Memasuki pertengahan tahun 2026, pertarungan di kelas harga Rp2 jutaan menyajikan kontras yang cukup menggelitik antara Oppo A6c dan Xiaomi Redmi 15C. Dari sektor dapur pacu, Redmi 15C melesat jauh di depan berkat MediaTek Dimensity 6300 (6nm) dengan konfigurasi CPU Cortex-A76 (2.4 GHz) yang menghasilkan skor benchmark SoC Antutu sebesar 264.289. Sementara itu, Oppo A6c masih mengandalkan UNISOC T7250 dengan arsitektur Cortex-A75 kuno berkecepatan 1.8 GHz dan GPU Mali-G57 MP1. Perbedaan arsitektur ini membuat Redmi 15C tidak hanya lebih gesit untuk multitasking dan gaming kasual, tetapi juga jauh lebih hemat daya berkat fabrikasi 6nm dibanding chipset Oppo yang terasa seperti mesin waktu dari masa lalu.
Ironisnya, kedua produsen sepakat untuk melakukan 'dosa' yang sama di sektor display: menggunakan resolusi HD+ (720p) di tahun 2026. Redmi 15C membentangkan layar IPS LCD raksasa 6.9 inci dengan kerapatan ~254 ppi, sedangkan Oppo A6c sedikit lebih kecil di 6.75 inci (~256 ppi). Meskipun keduanya sudah mendukung refresh rate 120Hz yang mulus, ketajaman layarnya terasa kurang menggigit—Anda bahkan mungkin bisa melihat piksel individual jika melihatnya terlalu dekat. Namun, Redmi 15C sedikit menyelamatkan muka dengan tingkat kecerahan layar mencapai 810 nits (HBM) yang jauh lebih superior dibanding Oppo A6c yang hanya mentok di 700 nits, membuat Redmi lebih andal saat digunakan di bawah terik matahari.
Beralih ke sektor daya, terjadi pertempuran filosofis yang menarik. Oppo A6c menawarkan baterai raksasa 7000 mAh yang terdengar sangat menggiurkan di atas kertas. Namun, kegembiraan Anda akan sirna saat menyadari Oppo tidak menyertakan teknologi pengisian daya cepat yang mumpuni untuk tangki sebesar itu—mengisi dayanya dari kosong hingga penuh akan menjadi ritual semalaman yang membosankan. Di sisi lain, Redmi 15C menawarkan kompromi yang jauh lebih cerdas dengan baterai 6000 mAh yang dipadukan dengan fast charging 33W. Redmi mengklaim baterainya dapat terisi 50% hanya dalam waktu 28 menit, sebuah efisiensi waktu yang sangat berharga di dunia modern.
Di sektor kamera dan konektivitas, jurang pemisah kedua ponsel ini semakin lebar. Redmi 15C hadir dengan kamera utama 50 MP f/1.8 PDAF yang mampu menghasilkan foto layak saji, lengkap dengan konektivitas 5G modern, Bluetooth 5.4, dan NFC. Sebaliknya, Oppo A6c tampak sangat minimalis dengan kamera tunggal 13 MP f/2.2 yang kualitasnya mengingatkan kita pada era kejayaan ponsel entry-level beberapa tahun lalu. Oppo juga harus puas dengan konektivitas 4G LTE saja, Bluetooth 5.2, dan tanpa kehadiran NFC. Di tahun 2026, membeli ponsel 4G-only dengan kamera 13 MP seharga Rp2,5 juta terasa seperti sebuah langkah mundur yang sulit dimaafkan, menempatkan Redmi 15C sebagai pemenang mutlak tanpa perlawanan berarti.
🏆 Pilihan Terbaik

Xiaomi Redmi 15C
Rp 2.349.000
Harga pasar
💾[object Object] / 128GB
📷50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Oppo A6c
✅ Kelebihan
- Kapasitas baterai monster 7000 mAh, siap menyala berhari-hari tanpa charger
- Mendukung 5W reverse wired charging untuk mengisi daya perangkat lain
- Layar sudah mendukung refresh rate 120Hz untuk navigasi yang mulus
- Masih mempertahankan 3.5mm audio jack untuk pengguna earphone kabel
❌ Kekurangan
- Performa chipset UNISOC T7250 sangat lambat dan tidak cocok untuk gaming masa kini
- Penyimpanan internal dasar hanya 64GB, sangat sempit untuk standar tahun 2026
- Tidak ada fitur fast charging mumpuni untuk baterai 7000 mAh (bisa memakan waktu berjam-jam)
- Kamera utama hanya tunggal 13 MP dengan kualitas foto yang seadanya
- Belum mendukung jaringan 5G di kelas harga 2,5 juta rupiah
- Resolusi layar masih HD+ (720p) pada bentang layar 6.75 inci yang cukup besar
Xiaomi Redmi 15C
✅ Kelebihan
- Chipset MediaTek Dimensity 6300 (6nm) yang jauh lebih bertenaga dan efisien
- Sudah mendukung konektivitas 5G untuk internet masa depan yang lebih cepat
- Pengisian daya cepat 33W yang sanggup mengisi 50% baterai 6000 mAh dalam 28 menit
- Kamera utama 50 MP f/1.8 dengan detail foto yang jauh lebih baik
- Kapasitas penyimpanan internal lebih lega yaitu 128GB
- Layar 120Hz dengan tingkat kecerahan hingga 810 nits (HBM)
❌ Kekurangan
- Resolusi layar masih tertahan di HD+ (720p) pada ukuran layar raksasa 6.9 inci (kerapatan piksel hanya ~254 ppi)
- Dimensi bodi sangat bongsor dan berat (211 gram), kurang nyaman digenggam satu tangan
- Kamera sekunder (auxiliary lens) hanya pemanis tanpa fungsi praktis yang signifikan
Rekomendasi
Xiaomi Redmi 15C
Dengan harga yang justru Rp150.000 lebih murah, Xiaomi Redmi 15C memberikan nilai (value for money) yang jauh melampaui Oppo A6c. Redmi 15C unggul telak di hampir semua sektor krusial: performa chipset (Dimensity 6300 vs Unisoc T7250), konektivitas (5G vs 4G), memori internal (128GB vs 64GB), kemampuan kamera (50 MP vs 13 MP), serta kecepatan pengisian daya (33W vs standar tanpa fast charging). Memilih Oppo A6c hanya demi baterai 7000 mAh tanpa didukung fast charging yang memadai dan performa yang loyo adalah keputusan yang kurang bijak di tahun 2026.
Skor: 82/100







