
POCO X8 Pro
Kelebihan dan Kekurangan
POCO X8 Pro
- Performa flagship dengan Dimensity 8500 Elite, Antutu ~2 juta poin, kalahkan pesaing dengan selisih jauh
- Layar AMOLED QHD+ 6.59 inci dengan 460 ppi, kecerahan 3500 nits, dan 3840 Hz PWM untuk mata yang lebih nyaman
- Baterai 6500 mAh silicon-carbon + fast charging 100W, isi penuh dalam waktu singkat
- Sertifikasi IP68/IP69, tahan debu dan air hingga tekanan tinggi—bisa dipakai di hutan beton dan danau darurat
- Software update 5 tahun OS + security, lebih panjang dari kompetitor
- Konektivitas terlengkap: Bluetooth 6.0, WiFi 6, NFC, Infrared, dual-band GPS, USB 3.0? (USB Host 2.0 ada)
- Kamera kurang variatif: hanya dua lensa (50MP utama + 8MP ultrawide), tanpa telefoto atau makro
- Tanpa wireless charging, meski 100W sudah cukup untuk kebanyakan orang
- Desain terbilang biasa-biasa saja, tidak se-premium Infinix dengan aluminum back
- Bobot 204 gram, sedikit lebih berat dari Infinix dan Tecno
- Tidak ada slot microSD, storage 256GB tetap, perlu ekstra hati-hati
Tecno Camon 50 Pro
- Kamera telefoto 50MP 3x optical zoom dengan OIS, jarang ditemukan di harga ini
- Selfie 50MP yang tajam, cocok untuk vlogger dan selfie addict
- Layar AMOLED 144Hz dengan bezel tipis, rasio layar 89.6%
- Baterai 6500 mAh besar, daya tahan lama untuk penggunaan harian
- Sistem operasi Android 16 dengan HIOS 16, update 3 tahun major
- Harga bersaing Rp 5.999.000 untuk konfigurasi 8/256GB
- Performa chipset Dimensity 7400 Ultimate sangat lemah: skor SoC hanya ~497rb, tidak akan nyaman untuk gaming berat
- Pengisian daya hanya 45W, paling lambat di kelas ini—mengisi 6500 mAh butuh waktu lama
- Tidak ada sertifikasi IP, bodi tipis 7.8mm rawan gores dan air
- Konektivitas Bluetooth tidak disebutkan versinya, kemungkinan hanya 5.2 atau 5.3, ketinggalan dari POCO
- Bobot tidak disebutkan, tapi dimensi lebih besar dan mungkin lebih ringan? Namun kualitas build belum terjamin
- Tidak ada Antutu device score, tapi dari SoC saja sudah jelas kalah telak
Infinix Note 60 Pro
- Pengisian daya super cepat: 90W wired (0-100% 41 menit) + 30W wireless, plus reverse charging—paling fleksibel
- Layar AMOLED 144Hz dengan kecerahan puncak 4500 nits, Gorilla Glass 7i, dan 2304Hz PWM
- Material premium: aluminum frame dan back, tipis 7.4mm, berat 201.7g
- Fitur kesehatan: sensor detak jantung dan SpO2, unik untuk smartphone
- Dukungan eSIM, bisa dual SIM + eSIM untuk fleksibilitas jaringan
- Bluetooth 5.4, WiFi 6, NFC, FM radio—lengkap untuk kebutuhan sehari-hari
- Performa Snapdragon 7s Gen 4 pas-pasan: Antutu device hanya ~987rb, tidak cocok untuk gaming non-kasus ringan
- Kamera tidak ada telefoto, selfie hanya 13MP, kualitas di bawah Tecno dan POCO
- Tanpa slot microSD dan hanya dua varian storage (128/256GB), tidak ada opsi ekspansi
- Tidak ada sertifikasi IP, meski bodi metal mungkin tahan benturan tapi bukan tahan air
- Software update hanya 3 tahun major, kalah dari POCO
- Harga belum diumumkan, tapi kemungkinan di kisaran 5-6 juta, performa tidak sebanding
Rekomendasi
POCO X8 Pro unggul di hampir semua aspek penting: performa chipset Dimensity 8500 Elite yang mencetak Antutu ~2 juta poin (2x lipat dari Infinix dan 4x dari Tecno), layar QHD+ 460 ppi dengan kecerahan 3500 nits dan PWM 3840 Hz, baterai 6500 mAh dengan pengisian 100W, sertifikasi IP68/IP69 tahan air dan debu, serta dukungan software 5 tahun. Meskipun kameranya kurang variatif (tanpa telefoto), kualitas kamera utama 50MP OIS dengan sensor Sony IMX882 cukup baik. Untuk harga Rp5,799,000, ia memberikan value terbaik bagi yang mengutamakan performa, daya tahan, dan kualitas layar. Infinix and Tecno hanya menang di aspek tertentu seperti wireless charging atau kamera telefoto, namun secara keseluruhan POCO adalah pilihan paling rasional di pasar Juli 2026.



