Dalam pertarungan ponsel lipat premium di pertengahan 2026, Samsung Galaxy Z Fold8 dan Huawei Pura X Max menawarkan pendekatan yang sangat berbeda. Z Fold8 mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite (3nm) dengan skor AnTuTu SoC mencapai 1.990.417 poin (CPU 894.572 + GPU 1.095.845), yang secara mentah mengungguli Kirin 9030 Pro (6nm) milik Huawei. Implikasinya, Z Fold8 jauh lebih mumpuni untuk gaming berat seperti Genshin Impact atau emulasi PC, di mana GPU Adreno 830 1200 MHz memberikan performa grafis yang lebih stabil. Namun, Huawei membalas dengan baterai 5300 mAh yang lebih besar 500 mAh dan pengisian cepat 66W, sementara Z Fold8 hanya 45W. Secara praktis, Pura X Max bertahan lebih lama dan mengisi daya lebih cepat, menjadikannya pilihan lebih baik untuk mobilitas tinggi tanpa khawatir kehabisan baterai di tengah hari.
Dari segi display dan desain, keduanya sama-sama menggunakan layar lipat LTPO dengan refresh rate 120Hz, tetapi Huawei unggul dengan dukungan 1 miliar warna dan PWM 1440Hz yang lebih ramah mata, mengurangi kelelahan visual saat membaca dalam gelap. Z Fold8 memiliki bobot 199 gram yang jauh lebih ringan dari 229 gram milik Huawei, perbedaan 30 gram ini signifikan saat digenggam satu tangan atau dimasukkan ke saku. Dimensi saat dilipat juga lebih tipis pada Z Fold8 (9.8 mm vs 11.2 mm), membuatnya lebih elegan. Namun, layar 7.7 inci Huawei sedikit lebih besar, memberikan ruang ekstra untuk multitasking, meskipun dengan bezel yang sedikit lebih tebal. Keduanya menggunakan material premium, tapi Huawei mengandalkan Kunlun Glass 2 yang diklaim lebih tahan banting, sementara Samsung mengandalkan engsel yang sudah teruji selama beberapa generasi.
Beralih ke sektor kamera, Huawei Pura X Max jelas pemenangnya dengan sistem tiga kamera 50 MP yang mencakup lensa periskop 3.5x optical zoom, sementara Z Fold8 hanya memiliki dua lensa 50 MP tanpa telefoto. Dalam fotografi jarak jauh atau potret dengan bokeh alami, Huawei memberikan fleksibilitas yang jauh lebih besar. Huawei juga mendukung fitur Laser AF dan color spectrum sensor untuk akurasi warna yang lebih baik. Untuk video, keduanya mampu merekam 4K, tapi Huawei menawarkan HDR Vivid yang lebih kaya dinamika. Kamera selfie Huawei 8 MP sedikit lebih rendah resolusinya dari 10 MP milik Z Fold8, tapi untuk panggilan video dan vlog, perbedaan ini tidak terlalu terasa. Secara keseluruhan, jika fotografi adalah prioritas, Pura X Max adalah pilihan yang lebih kuat.
Dari sisi software dan ekosistem, Samsung unggul telak dengan Android 16 dan One UI 8.5 yang mendukung akses penuh ke Google Play Store, layanan Google, dan update keamanan rutin selama 7 tahun. Ini berarti Z Fold8 akan tetap relevan hingga 2033. Sebaliknya, Huawei berjalan di HarmonyOS 6.1 yang tidak memiliki layanan Google resmi, sehingga pengguna harus mengandalkan AppGallery atau metode sideloading yang merepotkan. Meskipun Huawei telah memperbaiki kompatibilitas aplikasi, masih ada celah untuk aplikasi perbankan atau game tertentu. Bagi pengguna global, ini bisa menjadi deal-breaker. Konektivitas keduanya setara dengan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4/6.0, tapi Huawei menambahkan USB 3.1 dengan DisplayPort 1.2, berguna untuk presentasi atau mirroring layar ke monitor.
Sebagai kesimpulan, Samsung Galaxy Z Fold8 adalah pemenang untuk konsumen global yang menginginkan performa mentah terbaik, dukungan software jangka panjang, dan desain ringan yang praktis. Skor 88/100 mencerminkan keunggulannya dalam aspek performa, software, dan portabilitas. Namun, Huawei Pura X Max layak dipertimbangkan bagi pengguna di China atau mereka yang tidak bergantung pada layanan Google, terutama jika prioritasnya adalah kamera superior dan daya tahan baterai lebih lama. Pilihan akhir tergantung pada ekosistem yang Anda huni—apakah Anda lebih nyaman dengan Google atau siap menjelajahi dunia HarmonyOS.
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy Z Fold8
✅ Kelebihan
- Chipset Snapdragon 8 Elite (3nm) dengan performa CPU dan GPU terdepan di kelasnya, skor AnTuTu SoC mencapai ~2 juta poin
- Layar utama 7.6 inci LTPO AMOLED 2X dengan refresh rate 120Hz dan resolusi tajam 1828x2584 piksel, ideal untuk multitasking
- Bobot hanya 199 gram, sangat ringan untuk ponsel lipat, membuatnya nyaman digenggam dan dibawa sehari-hari
- Dukungan software terjamin dengan Android 16 dan One UI 8.5, plus upgrade hingga 7 tahun, jadi tidak perlu khawatir usang
- Konektivitas lengkap dengan Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dan dual eSIM untuk fleksibilitas jaringan
❌ Kekurangan
- Kapasitas baterai 4800 mAh tergolong kecil untuk ponsel lipat, apalagi dengan layar besar dan chipset boros daya saat gaming berat
- Sistem kamera hanya dual 50 MP tanpa lensa telefoto, jadi zoom optik terbatas, kurang kompetitif di segmen flagship 2026
- Pengisian daya 45W lambat dibandingkan kompetitor yang sudah 66W atau 100W, butuh waktu lebih lama untuk full charge
- Tidak ada slot ekspansi microSD, jadi pengguna harus bijak memilih varian penyimpanan sejak awal
- Harga peluncuran diperkirakan selangit, mengikuti tradisi Samsung untuk seri Fold yang selalu premium
Huawei Pura X Max
✅ Kelebihan
- Baterai 5300 mAh dengan pengisian cepat 66W wired dan 50W wireless, daya tahan lebih lama dan pengisian lebih kencang dari Z Fold8
- Sistem tiga kamera 50 MP mencakup lensa periskop 3.5x optical zoom, memberikan fleksibilitas fotografi yang jauh lebih unggul
- Layar 7.7 inci LTPO2 OLED dengan 1 miliar warna dan PWM 1440Hz, lebih nyaman di mata dan kaya warna untuk konsumsi konten
- Konektivitas modern dengan USB Type-C 3.1 dan DisplayPort 1.2, mendukung output video 4K langsung ke monitor eksternal
- Pilihan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan hingga 1 TB, memberikan ruang lega untuk power user dan kreator konten
❌ Kekurangan
- Chipset Kirin 9030 Pro (6nm) secara performa mentah kalah dari Snapdragon 8 Elite (3nm), terutama dalam tugas berat seperti gaming 3D
- Tidak ada layanan Google Mobile Services (GMS) resmi karena embargo, jadi pengguna harus mengandalkan AppGallery dan solusi sideloading
- Bobot 229 gram lebih berat 30 gram dari Z Fold8, terasa lebih solid tapi kurang ergonomis untuk penggunaan satu tangan
- Dukungan update software tidak sejelas Samsung, karena HarmonyOS 6.1 masih dalam ekosistem terbatas dan kurang aplikasi global
- Ketersediaan terbatas di luar China, jadi sulit ditemukan di pasar internasional dan layanan purna jual kurang memadai
Rekomendasi
Samsung Galaxy Z Fold8
Samsung Galaxy Z Fold8 unggul dalam performa mentah berkat Snapdragon 8 Elite dengan skor AnTuTu SoC mendekati 2 juta poin, menjadikannya pilihan terbaik untuk multitasking berat dan gaming. Dukungan software Android 16 dengan upgrade 7 tahun juga memberikan nilai jangka panjang yang tak tertandingi. Bobot 199 gram yang ringan dan desain lipat yang matang membuatnya lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari. Meskipun kamera dan baterai kalah dari Huawei Pura X Max, ekosistem global Samsung yang solid dan ketersediaan luas membuatnya lebih direkomendasikan untuk konsumen di luar China.
Skor: 88/100








