Dalam pertarungan dua pahlawan entry-level ini, perbedaan paling mencolok pertama ada di layar. Xiaomi Redmi 15 4G membawa panel IPS LCD 6.9 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dan refresh rate 144Hz yang sangat mulus — ideal untuk scrolling media sosial atau browsing. Sebaliknya, Infinix Hot 70 hanya punya layar 6.78 inci dengan resolusi HD+ (720 x 1576 piksel, ~256 ppi) dan refresh rate 120Hz. Secara praktis, Redmi 15 4G memberikan pengalaman visual yang jauh lebih tajam dan mulus, terutama untuk menonton video atau membaca teks. Namun, Infinix menebusnya dengan desain yang lebih ramping (7.5mm vs 8.6mm) dan lebih ringan (195g vs 224g), membuatnya lebih nyaman digenggam dalam waktu lama. Keduanya sama-sama menggunakan plastik, jadi jangan berharap ada kesan premium di sini — ini kelas ‘uang pas-pasan, fitur maksimalan’.
Beralih ke sektor performa, di sinilah Infinix Hot 70 benar-benar mempermalukan Redmi 15 4G. Infinix ditenagai chipset MediaTek Helio G100 Ultimate (6nm) dengan CPU octa-core 2x2.2 GHz Cortex-A76 & 6x2.0 GHz Cortex-A55 dan GPU Mali-G52 MC2. Hasil benchmark Antutu SoC-nya mencapai 261.749 (CPU 214.198 + GPU 47.551). Sementara Redmi 15 4G hanya mengandalkan Snapdragon 685 (6nm) dengan CPU quad-core 2.8 GHz Cortex-A73 & quad-core 1.9 GHz Cortex-A53 serta GPU Adreno 610 yang skor SoC-nya cuma 151.659 (CPU 128.455 + GPU 23.204). Perbedaan hampir 73% ini terasa langsung: Infinix Hot 70 bisa menjalankan game seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile di setting medium-high dengan frame rate stabil, sedangkan Redmi 15 4G akan tersendat di setting rendah sekalipun. Untuk multitasking antar aplikasi, Infinix juga lebih responsif berkat arsitektur Cortex-A76 yang lebih modern.
Di sektor baterai, Redmi 15 4G sebenarnya unggul secara kapasitas mentah: 7000 mAh tipe Si/C Li-Ion vs 6000 mAh di Infinix. Ini berarti Redmi bisa bertahan lebih lama untuk penggunaan non-stop, mungkin hingga 2 hari penuh. Namun, Infinix membalas dengan teknologi pengisian yang lebih canggih: fast charging 45W (50% dalam 25 menit) plus reverse wired charging 10W dan fitur bypass charging yang memungkinkan pengisian sambil gaming tanpa memanaskan baterai. Redmi hanya punya 33W wired tanpa wireless charging. Jadi, jika kamu tipe orang yang sering lupa ngecas semalaman, Infinix lebih ramah karena bisa 'top-up' cepat saat istirahat. Redmi mungkin unggul daya tahan, tapi Infinix unggul kecepatan dan fleksibilitas pengisian.
Kamera adalah cerita yang agak lucu di kedua ponsel ini. Keduanya mengusung kamera utama 50 MP (f/1.9 di Infinix, f/1.8 di Redmi) dengan lensa auxiliary — istilah keren untuk 'lensa kedua yang sebenarnya tidak melakukan apa-apa selain membantu depth sensing'. Jangan berharap hasil foto yang memukau; keduanya menghasilkan gambar yang cukup di siang hari, tapi noise akan bermunculan begitu cahaya berkurang. Kamera selfie 8 MP juga standar, cukup untuk video call dan selfie Instagram. Infinix unggul sedikit di kemampuan video dengan dukungan 1440p@30fps, sementara Redmi hanya 1080p@30fps. Secara keseluruhan, jangan berharap kamera ponsel ini bisa menyaingi flagship; keduanya ada di kelas 'cukup untuk dokumentasi, lupakan soal fotografi seni'.
Dari segi software dan konektivitas, Infinix Hot 70 menawarkan keunggulan yang tidak bisa diabaikan. Infinix sudah menjalankan Android 16 out-of-the-box dengan jaminan update hingga 3 major Android upgrades, plus antarmuka XOS 16 yang relatif ringan. Redmi 15 4G masih Android 15 (dapat upgrade ke 16) dengan HyperOS 3 yang terkenal membawa banyak bloatware. Infinix juga punya stereo speakers, audio jack 3.5mm, dan FM radio — fitur yang sudah langka di 2026. Redmi justru menghilangkan audio jack dan hanya punya speaker mono. Di sisi konektivitas, keduanya sama-sama 4G saja, tidak ada 5G. Tapi Redmi unggul di navigasi dengan dukungan multi-GNSS (GPS, GLONASS, GALILEO, BDS) vs Infinix yang hanya GPS. NFC tersedia di keduanya (meski Redmi tergantung region).
Kesimpulannya, jika kamu mencari ponsel untuk gaming ringan, multitasking, dan ingin software yang lebih modern dengan fitur audio lengkap, Infinix Hot 70 adalah pemenangnya. Namun, jika prioritas utama kamu adalah layar besar dengan resolusi tajam, refresh rate super mulus, dan baterai segede power bank, Redmi 15 4G layak dipertimbangkan. Dengan harga yang sama (Rp 2.399.000), Infinix memberikan performa 73% lebih tinggi, pengisian lebih cepat, dan software lebih update — nilai yang sulit ditolak bagi pengguna yang paham teknologi. Redmi hanya unggul di layar dan baterai, tapi di era 2026, performa chipset adalah fondasi pengalaman pengguna yang tidak bisa dikompromikan.
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 70
✅ Kelebihan
- Baterai 6000 mAh dengan fast charging 45W yang sangat cepat (50% dalam 25 menit), ditambah reverse wired charging dan bypass charging untuk gaming
- Chipset Helio G100 Ultimate (6nm) dengan performa CPU dan GPU yang lebih tinggi dibanding Redmi 15 4G, skor Antutu SoC 261.749 vs 151.659
- Layar 120Hz dengan kecerahan 700 nits, cukup responsif untuk scrolling dan media sosial
- Sudah menjalankan Android 16 out-of-the-box dengan jaminan update 3 major Android upgrades, plus XOS 16 yang ringan
- Fitur audio lengkap: stereo speakers, audio jack 3.5mm, dan FM radio
- Desain lebih ramping (7.5mm) dan lebih ringan (195g) dibanding Redmi 15 4G
❌ Kekurangan
- Resolusi layar hanya HD+ (720 x 1576 piksel) dengan kerapatan 256 ppi, kurang tajam untuk membaca teks kecil atau menonton video Full HD
- Kamera utama 50 MP hanya didukung lensa auxiliary, bukan ultrawide atau makro sungguhan
- Konektivitas hanya 4G, tidak mendukung 5G sama sekali
- Tidak ada perlindungan layar (seperti Gorilla Glass) yang disebutkan, rentan gores
- GPU Mali-G52 MC2 masih tergolong entry-level, kurang mumpuni untuk game berat seperti Genshin Impact di setting tinggi
Xiaomi Redmi 15 4G
✅ Kelebihan
- Baterai raksasa 7000 mAh tipe Si/C Li-Ion, daya tahan super lama untuk penggunaan berat hingga 2 hari
- Layar 6.9 inci IPS LCD dengan refresh rate 144Hz dan resolusi Full HD+ (1080 x 2340), sangat mulus dan tajam
- Performa navigasi lebih lengkap dengan dukungan GPS, GLONASS, GALILEO, dan BDS
- Harga lebih murah (Rp 2.399.000) dengan spesifikasi layar dan baterai yang lebih unggul
- Telah rilis dan tersedia di pasaran sejak Agustus 2025, bukan produk 'coming soon'
❌ Kekurangan
- Chipset Snapdragon 685 (6nm) dengan CPU Cortex-A73/A53 sudah ketinggalan zaman, skor Antutu SoC hanya 151.659 (jauh di bawah Infinix)
- GPU Adreno 610 sangat lemah, tidak cocok untuk gaming modern atau rendering grafis berat
- Fast charging hanya 33W, lebih lambat dibanding Infinix 45W, dan tidak ada wireless charging
- Tidak ada audio jack 3.5mm, tidak ada FM radio, dan speaker hanya mono
- Bobot 224g dengan ketebalan 8.6mm, terasa berat dan kurang ergonomis untuk penggunaan satu tangan
- Software hanya Android 15 (upgrade ke 16), update support tidak sejelas Infinix, dan HyperOS 3 terkadang membawa bloatware
Rekomendasi
Infinix Hot 70
Meskipun Redmi 15 4G unggul di layar (Full HD+ 144Hz) dan baterai (7000 mAh), Infinix Hot 70 menang telak di performa berkat chipset Helio G100 Ultimate yang 72% lebih kencang di Antutu SoC (261.749 vs 151.659). Untuk pengguna yang butuh gaming ringan, multitasking, dan umur panjang software (Android 16 + 3 tahun update), Infinix Hot 70 adalah pilihan lebih cerdas. Ditambah fast charging 45W yang jauh lebih cepat dan fitur audio lengkap (stereo speakers + jack 3.5mm), Infinix memberikan value lebih baik di harga yang sama. Redmi 15 4G hanya cocok untuk mereka yang prioritas utamanya layar besar dan baterai tahan lama, tapi rela mengorbankan performa dan fitur modern.
Skor: 82/100



