Membandingkan Infinix Hot 70 Pro dan Xiaomi 11i di tahun 2026 itu seperti membandingkan atlet muda yang baru turun gunung dengan pensiunan yang masih pamer otot. Dari segi Display & Design, Xiaomi 11i memang unggul telak dengan panel AMOLED 6.67 inci, refresh rate 120Hz, HDR10, dan peak brightness 1200 nits yang menghasilkan kontras dan warna jauh lebih hidup. Namun, Infinix Hot 70 Pro membalas dengan refresh rate 144Hz yang lebih tinggi di layar IPS LCD 6.76 inci, plus bodi yang lebih ramping (7.9mm vs 8.3mm) dan ringan (204g vs 207g). Secara praktis, Xiaomi menang untuk menonton HDR, tapi Infinix menang untuk gaming yang butuh frame rate tinggi โ meski harus rela dengan warna yang lebih 'flat'.
Di sektor Performance, ini knockout untuk Infinix. Chipset Dimensity 7100 (6nm) dengan skor Antutu SoC total sekitar 357.755 (CPU 284.803 + GPU 72.952) jelas lebih unggul dari Dimensity 920 (6nm) lawas yang skornya lebih rendah. GPU Mali-G610 MC2 di Infinix juga lebih bertenaga untuk gaming dibanding Mali-G68 MC4 di Xiaomi. RAM dan storage sama-sama tersedia hingga 8GB/256GB, tapi Infinix menawarkan slot microSD dedicated, sedangkan Xiaomi memakai hybrid slot โ jadi kamu harus pilih antara dua SIM atau microSD. Untuk gaming berat, Infinix jelas lebih stabil di frame rate tinggi.
Baterai adalah panggung pembuktian lain. Infinix Hot 70 Pro membawa baterai 6000 mAh dengan fast charging 45W yang bisa mengisi 50% dalam 25 menit. Xiaomi 11i hanya punya 5160 mAh, tapi dengan charging 67W yang lebih cepat (50% dalam 13 menit). Secara endurance, Infinix menang karena kapasitas lebih besar dan chipset lebih efisien; Xiaomi menang hanya jika kamu terburu-buru dan butuh ngecas kilat. Infinix juga punya fitur bypass charging yang berguna untuk gaming sambil dicas โ sesuatu yang tidak dimiliki Xiaomi.
Kamera adalah area di mana Xiaomi 11i masih bisa sombong. Sensor utama 108MP dengan tiga lensa (wide, ultrawide, macro) jelas lebih fleksibel daripada kamera tunggal 50MP milik Infinix. Xiaomi juga bisa merekam video 4K@30fps dan slow motion 960fps, sementara Infinix mentok di 1440p. Kamera selfie 16MP Xiaomi juga lebih tajam dibanding 8MP milik Infinix. Tapi ingat, di tahun 2026, kamera 108MP tanpa OIS itu sudah biasa; hasilnya tetap bagus di siang hari, tapi kurang greget di malam hari. Infinix dengan AI dan mode malamnya bisa mengejar, tapi tidak menyalip.
Connectivity dan Software adalah area di mana Infinix menunjukkan superioritasnya. Infinix punya NFC, Bluetooth 5.4, dan sudah menjalankan Android 16 dengan dukungan update hingga 3 major upgrades. Xiaomi 11i tidak punya NFC, Bluetooth 5.2, dan masih terjebak di Android 11 (bisa upgrade ke 12 saja). Di tahun 2026, tidak punya NFC itu seperti membawa uang tunai di zaman QRIS โ merepotkan. Dan software yang sudah 4 tahun tidak dapat update besar adalah bom waktu keamanan. Infinix jelas lebih siap untuk masa depan.
Kesimpulannya, Xiaomi 11i adalah produk yang bagus di zamannya, tapi zaman itu sudah lewat. Infinix Hot 70 Pro menawarkan paket lengkap untuk pengguna modern: performa lebih kencang, baterai lebih awet, software lebih baru, dan fitur konektivitas lebih lengkap โ semua dengan harga lebih murah. Xiaomi hanya unggul di layar AMOLED dan kamera serba bisa, yang mungkin penting untuk segmen kecil pengguna. Tapi untuk mayoritas, Infinix adalah pilihan yang lebih cerdas dan 'masa depan'. Kalau kamu butuh ponsel untuk bertahan 3-4 tahun ke depan, jangan pilih yang sudah tertinggal sejak awal.
๐ Pilihan Terbaik

Infinix Hot 70 Pro
Rp 2.399.000
Harga pasar
๐พ[object Object] / 128GB
๐ท50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 70 Pro
โ
Kelebihan
- Refresh rate 144Hz tertinggi di kelasnya, sangat mulus untuk scrolling dan gaming
- Chipset Dimensity 7100 (6nm) lebih modern dan efisien dibanding lawan
- Baterai lebih besar (6000 mAh) dengan fast charging 45W yang lebih cepat
- Sudah menjalankan Android 16 dengan dukungan update hingga 3 major upgrades
- NFC tersedia untuk pembayaran digital
- Bobot lebih ringan (204g) dengan bodi lebih tipis (7.9mm)
- Harga lebih terjangkau dengan spesifikasi lebih segar
โ Kekurangan
- Layar IPS LCD masih kalah kontras dan warna dibanding AMOLED
- Kamera utama 50MP hanya single lens tanpa ultrawide
- Resolusi layar tidak standar (1080 x 2344) yang bisa mempengaruhi kompatibilitas
- Kamera selfie 8MP jauh tertinggal
- Tidak ada konektivitas Wi-Fi 6
- Bluetooth 5.4 tidak didukung aptX untuk audio berkualitas tinggi
Xiaomi 11i
โ
Kelebihan
- Layar AMOLED dengan HDR10 dan 1200 nits peak brightness, kualitas visual superior
- Kamera utama 108MP dengan tiga lensa (wide, ultrawide, macro) lebih fleksibel
- Dukungan Wi-Fi 6 untuk kecepatan internet nirkabel lebih tinggi
- Video 4K@30fps dan slow motion 960fps untuk kreator konten
- Gorilla Glass 5 memberikan proteksi layar lebih baik
- Kamera selfie 16MP lebih baik untuk video call dan selfie
- Bluetooth 5.2 dengan dukungan aptX HD
โ Kekurangan
- Chipset Dimensity 920 (6nm) lebih lawas dan performa lebih rendah
- Baterai lebih kecil (5160 mAh) dengan charging 67W (lebih cepat tapi kapasitas kurang)
- Tidak ada NFC untuk pembayaran digital
- Software Android 11 sudah usang, hanya bisa upgrade ke Android 12
- Bobot lebih berat (207g) dan bodi lebih tebal (8.3mm)
- Slot microSD berbagi dengan SIM (hybrid slot)
- Harga lebih tinggi untuk spesifikasi yang lebih lama
Rekomendasi
Infinix Hot 70 Pro
Infinix Hot 70 Pro adalah pilihan yang lebih rasional di tahun 2026. Dengan harga yang lebih terjangkau, kamu mendapatkan chipset lebih modern (Dimensity 7100 vs 920), refresh rate lebih tinggi (144Hz vs 120Hz), baterai lebih besar (6000 vs 5160 mAh), software lebih baru (Android 16 vs 11), dan NFC. Meskipun layar IPS LCD dan kamera lebih sederhana, untuk mayoritas pengguna yang mementingkan performa, daya tahan, dan umur panjang software, Infinix jelas pemenangnya. Xiaomi 11i hanya unggul di sektor layar AMOLED dan kamera 108MP, tapi itu tidak cukup untuk menutup kekurangan fundamental seperti software yang sudah usang dan tidak ada NFC di tahun 2026.
Skor: 85/100


