📑 Daftar Isi

Tiga smartphone POCO X8 Pro, Tecno Camon 50 Pro, dan Infinix Note 60 Pro terpajang bersebelahan, menampilkan perbedaan desain dan layar

POCO X8 Pro vs Tecno Camon 50 Pro vs Infinix Note 60 Pro: Siapa Raja Mid-Range 2026?

Terbit:
⏱️10 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Pertarungan tiga smartphone ini ibarat perlombaan lari antara seorang atlet Olimpiade (POCO X8 Pro), seorang pelari rekreasi (Tecno Camon 50 Pro), dan pesepeda yang lupa bawa sepeda (Infinix Note 60 Pro). POCO X8 Pro membawa senjata pamungkas: chipset MediaTek Dimensity 8500 Elite yang mencetak Antutu 1.973.326 poin total (CPU 585.225, GPU 629.854). Bandingkan dengan Infinix yang hanya 987.558 poin (Snapdragon 7s Gen 4) dan Tecno yang bahkan tidak memberikan skor lengkap, namun SoC Dimensity 7400 hanya 497.213 poin CPU+GPU. Dalam praktiknya, POCO bisa menjalankan Genshin Impact di 60fps stabil pada pengaturan tinggi, sementara Infinix akan ngos-ngosan di frame rate 30-an, dan Tecno mungkin hanya cocok untuk game ringan seperti Candy Crush—tapi dengan layar 144Hz yang ironisnya tidak bisa dimanfaatkan. Layar menjadi medan perang kedua. POCO memamerkan panel AMOLED QHD+ (1268x2756) dengan kerapatan 460 ppi—lebih tajam dari 429 ppi milik Tecno dan Infinix yang hanya FHD+ (1208x2644). Kecerahan puncak POCO 3500 nits vs Infinix 4500 nits (HBM 1600), tapi POCO unggul dalam PWM 3840 Hz yang ramah mata—cocok untuk Anda yang suka scrolling TikTok di ruang gelap hingga mata perih. Infinix punya keunggulan Gorilla Glass 7i dan refresh rate 144Hz, namun PQ (picture quality) tetap di bawah POCO berkat resolusi lebih rendah. Tecno? Hanya menawarkan 144Hz tanpa klaim kecerahan puncak, jadi silakan tebak Anda sendiri. Baterai dan pengisian daya: ketiga ponsel sama-sama dibekali baterai 6500 mAh, tapi kecepatan pengisian berbeda drastis. POCO 100W, Infinix 90W + 30W wireless, Tecno 45W. POCO mengisi penuh sekitar 40 menit, Infinix 41 menit via kabel (atau 35 menit untuk varian 6000 mAh), dan Tecno butuh lebih dari 1 jam. Infinix menjadi satu-satunya yang menawarkan wireless charging, sebuah fitur mewah di kisaran harga ini. Namun, POCO membalas dengan sertifikasi IP68/IP69—tahan air hingga kedalaman 1.5 meter selama 30 menit (IP68) dan juga tahan semprotan suhu tinggi (IP69). Infinix dan Tecno lupa membawa payung saat hujan, tidak ada sertifikasi IP sama sekali. Jika Anda sering kehujanan atau bekerja di lingkungan berdebu, POCO jelas pemenang. Kamera: di sinilah Tecno mencoba mencuri perhatian dengan konfigurasi triple kamera yang menggoda: 50MP utama OIS, 50MP telefoto 3x optical zoom, dan 8MP ultrawide. Ini jelas unggul di atas POCO yang hanya punya 50MP + 8MP ultrawide, dan Infinix dengan 50MP + 8MP ultrawide. Tecno juga memiliki selfie 50MP—lebih tajam dari POCO 20MP dan Infinix 13MP. Namun, kualitas foto tidak hanya ditentukan oleh jumlah lensa. Sensor utama POCO (Sony IMX882) dengan aperture f/1.5 dan OIS mampu menangkap cahaya lebih baik di malam hari. Tecno menggunakan sensor yang tidak disebutkan namanya, dan hasil real-world biasanya tidak lebih baik dari POCO karena pemrosesan software POCO lebih matang. Infinix dengan sensor 50MP f/1.6 OIS juga bisa bersaing, tapi selfie 13MP sangat inferior. Bagi fotografer yang menginginkan zoom optik, Tecno layak dipertimbangkan, tapi perlu diingat performa keseluruhan ponsel yang lemah akan membuat pengalaman editing foto terasa lambat. Software dan konektivitas: POCO memberikan jaminan 5 tahun update OS dan security—terbaik di kelas ini (Infinix dan Tecno hanya 3 tahun). Semua menjalankan Android 16 dengan kulit masing-masing, namun HyperOS 3.X dari POCO lebih ringan dan stabil dibanding HIOS 16 atau XOS 16 yang kadang penuh bloatware. Dari segi konektivitas, POCO unggul dengan Bluetooth 6.0 (teknologi terbaru, efisien daya), WiFi 6, NFC, Infrared, dan navigasi multi-band GPS (L1+L5, Galileo, BeiDou). Infinix memiliki eSIM dan Bluetooth 5.4, serta sensor unik seperti detak jantung dan SpO2—fitur yang tidak dimiliki POCO atau Tecno. Tecno? Malas menyebutkan versi Bluetooth, mungkin 5.2 klasik, dan hanya GPS standar. Bagi yang suka ngoprek remote TV via Infrared, POCO adalah sahabat sejati. Kesimpulan: Jika Anda mencari smartphone all-rounder dengan performa gahar, layar tajam, baterai tahan lama, dan perlindungan IP terbaik, POCO X8 Pro adalah pilihan paling masuk akal di harga Rp5,8 juta. Infinix Note 60 Pro cocok bagi Anda yang menginginkan wireless charging, desain premium, dan fitur kesehatan—tapi siap kompromi pada performa. Tecno Camon 50 Pro hanya direkomendasikan untuk pecinta fotografi zoom yang tidak peduli dengan performa gaming atau charging cepat. Di Juli 2026, POCO masih menjadi raja mid-range dengan sedikit sarkasme: 'Jangan beli Tecno kecuali Anda ingin menghabiskan setengah hari menunggu baterai terisi sambil menikmati kamera telefoto blur karena chipset lemot.'
🏆 Pilihan Terbaik
2.3M
POCO X8 Pro

POCO X8 Pro

Rp 5.799.000
Harga pasar
Antutu: 2.3M
💾8GB / 256GB
📷50 MP + 8 MP
Tecno Camon 50 Pro

Tecno Camon 50 Pro

Rp 5.999.000
Harga pasar
💾[object Object] / 256GB
📷50 MP
Infinix Note 60 Pro

Infinix Note 60 Pro

💾[object Object] / 128GB
📷50 MP

Kelebihan dan Kekurangan

POCO X8 Pro

✅ Kelebihan
  • Performa flagship dengan Dimensity 8500 Elite, Antutu ~2 juta poin, kalahkan pesaing dengan selisih jauh
  • Layar AMOLED QHD+ 6.59 inci dengan 460 ppi, kecerahan 3500 nits, dan 3840 Hz PWM untuk mata yang lebih nyaman
  • Baterai 6500 mAh silicon-carbon + fast charging 100W, isi penuh dalam waktu singkat
  • Sertifikasi IP68/IP69, tahan debu dan air hingga tekanan tinggi—bisa dipakai di hutan beton dan danau darurat
  • Software update 5 tahun OS + security, lebih panjang dari kompetitor
  • Konektivitas terlengkap: Bluetooth 6.0, WiFi 6, NFC, Infrared, dual-band GPS, USB 3.0? (USB Host 2.0 ada)
❌ Kekurangan
  • Kamera kurang variatif: hanya dua lensa (50MP utama + 8MP ultrawide), tanpa telefoto atau makro
  • Tanpa wireless charging, meski 100W sudah cukup untuk kebanyakan orang
  • Desain terbilang biasa-biasa saja, tidak se-premium Infinix dengan aluminum back
  • Bobot 204 gram, sedikit lebih berat dari Infinix dan Tecno
  • Tidak ada slot microSD, storage 256GB tetap, perlu ekstra hati-hati

Tecno Camon 50 Pro

✅ Kelebihan
  • Kamera telefoto 50MP 3x optical zoom dengan OIS, jarang ditemukan di harga ini
  • Selfie 50MP yang tajam, cocok untuk vlogger dan selfie addict
  • Layar AMOLED 144Hz dengan bezel tipis, rasio layar 89.6%
  • Baterai 6500 mAh besar, daya tahan lama untuk penggunaan harian
  • Sistem operasi Android 16 dengan HIOS 16, update 3 tahun major
  • Harga bersaing Rp 5.999.000 untuk konfigurasi 8/256GB
❌ Kekurangan
  • Performa chipset Dimensity 7400 Ultimate sangat lemah: skor SoC hanya ~497rb, tidak akan nyaman untuk gaming berat
  • Pengisian daya hanya 45W, paling lambat di kelas ini—mengisi 6500 mAh butuh waktu lama
  • Tidak ada sertifikasi IP, bodi tipis 7.8mm rawan gores dan air
  • Konektivitas Bluetooth tidak disebutkan versinya, kemungkinan hanya 5.2 atau 5.3, ketinggalan dari POCO
  • Bobot tidak disebutkan, tapi dimensi lebih besar dan mungkin lebih ringan? Namun kualitas build belum terjamin
  • Tidak ada Antutu device score, tapi dari SoC saja sudah jelas kalah telak

Infinix Note 60 Pro

✅ Kelebihan
  • Pengisian daya super cepat: 90W wired (0-100% 41 menit) + 30W wireless, plus reverse charging—paling fleksibel
  • Layar AMOLED 144Hz dengan kecerahan puncak 4500 nits, Gorilla Glass 7i, dan 2304Hz PWM
  • Material premium: aluminum frame dan back, tipis 7.4mm, berat 201.7g
  • Fitur kesehatan: sensor detak jantung dan SpO2, unik untuk smartphone
  • Dukungan eSIM, bisa dual SIM + eSIM untuk fleksibilitas jaringan
  • Bluetooth 5.4, WiFi 6, NFC, FM radio—lengkap untuk kebutuhan sehari-hari
❌ Kekurangan
  • Performa Snapdragon 7s Gen 4 pas-pasan: Antutu device hanya ~987rb, tidak cocok untuk gaming non-kasus ringan
  • Kamera tidak ada telefoto, selfie hanya 13MP, kualitas di bawah Tecno dan POCO
  • Tanpa slot microSD dan hanya dua varian storage (128/256GB), tidak ada opsi ekspansi
  • Tidak ada sertifikasi IP, meski bodi metal mungkin tahan benturan tapi bukan tahan air
  • Software update hanya 3 tahun major, kalah dari POCO
  • Harga belum diumumkan, tapi kemungkinan di kisaran 5-6 juta, performa tidak sebanding

Rekomendasi

POCO X8 Pro

POCO X8 Pro unggul di hampir semua aspek penting: performa chipset Dimensity 8500 Elite yang mencetak Antutu ~2 juta poin (2x lipat dari Infinix dan 4x dari Tecno), layar QHD+ 460 ppi dengan kecerahan 3500 nits dan PWM 3840 Hz, baterai 6500 mAh dengan pengisian 100W, sertifikasi IP68/IP69 tahan air dan debu, serta dukungan software 5 tahun. Meskipun kameranya kurang variatif (tanpa telefoto), kualitas kamera utama 50MP OIS dengan sensor Sony IMX882 cukup baik. Untuk harga Rp5,799,000, ia memberikan value terbaik bagi yang mengutamakan performa, daya tahan, dan kualitas layar. Infinix and Tecno hanya menang di aspek tertentu seperti wireless charging atau kamera telefoto, namun secara keseluruhan POCO adalah pilihan paling rasional di pasar Juli 2026.

Skor: 88/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
POCO
POCO X8 Pro
Tecno
Tecno Camon 50 Pro
Infinix
Infinix Note 60 Pro
Type
AMOLED
AMOLED, 144Hz
AMOLED, 144Hz, 2304Hz PWM, 700 nits (typ), 1600 nits (HBM), 4500 nits (peak)
Density
460 ppi, Very high density
Diagonal
6.59",
6.78 inches, 112.1 cm2 (~89.6% screen-to-body ratio)
6.78 inches, 112.1 cm2 (~89.4% screen-to-body ratio)
Resolution
1268 x 2756 px, QHD
1208 x 2644 pixels, 19.5:9 ratio (~429 ppi density)
1208 x 2644 pixels, 19.5:9 ratio (~429 ppi density)
Aspect Ratio
19.5:9
Size
75.2 mm x 157.5 mm x 8.2 mm
Colors
BlackCyanRedWhite
BlackGreenPurpleTitanium
BlackBlueBrownOrangeSilverTitanium
Weight
204 g
-
201.7 g (7.13 oz)
Materials
Glass, Metal
Repairability
Class A B C D E
Usable surface
89 %
Drop resistance
Class A B C D E, 270 drops without defects
Resistance certificates
IP68, IP69
Dimensions
162.4 x 77 x 7.8 mm (6.39 x 3.03 x 0.31 in)
162.4 x 77.2 x 7.4 mm (6.39 x 3.04 x 0.29 in)
Protection
Corning Gorilla Glass 7i
Build
Glass front (Gorilla Glass 7i), aluminum frame, aluminum back
Others
Hole-punch Notch, TÜV Rheinland Flicker-free Certified, 3840 Hz PWM, Refresh rate 120 Hz, Touch sampling rate 480 Hz, Peak brightness - 3500 cd/m², 8000000:1 contrast ratio, TÜV Rheinland Eye Comfort Certification, HDR10+, Dolby Vision, Scratch resistant, Multi-touch, Frameless, LTPO (Low Temperature PolySilicon oxide), SGS Certified, TÜV Low Blue Light, DCI-P3, 12 Bits panel (10-bit +2-bit FRC), Capacitive