibel meski ototnya lebih lemah. Software: keduanya menjalankan Android 16 dengan HyperOS 3, tapi hanya Poco yang secara eksplisit menjanjikan 'up to 4 major OS updates' โ€” komitmen yang jauh lebih jelas dan bernilai jangka panjang. Redmi tidak menyebutkan jumlah update, yang dalam praktik biasanya berarti 2-3 major updates. Untuk perangkat yang ingin dipakai 3-4 tahun, Poco lebih aman. Di sektor audio, keduanya punya speaker stereo Dolby Atmos dan sama-sama tidak punya jack 3.5mm โ€” kartel industri yang tidak akan berakhir. Kamera adalah pembeda paling menyakitkan bagi Redmi. Keduanya punya konfigurasi main camera identik secara struktur (50 MP f/1.8/f/1.5 + 8 MP ultrawide), tapi Poco memakai aperture f/1.5 dan sensor 1/1.95" (lebih besar dari 1/2.76" milik Redmi), plus bisa rekam 4K@30fps dan 1080p@60fps dengan gyro-EIS + OIS. Redmi terjebak di 1080p@30fps โ€” TIDAK ADA 4K sama sekali. Selfie camera: Poco 32 MP f/2.2 dengan 4K@30fps vs Redmi 16 MP f/2.4 dengan 1080p@30fps. Untuk content creator TikTok/Reels, Poco adalah satu-satunya pilihan serius di antara keduanya. Tidak ada skor DxOMark untuk keduanya, jadi penilaian murni dari spesifikasi hardware โ€” dan di sini Poco menang telak di hampir semua metrik. Kesimpulannya: Redmi Note 17 Pro adalah pilihan pragmatis bagi yang butuh NFC dan fleksibilitas storage dengan harga transparan Rp 3,7 juta; tapi Poco X8 Power adalah perangkat yang secara teknikal lebih superior di performa, baterai, kamera, dan komitmen software โ€” asalkan harganya kompetitif dan Anda bisa hidup tanpa NFC.
๐Ÿ† Pilihan Terbaik
Xiaomi Poco X8 Power

Xiaomi Poco X8 Power

๐Ÿ’พ[object Object] / 128GB
๐Ÿ“ท50 MP
Xiaomi Redmi Note 17 Pro

Xiaomi Redmi Note 17 Pro

Rp 3.699.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 128GB
๐Ÿ“ท50 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Xiaomi Poco X8 Power

โœ… Kelebihan
  • Baterai raksasa 10.000 mAh Si/C โ€” kapasitas tertinggi di kelasnya, bisa tembus 2-3 hari pemakaian normal atau seharian penuh gaming berat tanpa cemas
  • Fast charging 100W + bypass charging + reverse wired 27W โ€” kombinasi langka di segmen ini, praktis jadi powerbank berjalan
  • Chipset Snapdragon 6 Gen 5 (4nm) dengan CPU 4x2.6 GHz + Adreno 812 โ€” performa CPU/GPU satu generasi di atas rivalnya
  • Layar AMOLED 6.83 inci, 120Hz, 3840Hz PWM, HDR10+ & Dolby Vision, peak 3500 nits โ€” proteksi mata dan kualitas HDR mumpuni
  • Gorilla Glass Victus 2 di depan, build solid, dan sudah Android 16 + HyperOS 3 dengan komitmen 4 major OS updates
  • Kamera selfie 32 MP dengan video 4K@30fps โ€” kelas atas untuk segmen menengah
  • Speaker stereo Dolby Atmos, Bluetooth 6.0, dan dukungan eSIM ganda
โŒ Kekurangan
  • TIDAK ADA NFC โ€” ini deal-breaker serius di 2026, tidak bisa tap-to-pay, tidak bisa akses kartu transportasi digital, tidak bisa pairing cepat
  • Tidak ada slot microSD dan tidak ada jack audio 3.5mm โ€” storage 128GB terasa sempit untuk pengguna berat
  • Bobot 229 gram โ€” berat, terutama saat dipakai satu tangan atau dimasukkan kantong
  • Material back dan frame masih plastik โ€” tidak sepadan dengan harga yang kemungkinan tinggi
  • Video main camera hanya 4K@30fps (bukan 60fps) dan tidak ada lensa telephoto
  • Wi-Fi hanya tertulis 'Yes' tanpa detail standar (kemungkinan besar bukan Wi-Fi 6E/7) โ€” mencurigakan untuk perangkat 2026
  • Tidak ada informasi harga resmi (effectivePrice null) โ€” sulit menilai value for money secara objektif

Xiaomi Redmi Note 17 Pro

โœ… Kelebihan
  • Harga jelas: Rp 3.699.000 โ€” value proposition transparan dan agresif di segmen mid-range
  • NFC tersedia (market/region dependent) โ€” mendukung pembayaran digital dan pairing cepat
  • Baterai 8.340 mAh (atau 9.000 mAh tergantung versi) dengan 67W fast charging โ€” tetap sangat besar dan 50% dalam 34 menit
  • Layar identik dengan Poco X8 Power: AMOLED 6.83 inci, 120Hz, 3840Hz PWM, Gorilla Glass Victus 2, 3500 nits peak
  • Pilihan RAM/storage jauh lebih fleksibel: 6/8/12 GB RAM dan 128/256/512 GB storage โ€” bisa disesuaikan budget
  • Bobot 223 gram โ€” 6 gram lebih ringan dari Poco X8 Power, terasa lebih nyaman
  • Konektivitas 5G lengkap dengan band internasional yang detail, Wi-Fi dual-band ac, Bluetooth 5.1
  • Harga per GB storage lebih murah dan tersedia varian 512 GB
โŒ Kekurangan
  • Chipset Snapdragon 6s Gen 4 (4nm) dengan Adreno 710 dan CPU 4x2.4 GHz โ€” jelas di bawah Snapdragon 6 Gen 5 milik Poco, baik CPU maupun GPU
  • Kamera utama hanya bisa rekam 1080p@30fps โ€” TIDAK ADA 4K sama sekali, ini keterbatasan serius untuk konten kreator
  • Selfie camera 16 MP (vs 32 MP di Poco) dan video selfie maksimal 1080p@30fps
  • Fast charging hanya 67W (vs 100W di Poco) โ€” meski baterai lebih kecil, waktu isi ulang tetap lebih lambat secara proporsional
  • Tidak ada informasi komitmen update OS (hanya 'Android 16, HyperOS 3' tanpa jumlah major updates) โ€” berpotensi lebih pendek dari Poco
  • Tidak ada slot microSD dan tidak ada jack audio 3.5mm
  • Material plastik di back dan frame โ€” meski wajar di harga ini
  • Tidak ada wireless charging dan reverse wired hanya 22.5W

Rekomendasi

Xiaomi Poco X8 Power

Meskipun kehilangan NFC (yang sangat disayangkan), Poco X8 Power menang telak di tiga pilar utama: (1) Performa โ€” Snapdragon 6 Gen 5 + Adreno 812 satu generasi di atas Snapdragon 6s Gen 4 + Adreno 710 milik Redmi, dengan clock CPU 2.6 GHz vs 2.4 GHz; (2) Baterai โ€” 10.000 mAh vs 8.340/9.000 mAh, plus 100W vs 67W charging, kombinasi yang belum tertandingi di segmen ini; (3) Kamera โ€” selfie 32 MP dengan 4K video vs 16 MP dengan 1080p, dan main camera bisa 4K@30fps vs hanya 1080p@30fps di Redmi. Ditambah komitmen 4 major OS updates yang eksplisit, Bluetooth 6.0, dan Dolby Vision di layar. Redmi Note 17 Pro hanya unggul di harga transparan, NFC, fleksibilitas RAM/storage, dan bobot 6 gram lebih ringan. Jika NFC adalah kebutuhan absolut (pembayaran digital, transit), Redmi adalah pilihan rasional. Tapi secara teknikal dan daya tahan jangka panjang, Poco X8 Power adalah perangkat yang lebih capable โ€” asalkan harganya tidak melampaui Rp 5 juta.

Skor: 82/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Xiaomi
Xiaomi Poco X8 Power
Xiaomi
Xiaomi Redmi Note 17 Pro
Type
AMOLED, 68B colors, 120Hz, 3840Hz PWM, HDR10+, Dolby Vision, 1060 nits (typ), 2000 nits (HBM), 3500 nits (peak)
AMOLED, 68B colors, 120Hz, 3840Hz PWM, 1060 nits (typ), 1800 nits (HBM), 3500 nits (peak)
Diagonal
6.83 inches, 114.5 cm2 (~89.5% screen-to-body ratio)
6.83 inches, 114.5 cm2 (~89.5% screen-to-body ratio)
Protection
Corning Gorilla Glass Victus 2
Corning Gorilla Glass Victus 2
Resolution
1280 x 2772 pixels, 19.5:9 ratio (~447 ppi density)
1280 x 2772 pixels, 19.5:9 ratio (~447 ppi density)
Build
Glass front (Gorilla Glass Victus 2), plastic back, plastic frame
Glass front (Gorilla Glass Victus 2), plastic back, plastic frame
Colors
BlackYellow
BlackBlueOrangePurple
Weight
229 g (8.08 oz)
223 g (7.87 oz)
Dimensions
163.4 x 78.3 x 8.6 mm (6.43 x 3.08 x 0.34 in)
163.5 x 78.3 x 8.6 mm (6.44 x 3.08 x 0.34 in)