
Infinix Hot 50 Pro 4G
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 50 Pro 4G
- Layar AMOLED 6.78 inci FHD+ (1080 x 2436 px) dengan refresh rate 120Hz, DCI-P3, 10-bit panel, dan peak brightness 1300 nits — kelas layar yang jarang ditemukan di harga entry-level
- Densitas piksel 392 ppi yang tajam, jauh mengalahkan rivalnya yang hanya 262 ppi
- Desain ramping 7.4mm dengan bobot 190g, dilindungi Gorilla Glass dan sertifikasi IP54
- Chipset Helio G100 (6nm TSMC) dengan skor Antutu SoC 258.867 — CPU 211.481 dan GPU 47.386, unggul di kelasnya
- Penyimpanan 256GB tipe eMMC 5.1 dengan slot SD independen (tidak mengorbankan slot SIM)
- Kamera utama 50MP f/1.6 dengan PDAF, OIS tidak ada tapi ada digital stabilization, quad LED flash, dan slow motion 120fps
- Baterai 5000 mAh dengan fast charging 33W plus bypass charging dan reverse charging
- Fitur lengkap: NFC, audio jack 3.5mm, stereo speaker Dolby Atmos, Bluetooth 5.4, dan fingerprint in-display
- Dukungan software jelas: 2 tahun update OS dan 3 tahun security patch
- Harga lebih kompetitif karena tidak adanya modem 5G yang memberatkan biaya
- Tidak ada konektivitas 5G — di 2026 ini bisa jadi deal-breaker untuk sebagian pengguna
- Kamera selfie hanya 8MP f/2.0, kalah jauh dari standar selfie 2026
- Kamera sekunder hanya 0.8MP (tidak jelas fungsinya) dan 2MP depth — praktis cuma kamera utama yang berguna
- Perekaman video maksimal hanya 1440p@30fps, tidak ada 4K
- Tidak ada OIS pada kamera utama, hanya digital stabilization
- Chipset Helio G100 sudah tertinggal untuk gaming berat di 2026
- RAM 8GB tipe LPDDR4X (bukan LPDDR5)
- Tidak ada wireless charging
- Bobot 190g terasa agak berat untuk ukuran 7.4mm
Infinix Hot 60
- Konektivitas 5G lengkap (n1, n3, n5, n8, n28, n38, n40, n41, n77, n78) — future-proof untuk jaringan Indonesia
- Chipset MediaTek Dimensity 7020 (6nm) dengan GPU IMG BXM-8-256
- Baterai 5200 mAh, sedikit lebih besar dari rivalnya
- Dukungan software lebih panjang: Android 15 dengan 3 major Android upgrades (hingga Android 18)
- Harga lebih murah (Rp 2.799.000) untuk varian 128GB
- Desain lebih tipis (7.8mm) dan ringan (193g) dengan layar 6.7 inci
- Tersedia varian 8GB/256GB untuk yang butuh lebih lega
- Dual SIM Nano + Nano dengan slot microSD (walau shared)
- Perekaman video 1080p@60fps dan 120fps slow motion
- Tersedia pilihan warna menarik (Tundra Green, Shadow Blue, Caramel Glow)
- Layar IPS LCD dengan resolusi hanya 720 x 1600 px — densitas 262 ppi terasa kasar di 2026, apalagi setelah pakai AMOLED
- Brightness hanya 560 nits typ / 700 nits HBM — di bawah sinar matahari akan susah dibaca
- Tidak ada NFC — fatal untuk pembayaran digital dan akses kartu transportasi
- Chipset Dimensity 7020 dengan skor Antutu SoC hanya 229.931 (CPU 150.910, GPU 79.021) — CPU jauh lebih lemah dari Helio G100, meski GPU sedikit lebih baik
- Fast charging hanya 18W — ketinggalan zaman, rivalnya 33W
- Tidak ada radio FM
- Tidak ada informasi lengkap soal kamera sekunder (hanya 'other unspecified cameras')
- Tidak ada Gorilla Glass protection yang jelas
- Build material plastik semua (plastic back, plastic frame)
- Tidak ada sertifikasi IP rating
Rekomendasi
Meskipun Infinix Hot 60 menawarkan 5G dan software support lebih panjang, Infinix Hot 50 Pro 4G secara keseluruhan memberikan value yang jauh lebih baik untuk pengalaman sehari-hari. Layar AMOLED FHD+ 6.78 inci dengan 120Hz, 1300 nits, dan 392 ppi adalah perbedaan generasi dibandingkan IPS LCD 720p 262 ppi milik Hot 60 — ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi perbedaan pengalaman visual yang langsung terasa. Chipset Helio G100 unggul signifikan di sisi CPU (211.481 vs 150.910) yang berdampak pada responsivitas sistem dan multitasking. Ditambah lagi, kehadiran NFC, fast charging 33W, kamera utama 50MP f/1.6 dengan PDAF, audio jack, stereo speaker Dolby Atmos, Gorilla Glass, dan IP54 membuat Hot 50 Pro 4G lebih lengkap sebagai perangkat harian. Kekurangan utama — tidak adanya 5G — memang relevan di 2026, tapi untuk pengguna yang belum benar-benar butuh 5G (dan coverage 5G Indonesia yang masih terbatas di luar kota besar), Hot 50 Pro 4G adalah pilihan yang lebih matang. Kecuali kamu benar-benar butuh 5G dan update OS hingga 3 versi ke depan, Hot 60 terasa seperti downgrade di hampir semua aspek penting.







