Dalam membandingkan keempat perangkat ini, perbedaan fundamental terletak pada filosofi desain dan target pengguna. Samsung Galaxy A35 menonjol dengan skor total Antutu 762.433 dan chipset Exynos 1380 yang jauh lebih bertenaga dibandingkan Oppo A3 Pro (Dimensity 6300, skor 264.289). Sementara itu, Oppo Reno11 F mencoba mencuri perhatian dengan layar 1B colors yang memanjakan mata, namun harus mengakui keunggulan build quality A35 yang menggunakan Gorilla Glass Victus+. Untuk urusan display, A3 Pro sangat tertinggal karena resolusinya hanya 720p, sebuah keputusan yang cukup membingungkan di tahun 2026.
Sektor kamera menjadi pembeda utama di mana Samsung Galaxy A35 mencatatkan skor DxOMark 104, mengungguli A25 (92). Penggunaan OIS pada seri A35 dan A25 memberikan stabilitas video yang jauh lebih baik dibandingkan sistem kamera Oppo yang cenderung mengandalkan resolusi tinggi namun kurang dalam pemrosesan stabilisasi. Oppo Reno11 F unggul dalam kecepatan pengisian daya dengan 67W yang mampu mengisi penuh dalam 48 menit, sementara Samsung masih terjebak di era 25W yang terasa seperti siput di tengah tren pengisian daya cepat saat ini.
Dari sisi konektivitas, hampir semua perangkat sudah mendukung 5G, namun Samsung memberikan nilai tambah melalui ekosistem software One UI 7 dengan janji 4 kali pembaruan Android. Ini adalah investasi jangka panjang yang krusial. Oppo Reno11 F memang menawarkan Wi-Fi 6 yang lebih modern, namun absennya jack audio 3.5mm pada model ini akan membuat pengguna headphone kabel harus memutar otak mencari dongle.
Secara performa, Exynos 1380 pada A35 memberikan pengalaman multitasking yang jauh lebih mulus dengan skor GPU 87.986, dibandingkan GPU Mali-G57 MC2 pada A3 Pro yang hanya mampu mencetak skor 46.146. Jika Anda mencari smartphone yang bisa bertahan lebih dari dua tahun tanpa terasa lambat, A35 adalah pilihan objektif. Sebaliknya, jika Anda hanya peduli pada estetika dan kecepatan charging, Reno11 F bisa dipertimbangkan, asalkan Anda tidak keberatan dengan performa chipset yang 'biasa saja'.
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy A25
β
Kelebihan
- Layar Super AMOLED 120Hz yang tajam
- Sudah ada OIS pada kamera utama
- Update software panjang hingga 4 tahun
β Kekurangan
- Desain bezel terlihat tebal dan jadul
- Charging masih lambat (25W)
- Performa chipset Exynos 1280 mulai terasa usang
Oppo Reno11 F
β
Kelebihan
- Layar AMOLED 1B colors dengan bezel tipis
- Pengisian daya 67W yang sangat cepat
- Desain tipis dan ringan (177g)
β Kekurangan
- Tidak ada jack audio 3.5mm
- Speaker mono (kurang imersif)
- Chipset Dimensity 7050 hanya cukup untuk penggunaan kasual
Oppo A3 Pro
β
Kelebihan
- Kapasitas baterai besar 5100 mAh
- Harga lebih terjangkau dibanding kompetitor
- Desain modern
β Kekurangan
- Resolusi layar hanya 720p (sangat mengecewakan di 2026)
- Performa chipset paling lemah di kelasnya
- Kamera minim fitur
Samsung Galaxy A35
β
Kelebihan
- Proteksi Gorilla Glass Victus+
- Kualitas kamera solid dengan skor DxOMark 104
- Build quality premium (kaca depan & belakang)
β Kekurangan
- Bobot cukup berat (209g)
- Charging masih tertahan di 25W
- Fingerprint under-display terkadang kurang responsif
Rekomendasi
Samsung Galaxy A35
Samsung Galaxy A35 adalah paket paling seimbang. Dengan skor Antutu 762.433, chipset Exynos 1380, proteksi layar Gorilla Glass Victus+, dan dukungan update software yang dijamin panjang, ia menawarkan durabilitas dan performa jangka panjang yang tidak dimiliki Oppo A3 Pro atau Reno11 F yang lebih fokus pada gimik desain.
Skor: 85/100










