Dalam pertarungan kelas berat ini, POCO F8 Ultra jelas mendominasi sektor performa. Dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3nm N3P), perangkat ini mencatatkan skor Antutu SoC impresif di angka 2.449.060, mengungguli Xiaomi 17T Pro yang 'hanya' mencapai 2.319.961. POCO F7 Ultra, meskipun menggunakan Snapdragon 8 Elite standar, tetap buas dengan skor Antutu perangkat mencapai 2.923.274, namun F8 Ultra menawarkan efisiensi arsitektur Oryon V3 yang lebih unggul untuk jangka panjang.
Sektor display menyajikan dilema menarik. POCO F7 Ultra adalah juara resolusi dengan panel WQHD+ (526 ppi), sangat memanjakan mata bagi penikmat konten visual tajam. Sebaliknya, Xiaomi 17T Pro dan F8 Ultra memilih resolusi 1200p. Meski secara teknis kalah tajam, keduanya memberikan peak brightness yang sama di 3500 nits, menjadikannya sangat nyaman di bawah terik matahari. Xiaomi 17T Pro unggul dalam build quality dengan penggunaan Gorilla Glass 7i di sisi depan dan belakang, memberikan kesan mewah yang absen pada varian fiber/silikon F8 Ultra.
Konektivitas menjadi poin pembeda yang krusial. F8 Ultra adalah satu-satunya yang menyematkan USB 3.2 dengan dukungan Display Port, menjadikannya alat produktivitas yang jauh lebih relevan dibandingkan 17T Pro yang masih tertahan di USB 2.0. Untuk urusan daya, Xiaomi 17T Pro tidak punya lawan dengan baterai 7000 mAh. Namun, dengan pengisian 100W yang dimiliki ketiganya, kecepatan pengisian bukan lagi masalah besar. POCO F7 Ultra sedikit tertinggal dengan kapasitas 5300 mAh, yang mungkin memaksa pengguna untuk lebih sering mencari colokan di tengah hari yang sibuk.
Di departemen kamera, Xiaomi 17T Pro dengan branding Leica memberikan sentuhan artistik yang lebih matang dibandingkan setup pada lini POCO. Namun, F8 Ultra membawa konfigurasi triple 50MP yang sangat fleksibel untuk kebutuhan videografi. Secara keseluruhan, jika Anda mencari performa murni dan fitur masa depan, F8 Ultra adalah pilihan mutlak. Namun, jika Anda seorang fotografer mobile yang membutuhkan ketahanan baterai ekstra, 17T Pro adalah pendamping setia yang sulit digantikan.
2.8M

POCO F7 Ultra
Rp 8.999.000
Harga pasar
⚡Antutu: 2.8M
💾12GB / 256GB
📷50 MP + 32 MP + 50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
POCO F7 Ultra
✅ Kelebihan
- Layar AMOLED 1440p dengan densitas piksel tertinggi (526 ppi)
- Charging super cepat 120W
- Sistem pendingin yang sangat efisien untuk chipset Snapdragon 8 Elite
- Harga paling kompetitif untuk performa kelas atas
❌ Kekurangan
- Kapasitas baterai paling kecil di antara ketiganya (5300 mAh)
- Software HyperOS terkadang dipenuhi bloatware
- Material kaca standar (Longjing Glass 2) dibanding pesaing
Xiaomi 17T Pro
✅ Kelebihan
- Kapasitas baterai badak 7000 mAh
- Sistem kamera Leica yang sangat mumpuni untuk fotografi
- Build quality premium dengan Gorilla Glass 7i
- Opsi penyimpanan hingga 1TB
❌ Kekurangan
- Chipset Dimensity 9500 sedikit di bawah Snapdragon 8 Elite Gen 5
- Masih menggunakan USB 2.0 yang lambat untuk transfer data
- Bobot cukup berat (219g)
Xiaomi Poco F8 Ultra
✅ Kelebihan
- Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 paling mutakhir (skor Antutu SoC 2.449.060)
- Fingerprint ultrasonik yang lebih akurat
- Konektivitas USB 3.2 dengan Display Port
- Keseimbangan sempurna antara performa dan efisiensi
❌ Kekurangan
- Resolusi layar lebih rendah (1200 x 2608) dibanding F7 Ultra
- Harga kemungkinan paling tinggi di segmennya
- Back cover berbahan fiber/silikon mungkin terasa kurang premium bagi sebagian orang
Rekomendasi
Xiaomi Poco F8 Ultra
Ini adalah monster performa. Dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan GPU Adreno 840, ia menghancurkan kompetisi dalam hal raw performance. Ditambah fitur USB 3.2 dan fingerprint ultrasonik, ini adalah perangkat masa depan yang paling layak dibeli di pertengahan 2026.
Skor: 92/100





