Dalam pertarungan sengit ini, kita membandingkan dua raksasa mid-range yang mencoba menyamar sebagai flagship. Dari segi Display & Design, POCO X8 Pro unggul dengan layar AMOLED LTPO 6.59 inci beresolusi 1268 x 2756 piksel (460 ppi) dan refresh rate adaptif 120Hz yang lebih efisien dibandingkan iQOO Neo 10 yang memakai panel AMOLED 6.78 inci 144Hz dengan resolusi 1260 x 2800 (453 ppi). Kecerahan puncak iQOO memang lebih tinggi (4400 nits vs 3500 nits) dan PWM dimming 4320Hz-nya lebih ramah mata, tapi POCO membalas dengan sertifikasi IP68/IP69 yang membuatnya tahan air dan debu, sementara iQOO tidak punya rating IP sama sekali. Dari segi material, POCO menggunakan glass dan metal yang lebih premium, meski bobotnya 204g sedikit lebih berat dari iQOO yang 206g dengan plastik di bagian belakang dan frame. Secara keseluruhan, POCO menang di durabilitas dan desain, tapi iQOO unggul di kecerahan layar untuk penggunaan outdoor ekstrem.
Beralih ke Connectivity, keduanya sama-sama mendukung 5G, NFC, dan USB Type-C. Namun, iQOO Neo 10 unggul dengan Wi-Fi 7 (802.11be) dan Bluetooth 5.4, sementara POCO X8 Pro hanya mentok di Wi-Fi 6 (802.11ax) dan Bluetooth 6.0 yang lebih hemat daya. POCO menambahkan IR blaster dan navigasi satelit yang lebih lengkap termasuk NavIC, sementara iQOO menawarkan port USB 2.0 yang lebih standar. Untuk pengguna yang menginginkan kecepatan transfer data nirkabel maksimal, iQOO adalah pilihan tepat, tapi untuk fitur smart home dan efisiensi koneksi, POCO lebih unggul. Keduanya tidak memiliki audio jack, jadi siapkan earbud TWS kalian.
Performa adalah medan perang utama di sini, dan POCO X8 Pro menghancurkan ekspektasi. Dengan chipset MediaTek Dimensity 8500 Elite (4nm) dan skor Antutu Device total 1.973.326 (CPU 585.225, GPU 629.854, Memori 319.548, UX 438.699), POCO jauh meninggalkan iQOO Neo 10 yang 'hanya' mengandalkan Snapdragon 8s Gen 4 dengan skor Antutu SoC 1.416.433 (CPU 650.093, GPU 766.340). Meskipun skor CPU dan GPU iQOO secara individual lebih tinggi, skor total POCO yang mencakup memori dan UX menunjukkan optimasi sistem yang lebih baik secara keseluruhan. RAM LPDDR5X dan storage UFS 4.1 di POCO juga lebih cepat, menjadikannya pilihan utama untuk gaming berat dan multitasking. Baterai 6500 mAh Si-Carbon di POCO dengan efisiensi rating A dan pengisian 100W memang kalah kapasitas dari iQOO yang 7000 mAh dengan 120W, tapi runtime per charge POCO yang mencapai 66 jam sangat impresif, sementara iQOO bisa mengisi 50% dalam 15 menit. iQOO unggul di kecepatan charging, tapi POCO menang di efisiensi dan daya tahan jangka panjang.
Kamera adalah cerita yang menarik. iQOO Neo 10 memiliki kamera utama 50MP (f/1.8) dengan OIS dan ultrawide 8MP, plus selfie 32MP yang tajam. POCO X8 Pro menggunakan sensor Sony IMX882 50MP dengan aperture ฦ/1.5 yang lebih cerah, laser autofocus, dan OIS, tapi ultrawide-nya juga 8MP dan selfie-nya hanya 20MP. Secara teori, POCO lebih unggul di kondisi low-light berkat aperture lebih besar, tapi iQOO menang di resolusi selfie. Keduanya mendukung video 4K, tapi POCO menambahkan slow motion 120fps. Untuk fotografer mobile, POCO adalah pemenang di kamera utama, sementara iQOO lebih baik untuk vlogger yang mengandalkan kamera depan. Sayangnya, tidak ada skor DxOMark untuk keduanya, jadi kita harus mengandalkan spek dan optimasi software.
Software adalah pembeda besar. POCO X8 Pro sudah menjalankan Android 16 dengan HyperOS 3.X dan dijanjikan 5 tahun update OS dan keamanan, sementara iQOO Neo 10 masih di Android 15 dengan Funtouch 15 dan hanya 3 tahun upgrade. Ini adalah perbedaan yang signifikan untuk umur panjang perangkat. POCO juga menawarkan fitur seperti repairability class dan drop resistance class yang menunjukkan komitmen pada keberlanjutan. iQOO unggul di fitur bypass charging untuk gaming, tapi POCO menang di dukungan jangka panjang. Pada akhirnya, POCO X8 Pro adalah pemenang yang jelas dengan skor 90/100, menawarkan kombinasi performa, durabilitas, dan dukungan software yang tak tertandingi di kelasnya. iQOO Neo 10 tetap menjadi pilihan solid dengan skor 85/100, terutama bagi mereka yang menginginkan baterai lebih besar dan Wi-Fi 7, tapi harus siap dengan komitmen software yang lebih pendek dan desain yang kurang premium.
๐ Pilihan Terbaik
2.3M

POCO X8 Pro
Rp 5.799.000
Harga pasar
โกAntutu: 2.3M
๐พ8GB / 256GB
๐ท50 MP + 8 MP
Kelebihan dan Kekurangan
vivo iQOO Neo 10
โ
Kelebihan
- Baterai 7000 mAh dengan pengisian 120W yang menggelegar, mampu mencapai 50% dalam 15 menit dan penuh dalam 36 menit
- Layar AMOLED 144Hz dengan kecerahan puncak 4400 nits, salah satu yang tertinggi di kelasnya, plus PWM dimming 4320Hz yang ramah mata
- Chipset Snapdragon 8s Gen 4 dengan skor Antutu SoC 1.416.433, menawarkan performa gaming kelas flagship
- Dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4 untuk konektivitas masa depan
- Dilengkapi OIS pada kamera utama 50MP untuk stabilitas foto dan video
โ Kekurangan
- Desain menggunakan plastik untuk bagian belakang dan frame, terasa kurang premium dibandingkan pesaing dengan kaca atau metal
- Tidak ada sertifikasi IP rating resmi, membuatnya rentan terhadap air dan debu
- Speaker stereo ada, tapi tanpa dukungan audio jack 3.5mm dan tidak ada radio FM
- Software Funtouch 15 hanya dijanjikan 3 tahun upgrade OS, lebih pendek dari komitmen POCO
- Tidak ada opsi penyimpanan UFS 4.1 atau yang lebih baru, hanya menggunakan standar yang tidak disebutkan secara detail
POCO X8 Pro
โ
Kelebihan
- Performa gila dengan skor Antutu Device 1.973.326, mengungguli iQOO Neo 10 berkat Dimensity 8500 Elite dan RAM LPDDR5X
- Layar AMOLED LTPO 120Hz dengan kecerahan puncak 3500 nits, refresh rate adaptif yang lebih efisien
- Sertifikasi IP68/IP69 membuatnya tahan air dan debu, plus ketahanan jatuh 270 kali tanpa cacat (kelas A)
- Komitmen software luar biasa: 5 tahun update OS dan keamanan, plus sudah menjalankan Android 16 dengan HyperOS 3.X
- Kamera utama Sony IMX882 50MP dengan aperture ฦ/1.5 yang sangat cerah dan laser autofocus
- Baterai 6500 mAh Si-Carbon dengan efisiensi rating A dan pengisian 100W, plus Bluetooth 6.0 dan IR blaster
โ Kekurangan
- Kamera ultrawide 8MP terasa biasa saja, tidak ada lensa telefoto atau makro khusus
- Selfie camera 20MP dengan aperture ฦ/2.2 kurang impresif dibandingkan iQOO yang 32MP
- Tidak ada dukungan Wi-Fi 7, hanya Wi-Fi 6 (802.11ax), sedikit tertinggal dari iQOO
- Desain dengan material glass dan metal membuatnya lebih berat (204g) dan mungkin lebih licin
- Harga lebih tinggi (Rp 5.799.000) dibandingkan iQOO yang mungkin lebih terjangkau di pasar tertentu
Rekomendasi
POCO X8 Pro
POCO X8 Pro adalah pemenang yang jelas untuk tahun 2026. Dengan skor Antutu Device 1.973.326 yang mencengangkan, ia mengungguli iQOO Neo 10 secara signifikan. Ditambah dengan layar LTPO 120Hz yang lebih efisien, sertifikasi IP68/IP69 yang membuatnya kebal air dan debu, serta komitmen update software 5 tahun yang jauh lebih baik, POCO menawarkan paket yang lebih lengkap dan futuristik. Meskipun iQOO memiliki baterai lebih besar dan Wi-Fi 7, keunggulan POCO dalam performa mentah, ketahanan fisik, dan dukungan software menjadikannya investasi jangka panjang yang lebih cerdas. Skor 90 dari 100 diberikan karena hampir sempurna, hanya kurang di sektor kamera ultrawide dan selfie yang bisa ditingkatkan.
Skor: 90/100


