Dalam pertarungan spesifikasi di tahun 2026, POCO M7 Pro 5G dan Samsung Galaxy A17 5G menawarkan filosofi yang bertolak belakang. POCO mengandalkan 'angka di atas kertas' dengan layar OLED 120Hz yang sangat terang (2100 nits) dan storage lega 512GB, sementara Samsung lebih fokus pada ketahanan dan stabilitas. POCO memanjakan mata dengan refresh rate 120Hz, namun Samsung membalas dengan perlindungan layar Gorilla Glass Victus dan panel Super AMOLED yang teruji kualitas warnanya, meskipun hanya mentok di 90Hz.
Dari sisi performa, Exynos 1330 pada Samsung A17 5G menunjukkan taringnya dengan skor AnTuTu v11 sebesar 519.526, mengungguli Dimensity 7025 pada POCO M7 Pro yang hanya mencatat 470.000 poin. Perbedaan ini krusial bagi pengguna yang tidak ingin ponselnya 'berteriak minta tolong' saat membuka aplikasi berat. Samsung juga unggul telak dalam dukungan software; janji 6 tahun update OS membuat A17 5G jauh lebih layak investasi dibandingkan POCO yang hanya memberikan 2 tahun, sebuah langkah yang terasa sangat pelit untuk standar perangkat tahun 2026.
Sektor baterai menjadi ironi tersendiri. POCO unggul di kecepatan charging dengan 45W, membuat pengisian daya jauh lebih singkat dibandingkan 25W milik Samsung yang terasa seperti teknologi tahun 2020. Namun, Samsung mengompensasi lambatnya charging dengan efisiensi yang lebih baik, memberikan runtime ~44 jam dibandingkan POCO yang hanya ~38 jam. Bagi pengguna yang sibuk, daya tahan baterai Samsung mungkin lebih berarti daripada kecepatan charging POCO.
Konektivitas dan fitur tambahan menunjukkan POCO masih setia dengan fitur 'jadul' yang berguna seperti jack audio 3.5mm dan IR Blaster, sementara Samsung sudah meninggalkannya, memaksa pengguna beralih ke audio nirkabel. Secara kamera, keduanya mengandalkan sensor 50MP dengan OIS. Hasil foto mungkin akan sangat subjektif, namun integrasi AI pada Samsung cenderung lebih matang dalam pemrosesan gambar dibandingkan POCO yang masih terasa standar.
Kesimpulannya, jika Anda adalah seorang 'spek-freak' yang ingin layar super mulus dan storage besar, POCO M7 Pro 5G adalah pilihan yang masuk akal. Namun, jika Anda adalah pengguna rasional yang menginginkan perangkat yang tetap relevan hingga 2032 dengan performa stabil, Samsung Galaxy A17 5G adalah pemenangnya. Jangan biarkan angka 120Hz POCO menipu Anda; dukungan software 6 tahun dari Samsung adalah nilai yang tidak bisa dibeli dengan harga berapapun.
🏆 Pilihan Terbaik
520K
Samsung Galaxy A17 5G
Rp 3.799.000
Harga pasar
⚡Antutu: 520K
💾8GB / 256GB
📷50 MP + 5 MP + 2 MP
Kelebihan dan Kekurangan
POCO M7 Pro 5G
✅ Kelebihan
- Layar OLED 120Hz yang sangat responsif dan terang (2100 nits peak)
- Kapasitas penyimpanan besar 512GB dan RAM 12GB
- Fast charging 45W yang lebih cepat dari kompetitor
- Masih menyertakan jack audio 3.5mm dan IR Blaster
❌ Kekurangan
- Dukungan software hanya 2 tahun, tergolong sangat singkat di 2026
- Chipset Dimensity 7025 mulai terasa tertinggal untuk kelasnya
- Material plastik dengan rating IP64 yang biasa saja
Samsung Galaxy A17 5G
✅ Kelebihan
- Dukungan update software 6 tahun yang menjamin umur panjang
- Performa chipset Exynos 1330 yang lebih ngebut (Skor AnTuTu 519k)
- Proteksi layar Gorilla Glass Victus yang tangguh
- Efisiensi baterai lebih baik untuk pemakaian harian
❌ Kekurangan
- Tidak ada jack audio 3.5mm
- Kecepatan charging hanya 25W, terasa sangat lambat di era sekarang
- Layar terbatas di 90Hz, kalah mulus dibanding POCO
Rekomendasi
Samsung Galaxy A17 5G
Meskipun kalah di kecepatan charging dan refresh rate layar, Samsung menang telak dari sisi dukungan software jangka panjang (6 tahun) dan performa chipset yang lebih stabil untuk penggunaan jangka panjang di tahun 2026.
Skor: 88/100






